Pembelajaran Tatap Muka Diusulkan Berdasarkan Zonasi Paparan COVID-19 PTM. (Foto: Humas Kota Bandung)

MerahPutih.com - Penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diusulkan dilakukan dengan cara zonasi atau sesuai dengan wilayah tempat tinggal dan tidak dilakukan pada wilayah zona merah.

"Pembelajaran dengan tatap muka menimbulkan dilema, seyogyanya tidak semua daerah diberlakukan sama, " kata Ketua DPRD Kotabaru Sairi Mukhlis, Selasa (27/7). Ia memaparkan, Kabupaten Kotabaru yang memiliki hampir sepertiga luas wilayah Kalsel itu terdiri kepulauan, sehingga apabila diberlakukan PTM untuk daerah atau pulau tertentu berbeda dengan daerah perkotaan.

Baca Juga:

Kasus Baru COVID Pangkalpinang Masih 100 sehari, DPRD Minta Awasi Ketat Sekolah PTM

Bagi daerah atau kecamatan yang banyak terpapar COVID-19 atau masuk zona merah, maka tidak perlu diberlakukan PTM atau pemebelajaran cukup dilakukan dengan dalam jaringan (daring). Namun bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah yang tidak ada yang terpapar, seperti yang ada di pelosok desa, maka diberlakukan sekolah dengan tatap muka.

Ia menegaskan, banyak desa di pelosok yang tidak dimasuki oleh orang orang luar, sehingga tidak ada orang yang membawa Virus Corona atau COVID-19 masuk ke wilayah tersebut.

"Pada saat ini anak-anak kita sudah sangat membutuhkan pembelajaran tatap muka dengan guru guru mereka," jelas Sairi.

Uji Coba PTM. (Foto: Antara)
Uji Coba PTM. (Foto: Antara)

Ia mengatakan, anak sekolah perlu kehadiran dan bimbingan seorang guru yang mendidik dengan hati.

"Belajar dengan guru yang berhadapan langsung, bisa mengubah karakter anak-anak kita untuk menjadi lebih baik," ungkapnya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

PTM di Kota Tarakan Ditunda Sampai 8 Agustus

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Honda Tarik Kembali 1,79 Juta Unit Kendaraan
Dunia
Honda Tarik Kembali 1,79 Juta Unit Kendaraan

Honda Motor Co bakal menarik setidaknya 1,79 juta unit kendaraan di seluruh dunia.

Kemenhub Batasi Frekuensi Penerbangan Saat Larangan Mudik
Indonesia
Kemenhub Batasi Frekuensi Penerbangan Saat Larangan Mudik

Pada periode sebelum dan sesudah pelarangan mudik, Kemenhub telah melakukan pengetatan syarat pelaku perjalanan dalam negeri yang berlaku mulai 22 April – 5 Mei dan 18-24 Mei 2021.

Masih Ada Obligator BLBI Enggan Bayar Hutang
Indonesia
Masih Ada Obligator BLBI Enggan Bayar Hutang

"Aset dalam bentuk tanah 15,2 juta hektar yang beli, 5,2 juta hektar sudah kita kuasai langsung kembali," ucap Menko Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD.

Caplok Partai Demokrat, Moeldoko Dianggap Picu Keributan
Indonesia
Caplok Partai Demokrat, Moeldoko Dianggap Picu Keributan

"Hal ini sudah pasti akan melahirkan keributan dan kegaduhan baru dalam dunia perpolitikan di tanah air," kata Abbas

Apresiasi dan Kritik untuk Kapolri Usai Copot Kapolda Metro Jaya dan Jabar
Indonesia
Apresiasi dan Kritik untuk Kapolri Usai Copot Kapolda Metro Jaya dan Jabar

Meski begitu, keputusan Idham dikritik. Sebab, terkesan 'mencari kambing hitam' dan terlambat mengambil keputusan.

Kebutuhan Oksigen di RSUP Sanglah Bali Naik 2 Kali Lipat
Indonesia
Kebutuhan Oksigen di RSUP Sanglah Bali Naik 2 Kali Lipat

Jika dihitung kebutuhan O2 rata-rata 2000-2500 meter kubik dengan jumlah persediaan rata-rata dua kali lipat, 4000-5000 meter kubik, sehingga persediaan oksigen aman dan pendistribusiannya tidak pernah terhalang.

Polda Jateng Kawal Ketat Distribusi 62.560 Dosis Vaksin COVID-19 ke Daerah
Indonesia
Polda Jateng Kawal Ketat Distribusi 62.560 Dosis Vaksin COVID-19 ke Daerah

Vaksin Sinovac rencananya akan disebar di kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Turki Hukum Seumur Hidup Para Pemimpin Kudeta 2016
Dunia
Turki Hukum Seumur Hidup Para Pemimpin Kudeta 2016

Kudeta tersebut dilakukan para pimpinan militer dari sebuah pangkalan udara dekat ibu kota Ankara.

Polda Metro Gagalkan 64.612 Kendaraan Hendak Mudik
Indonesia
Polda Metro Gagalkan 64.612 Kendaraan Hendak Mudik

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memutar puluhan ribu kendaraan pemudik selama delapan hari (H+8) pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2021 atau sejak 6-13 Mei.

Anies Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
Indonesia
Anies Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

"Pulau Jawa khususnya di kawasan pesisir utara masih memiliki risiko curah hujan ekstrem," ucap Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (22/2).