Peluang Prabowo Subianto Nyapres Cuma 50 Persen Prabowo Subianto. (Facebook/Prabowo Subianto)

MerahPutih.com - Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris memprediksi peluang Prabowo Subianto menjadi calon presiden di Pemilihan Presiden 2019 hanya 50 persen.

"Pak Prabowo jadi capres menurut saya hanya 50 persen," kata Haris dalam diskusi bertajuk "Presidential Race: Siapa Lawan Tanding Jokowi?" di Kantor PARA Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (6/7).

Haris menilai, ada dua faktor yang membuat peluang Prabowo kecil untuk maju sebagai calon presiden. Faktor pertama, kata dia, Ketua Umum Partai Gerindra itu kesulitan mendapatkan modal finansial.

"Dengan melihat perkembangan seperti ini, soal utamanya ada di modal atau sumber dana," imbuh dia.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberi hormat ala militer kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta saat pelantikan Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan pada Senin (16/10). (Foto: Biro Pers Setpres)

Pasalnya, untuk maju sebagai capres membutuhkan biaya yang cukup besar. Menurut Haris, setidaknya Prabowo harus menyiapkan uang lebih dari Rp 1 triliun.

Namun sayangnya, sang adik, Hashim Djojohadikusumo sudah tidak bisa lagi diandalkan menjadi penyokong dana Prabowo. Sebab, berdasarkan data Forbes Hashim tidak lagi berada di posisi 40 besar orang terkaya di Indonesia.

"Andalan Pak Prabowo itu Hashim, posisi finansial, saya menduga dengan membaca data Forbes, tidak begitu menggembirakan. 2014 Hashim masih 40 besar orang terkaya di Indonesia. Sekarang berada di posisi 90an," ungkapnya.

"Itulah yang melatarbelakangi Pak Prabowo menggalang dana publik. Itu sungguh-sungguh. Tak main-main. Bagaimanapun ini bukan masalah sepele. Ini maslaah luar biasa. Diduga kuat dana pencapresan lebih dari satu triliun," kata dia menambahkan.

Prabowo Subianto bersilaturahmi dan Halalbihalal bersama kader Gerindra dan tokoh masyrakat Lampung didampingi Calon Gubernur M. Ridho Ficardo. Foto: @Gerindra

Haris melanjutkan, faktor lainnya Prabowo belum memiliki partai koalisi yang solid untuk mendukung dirinya menjadi capres. Sebagaimana diketahui, masing-masing partai koalisi tersebut mensyaratkan jatah cawapres dari kader internal.

"Kita tahu PKS punya sembilan nama cawapres. Ketua Umum PAN, Pak Zukifli berminat juga. Belum penjajakan dari Cikeas yang menjajakkan AHY, dipasangkan dengan Pak JK. Kemudian Prabowo sama Anies. Ini semua menambahkan sulitnya membangun konsensus," pungkasnya. (Pon)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH