Pemain Timnas Dapat Dampak Buruk Kerusuhan Suporter di GBK Penyerang tim nasional Indonesia Alberto 'Beto' Goncalves. (Antaranews)

MerahPutih.com - Penyerang tim nasional Indonesia Alberto 'Beto' Goncalves mengakui bahwa sikap suporter Indonesia yang membuat kericuhan saat laga kontra Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjatuhkan mental pemain.

"Kami sudah fokus ke pertandingan, tahu-tahu ada masalah begitu. Kami juga harus ikut menenangkan suporter dan akhirnya fokus ke laga hilang," ujar Beto usai pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia itu.

Baca Juga:

Malaysia Akan Laporkan Kerusuhan GBK ke FIFA

Menurut pemain berusia 38 tahun itu, sikap tidak terpuji dari para pendukung Indonesia sangat merugikan tim nasional yang tengah berupaya memenangkan laga.

View this post on Instagram

Sebentar tadi saya bersama penyokong-penyokong Harimau Malaya menyaksikan Kelayakan Piala Dunia di Stadium Gelora Bung Karno. Objek besi, botol dan suar dicampak kepada kami beberapa kali. Terdapat juga beberapa penyokong Indonesia juga cuba merempuh kawasan Malaysia dan perlawanan terpaksa dihentikan seketika. Saya dimaklumkan FAM bahawa mereka akan membuat aduan rasmi kepada FIFA. Saya juga akan membuat laporan rasmi kepada kerajaan Indonesia dan rakan sejawatan saya di sana. Gangsterism tidak akan ditolak ansur dalam apa jua cara. Keselamatan pemain dan penyokong Malaysia adalah keutamaan saya. Ketika ini saya masih lagi bersama-sama dengan penyokong Malaysia ditempatkan di dalam stadium sementara menanti keadaan di luar reda sebelum kami boleh pulang. Kejadian ini amat menyedihkan buat industri sukan bolasepak yang sepatutnya menjadi medium penyatuan. Saya berjanji akan menuntut keadilan bagi rakyat Malaysia. #SelamanyaHarimauMalaya

A post shared by Syed Saddiq (@syedsaddiq) on

Tindakan itu juga dinilainya tidak pantas dilakukan. Hal itu bukan cuma tentang hubungan antarsuporter tetapi juga sebagai sesama manusia.

"Kita sama-sama manusia hanya beda negara. Itu tidak boleh terjadi. Kita harus menghormati semua orang. Mudah-mudahan suporter bisa mengubah mentalitasnya," kata Beto seperti dilansir Antara.

Seharusnya, lanjut pemain naturalisasi itu, kehadiran suporter hanya fokus memberikan dukungan kepada tim kesayangannya ketika berada di stadion.

Tidak perlu menjelek-jelekkan atau memprovokasi suporter lain yang ada di lokasi.

Oknum suporter Indonesia melakukan serangan verbal dan fisik kepada para pendukung Malaysia di SUGBK.

Pertandingan bahkan dihentikan selama kurang lebih 10 menit di babak kedua karena hal itu. Suporter Indonesia juga masuk hingga lintasan lari di tepi lapangan.

Ketika laga usai, suporter Indonesia kembali menyerang pendukung Malaysia yang membuat warga Negeri Jiran berlarian untuk menyelamatkan diri. Diketahui ada beberapa korban luka dari pihak Malaysia akibat kejadian tersebut.

Baca Juga:

Suporter Indonesia Rusuh Lawan Malaysia, Begini Tanggapan Andritany

Bukan cuma itu, suporter Indonesia juga terlibat bentrok dengan petugas kepolisian di sekitar stadion yang membuat petugas keamanan melakukan tindakan tegas untuk mengurai massa.

Indonesia kalah dengan skor 2-3 dari Malaysia pada laga perdananya di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9) malam.

Dua gol Indonesia dicetak oleh Alberto Goncalves (12', 39'), sementara gol Malaysia dilesakkan oleh Mohamadou Sumareh (37', 90+6') dan Muhammad Syafiq Ahmad (66').

Hasil itu membuat Indonesia untuk sementara berada di peringkat terbawah atau kelima klasemen sementara Grup G, sementara Malaysia bertengger di puncak. Di laga lain grup ini, juga pada Kamis (5/9), Thailand dan Vietnam bermain imbang 0-0. (Knu)

Baca Juga:

Kericuhan Pecah di SUGBK, Polisi Ancam Tak Berikan Izin Timnas Indonesia Bertanding



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH