Pemberian Vaksin Solusi Kurangi Infeksi Virus Vaksin efektif tangkal virus. (Foto: Pexels/cottonbro)

PRESIDEN Jokowi sudah memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan peserta vaksinasi sehingga kekebalan massal akan lebih cepat diwujudkan. Ini bermanfaat untuk menekan kasus yang terus bertambah.

Pemberian vaksin ini merupakan solusi yang dianggap paling tepat mengurangi jumlah kasus infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19 yang sudah mulai bermutasi di beberapa negara termasuk mutasi yangsudah masuk ke Indonesia.

Baca Juga:

Jika Sudah Pernah Terkena COVID-19, Apa Masih Butuh Vaksin?

vaksin
Mendorong para ilmuwan untuk perlu berbicara demi meluruskan kesimpangsiuran informasi. (Foto: Tim Komunikasi KCPPEN)

Prof. Herawati Sudoyo Ph.D, Wakil Kepala Lembaga Eijkman Bidang Penelitian Fundamental, menjelaskan bahwa sebagian besar produsen vaksin COVID-19 mencoba mencapai tingkat efikasi hingga 70 persen. Saat ini, penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satupun vaksin COVID-19 yang tidak efektif menangkal mutasi virus COVID-19.

“Kendati begitu, memang ada penurunan efikasi saat vaksin COVID-19 melawan mutasi virus COVID-19 ini. Namun hal itu tidak mengurangi makna perlindungan yang diberikan vaksin COVID-19 itu sendiri,” terang Prof. Herawati lebih lanjut.

Terkait upaya pemerintah untuk menyukseskan program vaksinasi, Prof. Herawati mendorong para ilmuwan untuk perlu berbicara demi meluruskan kesimpangsiuran informasi dengan menegakkan bukti dan data-data ilmiah.

“Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) akibat vaksinasi COVID-19, misalnya. Hanya terjadi di berapa persen dari sekian juta orang yang sudah divaksinasi. Akan tetapi hal-hal kecil inilah yang masuk pemberitaan dan menjadi besar. Saya pikir di sinilah porsi ilmuwan berbicara dengan data-data,” ungkap Prof. Herawati.

Kemudian Rizky Ika Safitri, Communication Specialist UNICEF, menyarankan bahwa penggunaan komunikasi sederhana yang mudah dipahami masyarakat dapat membantu menyukseskan program vaksinasi.

Baca Juga:

Berkat COVID-19, Ilmuwan Bisa Temukan Vaksin Kanker dan HIV

vaksin
Semua masalah mengenai vaksinasi bisa teratasi. (Foto: Tim Komunikasi KCPPEN)

Pemerintah pun terus berupaya mendatangkan vaksin COVID-19 melalui beragam jalur. Bambang Heriyanto, Juru Bicara Vaksinasi Bio Farma menyampaikan hingga akhir 2021, produsen vaksin seperti Sinovac sudah memberikan komitmen mengirimkan vaksin dalam bentuk bulk sejumlah 260 juta dosis. Ada juga vaksin yang akan didatangkan dari jalur kerja sama multilateral atau fasilitas COVAX telah datang sebanyak 8 juta dosis.

“Kemudian kita juga punya sumber lain dari perjanjian bilateral dengan AstraZeneca dengan komitmen sebesar 50 juta, Novavac 50 juta, dan apabila dari COVAX kita bisa mendapatkan komitmen hingga 20% dari jumlah penduduk, kita bisa mencukupi kebutuhan dosis vaksin untuk herd immunity,” jelas Bambang Heriyanto.

“Saya kira kalau kita bisa bekerja sama dengan baik, semua masalah mengenai vaksinasi bisa teratasi. Kalau seandainya semua sudah divaksinasi, sekali lagi kita harus mengingatkan vaksin bukan satu-satunya cara untuk mengalahkan virus ini. Jadi yang sudah mulai longgar protokol kesehatannya karena adanya program vaksinasi harus kita perketat protokol kesehatan kita lagi karena adanya mutasi virus baru yang sudah bertransmisi lokal,” tutup Prof. Herawati. (psr)

Baca Juga:

3 Hal yang Bisa Dilakukan Kalau Kamu Sudah Dapat Vaksin Penuh

Penulis : P Suryo R P Suryo R
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pentingnya Literasi Digital untuk Para Pekerja
Fun
Pentingnya Literasi Digital untuk Para Pekerja

Literasi digital dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam pengetahuan masyarakat.

Lengkuas, si Rempah Super untuk Bantu Redakan Peradangan
Hiburan & Gaya Hidup
Lengkuas, si Rempah Super untuk Bantu Redakan Peradangan

Telah digunakan dalam pengobatan Ayurveda dan Tiongkok selama berabad-abad.

Lounge in the Sky Siap Hadir di Jakarta Januari 2022
Fun
Lounge in the Sky Siap Hadir di Jakarta Januari 2022

Ada 5.000 tamu di waiting list Lounge in the Sky Jakarta.

Facebook Larang Iklan Aksesori Senjata dan Peralatan Militer
Fun
Facebook Larang Iklan Aksesori Senjata dan Peralatan Militer

Facebook benar-benar mempermasalahkan konten iklan ini.

Sebagian Besar Adegan ‘Tokyo Drift’ Ternyata Bukan di Jepang
Fun
Sebagian Besar Adegan ‘Tokyo Drift’ Ternyata Bukan di Jepang

Hampir menyerupai aslinya jika dilihat dengan mata telanjang.

Menyanyikan Gangguan Mental, Cara Menyintas ala The Beatles
ShowBiz
Menyanyikan Gangguan Mental, Cara Menyintas ala The Beatles

Mereka memilih untuk tidak membahasnya.

Figur Penting di Balik Kesuksesan IU
ShowBiz
Figur Penting di Balik Kesuksesan IU

Melewati berbagai masa yang mengerikan dalam kehidupan trainee-nya.

Asteriska Ajak Peduli Bumi dengan Lagu ‘Ibu Pertiwi'
ShowBiz
Asteriska Ajak Peduli Bumi dengan Lagu ‘Ibu Pertiwi'

Musisi bernama lengkap Cabrini Asteriska Widiantini juga mengambil langkah yang lebih jauh lagi.

5 Cara Sederhana Ubah Gaya Penampilan
Fun
5 Cara Sederhana Ubah Gaya Penampilan

Mengubah penampilan dengan cara sederhana dan mudah.

Emma Mackey Hampir tak Perankan Maeve Wiley di Sex Education
ShowBiz
Emma Mackey Hampir tak Perankan Maeve Wiley di Sex Education

Sudahkah kamu menyaksikan Sex Education 3?