Pembahasan RUU PDP Terkait Pengawas Independen Belum Capai Titik Temu Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, Rabu (20/10). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Komisi I DPR menargetkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP) selesai disahkan pada Desember akhir tahun ini. Sementara itu, dalam pengawasan pelaksana PDP, Komisi I DPR akan membentuk lembaga independen seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan pengawasan.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, sejauh ini antara DPR RI dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) sudah hampir menemukan titik tengah dari perbedaan pandangan dalam membahas RUU PDP tersebut. Perkembangan RUU PDP sejauh ini tinggal membuat lembaga pengawasnya.

Baca Juga:

Pakar Beberkan Cara Cegah Pencurian Data Pribadi oleh Pinjol

"Draf per pasal sudah final semua.Sekarang sudah separuh lebih, tinggal permasalah otoritas pengawasannya," ujar Kharis saat menggelar ramah tamah dengan awak media di Solo, Rabu (20/10).

Kharis yang juga menjabat sebagai ketua Panitia Kerja (Panja) RUU PDP ini mengatakan, dalam pengesahan RUU PDP sempat mengalami penundaan sebanyak lebih dari tiga kali. Hal ini karena ada perbedaan pandangan dari pihak legislatif dan eksekutif.

"Kemenkominfo maunya PDP dikelola sendiri kemudian pengawasannya juga dari mereka, di bawah salah satu Dirjen. Jika itu dilakukan sama saja jeruk minum sari jeruk,” kata dia.

Dari Komisi I DPR, kata dia, menginginka ada lembaga independen sendiri dalam hal pengawasan sehingga lebih fair. Kemudian pertanggungjawabannya langsung pada presiden.

Data. (Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay )
Data. (Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay )

"Pertanggungjawaban bukan lagi kepada menteri, bukan pada Dirjen. Jadi gambarnya seperti OJK (otoritas Jasa Keuangan),” kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Alasannya sendiri, lanjut dia, karena RUU PDP yang disusun Kemenkominfo konsepnya mengacu pada General Data Protection Regulation (GDPR) milik Uni Eropa. Dimana dalam GDPR pihak pengawas adalah independen.

"Mudah-mudahan sudah ada signal-signal titik temu, awal November, awal masa persidangan besok kita mulai sehingga sebelum 31 Desember pembahasan RUU PDP sudah selesai," tutup dia. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Puan: Integrasi NIK dan NPWP Harus Jamin Keamanan Data Pribadi Warga

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Petugas Kubur Peti Mati Kosong Jenazah COVID-19
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Petugas Kubur Peti Mati Kosong Jenazah COVID-19

Peti mati kosong yang sudah dikubur itu kemudian dibongkar kembali dan jenazah warga yang sebelumnya masih berada di rumah sakit pun dikuburkan pada Senin (12/6) pagi.

Angka Kesembuhan Pasien COVID-19 Dekati 3 Juta
Indonesia
Angka Kesembuhan Pasien COVID-19 Dekati 3 Juta

ROGR bisa dimanfaatkan warga negara Indonesia (WNI) yang berstatus positif COVID-19

[Hoaks Atau Fakta]: Jadi Ketum Demokrat, Moeldoko Masih Kader Partai Hanura
Indonesia
[Hoaks Atau Fakta]: Jadi Ketum Demokrat, Moeldoko Masih Kader Partai Hanura

Setelah ditelusuri Mafindo, Moeldoko telah berhenti menjadi kader Partai Hanura sejak 2018 lalu karena ingin fokus dengan mandatnya sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan.

Gunung Berapi Ile Lewotolok Terbakar Akibat Lontaran Lava Pijar
Indonesia
Gunung Berapi Ile Lewotolok Terbakar Akibat Lontaran Lava Pijar

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di wilayah Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh, AP II Bikin Tiga Posko
Indonesia
Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh, AP II Bikin Tiga Posko

Posko ketiga juga dibuka di Bandara Supadio, Pontianak

Tidak Punya Anggaran, Pemprov DKI Pastikan tak Ada Pesta Tahun Baru
Indonesia
Tidak Punya Anggaran, Pemprov DKI Pastikan tak Ada Pesta Tahun Baru

"Tidak ada. Kita memang tidak menganggarkan. Kegiatan akhir tahun tidak kita anggarkan," jelasnya.

Perkara Pemukulan Nurhadi Terhadap Anak Buah Firli Bahuri Dilimpahkan
Indonesia
Perkara Pemukulan Nurhadi Terhadap Anak Buah Firli Bahuri Dilimpahkan

Sejauh ini, sudah dua orang saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut

Pengemudi Ojol Terseret saat Pertahankan Motornya dari Mata Elang di Kebon Jeruk
Indonesia
Pengemudi Ojol Terseret saat Pertahankan Motornya dari Mata Elang di Kebon Jeruk

Aksi tersebut terekam sebuah video amatir yang diunggah akun instagram @cetul222. Korban sempat terseret karena mempertahankan motor yang dibawa kabur sang mata elang.

Polisi Berlakukan Crowd Free Night di Kawasan Kota Tua Jakarta
Indonesia
Polisi Berlakukan Crowd Free Night di Kawasan Kota Tua Jakarta

Polisi memberlakukan sistem Crowd Free Night (CFN) guna mengantisipasi kerumunan di masa PPKM Level 3 di Kawasan Kota Tua Jakarta

Modus Pelaku Penipuan Rekrutmen Karyawan BNI dengan Iming-iming Gaji Rp10 Juta
Indonesia
Modus Pelaku Penipuan Rekrutmen Karyawan BNI dengan Iming-iming Gaji Rp10 Juta

Tersangka juga akan menghubungi korban melalui sms/WA untuk dimintai uang untuk akomodasi hotel