Pembatasan Armada Picu Antrean Mengular, MRT Minta Pengertian Penumpang penumpang di salah satu stasiun MRT Jakarta. Foto: Net

Merahputih.com - PT MRT Jakarta mengimbau kepada publik untuk memahami tujuan kebijakan pembatasan kereta MRT sebagai upaya pencegahan wabah virus corona agar tidak menyebar lebih luas, meski pemberlakukan hari pertama ini memicu kacau-balau antrean yang membeludak.

"Tujuan dari kebijakan ini sebetulnya perlu dipahami juga oleh masyarakat bahwa penularan di dalam stasiun dan kereta MRT Jakarta yang tertutup, menggunakan pendingin udara dan berada di bawah tanah memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan penularan di area terbuka yang memiliki sirkulasi udara dengan suhu cuaca 27 derajat Celcius ke atas," ujar Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, Senin (16/3).

Baca Juga

Stok Pangan Aman, Anies Minta Warga Tetap Tenang dan Tidak Panik

Pada intinya, kalau di dalam kereta MRT ini pihakya perlu berhati-hati dan itu yang perlu dipahami oleh penumpang juga.

"Jadi kebijakan ini sudah kami koordinasikan dan ini baru hari pertama. Dimulai pada pagi hari ini di mana operasionalnya pada pukul 06.00 WIB, kemudian headway 20 menit lalu pembatasan penumpang di dalam stasiun dan kereta," jelas Muhammad Kamaluddin.

MRT
Penumpukan penumpang

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi jumlah penumpang transportasi umum yang akan masuk ruang tunggu untuk menurunkan potensi penyebaran COVID-19 di ruang publik mulai hari ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa nanti di stasiun MRT akan ada pembatasan jumlah orang masuk stasiun, di halte TransJakarta juga akan dilakukan pembatasan untuk mengurangi potensi interaksi yang dekat, yang ada potensi penularan.

Baca Juga

Penumpang Bersuhu 38 Derajat Dilarang Naik KA Bandara

Anies mencontohkan di gerbong MRT, tadinya berkapasitas 300 orang nantinya hanya diisi dengan 60 orang penumpang. Selain pembatasan jumlah penumpang, sebagaimana dikutip Antara, Anies memastikan cairan pembersih tangan akan disiapkan di setiap tempat layanan transportasi umum berada.

Pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh Pemprov DKI ditujukan agar berkurangnya interaksi di ruang publik sebagai upaya mengurangi potensi penyebaran COVID-19. Anies berharap agar pembatasan-pembatasan itu dijalankan secara serius oleh warga Jakarta. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH