Pembebaskan Sandera Dua WNI Tewaskan Gembong Teroris Abu Sayyaf Sejumlah WNI berfoto bersama dengan tim KBRI dan Angkatan Bersenjata Filipina sebelum dievakuasi dari Marawi City, Filipina, Kamis (1/6). (ANTARA FOTO/Al Jazeera/Adiguno)

MerahPutih.com - Sebanyak dua sandera kelompok teroris asal Filipina, Abu Sayyaf berhasil dibebaskan. Sementara, masih tiga orang yang ditahan.

Dua WNI yang berhasil dibebaskan berinisial SM dan ML berhasil dibebaskan sementara 1 sandera berinisial MF masih diupayakan dibebaskan.

Baca Juga

Jokowi Minta Duterte Intensifkan Upaya Pembebasan 3 WNI Dari Abu Sayyaf

"SM dan ML akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan selanjutnya akan segera direpatriasi ke Indonesia," demikian keterangan dari Kementerian Luar Negeri RI

Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan bahwa keberhasilan sementara ini merupakan buah dari kerjasama yang baik antara pemerintah Indonesia dengan Filipina.

“Ini berkat kerjasama Pemerintah Indonesia dan Philippina,” terang Mahfud dalam keterangannya, Minggu (22/12).

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. ANTARA/Syaiful Hakim/pri. (Antara Foto/Syaiful Hakim)
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. ANTARA/Syaiful Hakim/pri. (Antara Foto/Syaiful Hakim)

Sementara untuk misi penyelamatan ini, dua orang penyandera dikabarkan tewas. Sederet langkah diplomasi sudah dilakukan untuk membebaskan 3 WNI ini.

Mulai dari pembicaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte hingga pembicaraan Menlu RI Retno Marsudi dan Menhan Filipina.

Pembicaraan itu lalu ditindaklanjuti dengan koordinasi di bawah Kementerian Polhukam. Berkat komunikasi intensif antara intelijen Indonesia dan militer Filipina, lokasi penyandera diketahui. Terjadi kontak senjata pada pagi tadi.

Seperti diketahui, 3 nelayan WNI disandera kelompok Abu Sayyaf sejak September lalu. Mereka diculik dari perairan dekat Lahad Datu, Sabah, Malaysia, dan membawa mereka ke Filipina.

Baca Juga

Polri Pastikan Pasutri Indonesia 'Pengantin' Bom Gereja Filipina

Kelompok penyandera meminta uang tebusan sebesar 30 juta peso (Rp 8,3 miliar) untuk pembebasan mereka. Tiga WNI itu adalah Samiun Maneu (27), Maharuydin Lunani (48), dan Muhammad Farhan (27). (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH