Pembatalan Perjalanan Melonjak Karena Virus Corona Tren ferund meningkat (Foto: Pixabay/JESHOOTS-com)

DAMPAK virus corona memang menjalar ke berbagai sektor, tanpa terkecuali sektor pariwisata. Chief Marketing Officer Traveloka, Dionisius Nathaniel, mengatakan sejak COVID-19 merebak, pembatalan perjalanan dari platform pemesanan Traveloka meningkat tajam.

“Saat ini, kami tengah mengalami lonjakan yang sangat signifikan terkait permintaan pembatalan perjalanan serta pengembalian dana sebagai dampak dari perkembangan terbaru situasi COVID-19 saat ini,” kata Dionisius seperti dilansir dari Antaranews.com, Rabu (18/3).

Baca juga:

Berikut Daftar Laboratorium Pemeriksaan Virus Corona

Hal ini diakibatkan virus corona (Foto: Picxabay/Free-Photos)
Hal ini diakibatkan virus corona (Foto: Picxabay/Free-Photos)



Terkait hal tersebut, pihak Traveloka telah melakukan antisipasi dengan meningkatkan layanan costumer service. Nantinya pelayanan ini akan memprioritaskan permintaan dari pengguna yang memiliki tanggal keberangkatan atau pemesanan terdekat. Tujuannya guna mengakomodir permintaan pengguna pada situasi COVID-19.

Lonjakan refund juga terjadi pada marketplace khusus traveling Open Trip ID. Hal itu diungkapkan oleh sang founder, Eka Saparingga. Pria yang akrab sapa Angga ini mengatakan ada sekitar 30 persen permintaan refund dan rescedule untuk destinasi yang ditutup oleh pemerintah.

Baca juga:

Vaksin Corona Sudah Ada, Seperti Apa Khasiatnya?

Refund juga terjadi di open-trip.id (Foto: Pixabay/Skitterphoto)
Refund juga terjadi di open-trip.id (Foto: Pixabay/Skitterphoto)



"Semua tempat destinasi yang sudah mendapatkan edara ditutup sementara untuk mengurami pandemi corona Kita kasih opsi reschedule atau refund," katanya kepada merahputih.com melalui WhatsApp.

Meski demikian, Open Trip ID masih on schedule untuk destinasi yang belum ditutup oleh pemerintah. Namun jika sewaktu-waktu ada edaran ditutup maka opsi reschedule atau refund akan diterapkan bagi para pelanggan.

Saat ini, jumlah kasus virus corona di Indonesia masih terus meningkat. Data terakhir, Rabu (18/3) sudah ada 227 kasus dengan total korban meninggal sampai 19 jiwa. Sementara untuk jumlah kasus secara global mencapai 199 ribu dengan 7 ribu lebih korban meninggal. (Yni)

Baca juga:

Cara Melindungi Anakmu dari Virus Corona


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH