Pembangunan di Papua Demi Wujudkan Keadilan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (MP/Ponco Sulaksono)

Pembangunan di Papua merupakan komitmen pemerintah untuk mewujudkan keadilan. Saat ini, Papua menjadi salah satu fokus pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan.

Demikian dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menanggapi proyek-proyek pembangunan di Papua.

"Kenapa kita bangun Papua? Pertama untuk keadilan. Kedua, pemerataan pembangunan. Ketiga mengurangi kesenjangan. Contoh konektivitas, kenapa kita bangun jalan trans Papua, ya itu untuk keadilan," kata Basuki usai acara diskusi "Pemerataan di Papua" di bilangan Jakarta Selatan, Minggu (5/3).

Basuki mengakui, kendati pembangunan infrastruktur di wilayah Papua tidak bisa berjalan dengan cepat. Dengan fokus pemerintah kini tertuju di wilayah Indonesia Timur, dirinya optimistis pemerintah mampu menyelesaikan dalam beberapa tahun mendatang.

Menurut Basuki, pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp7-8 triliun untuk pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Hal itu merupakan bukti komitmen pemerintah dalam mendukung pembanguna di Papua.

"Kita punya proyek prioritas strategis dan proyek padat karya. Sudah ada jalan trans Papua sepanjang 3.850 km tembus Sorong hingga Manokwari," ungkap Basuki.

Dia menambahkan, pemerintah juga membangun bendungan dan jaringan irigasi di wilayah Papua termasuk di wilayah perbatasan. Tak hanya itu, pemerintah juga membangun rumah di daerah perbatasan, yang disebut Rumah Khusus bagi pelayan-pelayan masyarakat seperti tentara dan tenaga medis.

"Kita juga ingin menciptakan kegiatan ekonomi di perbatasan. Seperti di Entikong, Malaysia sudah banyak buka perdagangan di sana. Kita bikin pasar besar, karena produk kita lebih banyak dan lebih murah. Supaya ada kegiatan ekonomi," tukas Basuki.



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH