Pembatalan Permenhub Taksi Online Berpotensi Bikin Geger Driver Taksi Jogja

MerahPutih.com - Mahkamah Agung telah membatalkan 14 pasal dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 26 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.

Ketua Organda DIY Agus Andriyanto mengatakan keputusan MA tersebut berpotensi bikin geger para pengemudi taksi.

Menurut Agus, keputusan itu memicu kembali gesekan antara driver taksi online dan konvensional. Sebelum Permenhub keluar, sempat beberapa kali terjadi gesekan antar pengemudi taksi online dan konvensional di lapangan. Usai revisi Permenhub diberlakukan, ketegangan dan gesekan itu agak mereda.

"Sekarang tambah panas(situasinya). Grup-grup pengemudi konvensional di sosial media situasinya emosi,"kata Agus pada merahputih.com melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Senin 28 Agustus 2017.

Agus menilai MA terlalu terburu-buru mengambil keputusan dan kurang memikirkan efek di lapangan. Seharusnya MA tidak hanya mempertimbangkan Permenhub ini dari segi undang-undang persaingan bisnis, namun juga turut memperhatikan soal perlindungan konsumen dan keselamatan lalu lintas.

Organda DIY sudah membentuk tim bersama Organda pusat untuk mengkaji keputusan MA. Rencananya tim tersebut akan melakukan Judicial Review.

Pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan driver taksi konvensional untuk meredakan ketegangan. Ia mengimbau kepada seluruh driver taksi konvensional untuk menahan diri dan tidak melakukan kekerasan sampai pemerintah pusat mengemukakan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Ikuti berita-berita menarik lain dari Yogyakarta dalam artikel: Lusa, Sultan Yogyakarta Bagi-Bagi Sapi Kurban



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH