Pembuat Aplikasi Ilegal Dongkrak Orderan Gojek Ditangkap Polisi Gojek. (Foto: Antara)

Merahputih.com - Polda Metro Jaya membongkar kasus pembuatan aplikasi ilegal di wilayah Jabodetabek. Aplikasi ilegal tersebut ditawarkan oleh si pembuat kepada driver ojek online untuk mendongkrak orderan di berbagai aplikasi ojek online.

Polisi menetapkan pembuat aplikasi ilegal berinisial YS sebagai tersangka. Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa handphone dan sejumlah sim card.

Penangkapan tersebut berdasarkan temuan dari salah satu aplikator ojek online, Gojek melalui teknologi Gojek Shield. Gojek Shield merupakan teknologi keamanan di platform Gojek untuk melindungi keamanan mitranya.

Baca Juga:

Gojek dan Tokopedia Gabung Jadi GoTo

"Temuan dari teknologi Gojek Shield yang Gojek laporkan kepada kami, mempermudah proses penindakan hukum pada sindikat kriminal pembuat aplikasi tidak resmi yang beroperasi di Jabodetabek ini," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam siaran pers tertulisnya, Kamis (19/8).

Modus yang dilakukan oleh YS dalam aksinya yaitu dengan menawarkan aplikasi tidak resmi ini sebagai aplikasi yang dapat menghasilkan banyak orderan. Terutama kepada para pengemudi.

Meski begitu, bukannya memperoleh banyak orderan, akun mitra driver tidak resmi itu justru terdeteksi oleh teknologi Gojek Shield. Alhasil, mitra driver pun mendapat sanksi bertahap dari Gojek. Mulai dari penonaktifan akun sementara hingga dengan pemutusan kemitraan secara permanen.

Gojek. (Foto: Gojek)
Ilustrasi (ist)

"Kami mengimbau agar mitra ojol tidak terbujuk oleh modus-modus serupa dan tetap gunakan aplikasi resmi Gojek," imbau Yusri.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal Pasal 30 jo Pasal 46 Ayat (1) dan atau Pasal 32 jo Pasal 48 dan atau Pasal 35 jo Pasal 51 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

SVP Corporate Affairs Gojek, Rubi W. Purnomo mengapresiasi langkah cepat polisi dalam mengungkap kasus tersebut.

Baca Juga:

GoTo Lahir, CEO Baru Janjikan Mitra Gojek & Tokopedia Lebih Sejahtera

Rubi mengungkapkan, kecurangan dengan menggunakan akun tidak resmi tersebut merugikan banyak pihak. Termasuk para mitra driver yang menjadi korban dari sisi keamanan data dan finansial.

Di samping itu, pengguna aplikasi dengan modifikasi tidak resmi juga terancam resiko pencurian akun dan resiko atas keamanan dan kerahasiaan data.

"Terungkapnya sindikat pembuat aplikasi tidak resmi, semakin membuat mitra-mitra kami terlindungi dari berbagai potensi kerugian," jelas dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Korban Tewas Kecelakaan di Senen Kader PSI Bernama Fatimah
Indonesia
Korban Tewas Kecelakaan di Senen Kader PSI Bernama Fatimah

Polisi telah mengidentifikasi korban perempuan yang tewas dalam kecelakaan tunggal bersama putra Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang AKP Novandi Arya Kharizma, yaitu bernama Fatimah.

Kalah di PTUN Jakarta, Anies 'Dihukum' Keruk Kali Mampang
Indonesia
Kalah di PTUN Jakarta, Anies 'Dihukum' Keruk Kali Mampang

Pemprov DKI dan Gubernur Anies dihukum wajib menjalankan sebagian gugatan

Penduduk Padat, Bandung Jadi Pilot Project Cegah Bencana di Rumah Tangga
Indonesia
Penduduk Padat, Bandung Jadi Pilot Project Cegah Bencana di Rumah Tangga

Dengan padat pendudukan ini, memicu timbulnya berbagai permasalahan sosial tidak terkecuali kebakaran dan bencana lainnya yang ada di rumah tangga.

Biarkan CFW Berkembang Natural, Tak Perlu Dikomersilkan
Indonesia
Biarkan CFW Berkembang Natural, Tak Perlu Dikomersilkan

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyindir langkah Baim Wong daftarkan CFW ke Kemenkumham. Menurut pria yang karib disapa Kang Emil ini, tidak semua urusan dunia harus dikomersilkan.

Anak Sekolah di Solo Tak Ada Libur, Selesai Bagi Rapor Lanjut PTM Sampai Januari
Indonesia
Anak Sekolah di Solo Tak Ada Libur, Selesai Bagi Rapor Lanjut PTM Sampai Januari

Gibran mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan

 Tatap 2022, Pemkot Bandung Siapkan 78 Acara Buat Gaet Wisatawan
Indonesia
Tatap 2022, Pemkot Bandung Siapkan 78 Acara Buat Gaet Wisatawan

78 Acara tersebut hasil proses kurasi. Kemudian dibuatkan sepuluh besar acara sebagai andalan pada 2022 mendatang.

COVID-19 Masih Ada, Warga Harus Kurangi Mobilitas
Indonesia
COVID-19 Masih Ada, Warga Harus Kurangi Mobilitas

Penambahan kasus COVID-19 di Indonesia masuk dalam kategori rendah dibandingkan kasus yang terjadi dalam skala internasional.

BLK Komunitas di Papua Diharapkan Wapres Ciptakan SDM Unggul
Indonesia
BLK Komunitas di Papua Diharapkan Wapres Ciptakan SDM Unggul

pembangunan BLK Komunitas tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan akses kepada masyarakat di Papua dan Papua Barat guna mendapatkan pelatihan vokasi.

Ini Barang Yang Tidak Kena PPN 11 Persen
Indonesia
Ini Barang Yang Tidak Kena PPN 11 Persen

Pemerintah turut membebaskan pajak untuk pelaku UMKM dengan omzet sampai Rp 500 juta, memberikan fasilitas PPN final dengan besaran tertentu yang lebih kecil yaitu 1 persen, 2 persen atau 3 persen.

Setelah Dianiaya Kapolres Nunukan, Brigadir SL Minta Maaf
Indonesia
Setelah Dianiaya Kapolres Nunukan, Brigadir SL Minta Maaf

Sementara itu, dia memastikan, penyampaian permohonan maaf ini adalah itikad baik dari pribadinya. Dengan kata lain, tidak ada paksaan atau tekanan dari pihak manapun termasuk atasannya.