Pembongkaran Atap JPO Sudirman Dinilai Melanggar Hukum Masyarakat yang melakukan aktivitas di JPO Sudirman Jakarta Pusat di malam hari, Rabu (6/11/2019) (ANTARA/Livia Kristianti)

MerahPutih.com - Pengamat transportasi Edison Siahaan mengkritisi kebjiakan Pemprov DKI yang mencopot atap di jembata penyeberangan orang (JPO) di Sudirman. Pasalnya, hal itu bisa membahayakan bagi warga yang tengah menyeberang.

Edison mengatakan, jika tak ada atap dan dan pelindung lainnya para penyeberang jalan bisa terjatuh.

Baca Juga

Kebijakan Anies Copot Atap JPO Sudirman Bikin Warga Geram

"Pencopotan atap JPO akan menggangu kenyamanan dan keamanan yg potensi menimbulkan kecelakaan bagi penggunanya," kata Edison kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (7/11).

Edison menambahkan, kebijakan itu juga terkesan melanggar hukum. Ia berujar, JPO merupakan bagian dari perlengkapan jalan yang harus dilengkapi sarana keselamatan.

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan Sudirman. Foto: ANTARA
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan Sudirman. Foto: ANTARA

Pasal 45 UU no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan menyebutkan JPO, trotoar, halte, lajur sepeda juga sebagai fasilitas pendukung yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat jalan nasional dan pemprov untuk jalan provinsi.

Baca Juga

Bangun 11 JPO, Pemprov DKI Anggarkan Rp 110 Miliar

"Sedangkan pasal 275 mengatakan setiap orang yang melakukan perbuatan mengakibatkan gangguan fungsi rambu, marka,alat pemberi isyarat, fasilitas pejalan kaki dan alat pengaman bisa dipidana atau denda," papar Edison.

Terkait alasan agar warga bisa selfie di JPO, Edison menganggap kebijakan itu aneh.

Baca Juga

Pencopotan Atap JPO Sudirman, DPRD DKI: Kenapa Tidak Buat yang Transparan?

"Sangat menyayangkan pernyataan Anies bila JPO digunakan selfi. Pemerinta kok tidak paham fungsi JPO," tutup Edison. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH