berita-singlepost-banner-1
Pemblokiran Telegram Resmi Dibuka CEO Telegram Pavel Durov dan Menkominfo Rudiantara (Foto: Twitter Rudiantara)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.Com - Kementerian Komunikasi dan Informatika secara resmi membuka kembali Telegram.

"Dengan progres yang dilakukan bersama Telegram, mulai hari ini telegram dibuka kembali. Jadi masyarakat bisa menggunakan Telegram web kembali," kata Menkominfo Rudiantara dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/8).

Tercatat 11 DNS aplikasi Telegram berbasis web yang diblokir sejak 14 Juli 2017 sudah bisa diakses kembali setelah sejumlah langkah dalam menangani konten negatif utamanya radikalisme dan terorisme dipenuhi oleh perusahaan tersebut.

Rudiantara mengatakan, Telegram dan Kementerian telah memperoleh sejumlah kesepakatan bersama setelah sejumlah pembicaraan dilakukan antara keduanya.

Pertama, Telegram sepakat untuk menugaskan secara khusus perwakilannya untuk berkomunikasi dengan Kementerian dan memberikan jalur khusus kepada Kementerian dalam penanganan konten-konnten negatif khususnya terorisme dan radikalisme.

Telegram juga berjanji membuat semacam program script, untuk melakukan 'filtering' di platformnya. Selain itu, juga disepakatai adanya prosedur standar atau tata cara bila terdapat konten-konten negatif radikalisme dan terorisme di Telegram.

Di antaranya penanganan konten radikalisme dan terorisme yang diminta oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dilakukan pada hari yang sama.

"Kalau ada pengaduan konten ke kominfo, kami terima, kita proses, kemudian pada hari yang sama juga harus sudah di take down kalau itu memang benar-benar konten negatif utamanya terkait dengan radikalisme dan terorisme," katanya.

Koordinator Trust Positif Kementerian Komunikasi dan Informatika Ully Taruli mengatakan, sejak pemblokiran Telegram terus melakukan perbaikan dalam penanganan konten-konten negatif utamanya radikalisme dan terorisme. Setiap hari sejak diblokir, menurut Ulli, 10 chanel konten radikalime dan terorisme ditutup Telegram.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel A Pangerapan pembukaan blokir terhadap Telegram telah dilakukan sejak pukul 10.40 WIB.

"Dan prosesnya biasanya 1X24 jam sejak diumumkan dinormalisasi, masing-masing ISP sudah bisa membuka kembali," kata Semuel A Pangerapan.(*)

Sumber: ANTARA


berita-singlepost-mobile-banner-3

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6