Peluang Eksportir Indonesia Kenalkan Produk Dalam Negeri Terbuka Lebar Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) menyalami Menteri BUMN Rini Soemarno disaksikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri), Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya (kedua kiri), Menteri Pe

Merahputih.com - Wakil Ketua Komisi VI DPR, Dito Ganinduto melihat adanya peluang yang semakin besar bagi para eksportir Indonesia untuk memperkenalkan dan mengekspor produk dalam negeri ke berbagai negara di dunia.

"Peluang itu terlihat dari surplus neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat dalam dua tahun terakhir," kata Dito Gandito dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/5).

Nilai surplus perdagangan pada 2016 mencapai 8,47 miliar dolar AS, sedangkan pada 2017 mencapai 9,44 miliar dolar AS. Untuk ekspor non-migas, total ekspor Indonesia pada 2016 mencapai 15,68 miliar dolar AS, sedangkan pada 2017 meningkat menjadi 17,14 miliar dolar AS.

Politisi Partai Golkar ini menilai, menyusul terbukanya peluang ekspor yang semakin besar, maka kebutuhan tenaga kerja dan lapangan kerja juga akan semakin bertambah. "Hal ini diharapkan sekaligus mengurangi angka pengangguran di Indonesia," katanya.

Presiden Joko Widodo yang melepas ekspor produk-produk Indonesia menggunakan kapal kontainer berukuran besar dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Selasa (15/5) sore, menunjukkan bahwa pelabuhan tersebut sudah mampu melayani kapal besar dengan kapasitas 10.000 TEUs dan berbobot 95.263 GT (Gross Tonnage) untuk yang bersandar.

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri), Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya (kedua kiri), Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menekan tombol ketika melepas ekspor komoditas Indonesia menggunakan kapal kontainer berukuran raksasa ke sejumlah negara di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Kapal MV. CMA CGM TAGE yang dilepas Presiden merupakan kapal besar dengan layanan Java - America Express (JAX) Service, yang secara rutin melayari rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (Los Angeles & Oakland) Amerika Serikat melalui "direct call".

Menurut dia, kapal tersebut menawarkan "ocean freight" yang lebih kompetitif dan waktu pengiriman yang cepat, yakni 24 hari untuk rute Jakarta - Los Angeles. "Waktu pengiriman tersebut lebih cepat dari pada kompetitor yang mencapai lebih dari 30 hari. Hal ini akan membuat daya saing produk ekspor Indonesia di Amerika Serikat," katanya dikutip Antara.

Dito melihat dengan bersandarnya kapal besar di Pelabuhan Tanjung Priok, membuktikan bahwa infrastruktur pelabuhan Tanjung Priok telah siap dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan kapal besar untuk berlabuh.

Hal ini, juga membuktikan harapan Pemerintah untuk menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai "Transshipment Port" telah terwujud. Selain itu, bersandarnya kapal besar di Pelabuhan Tanjung Priok, berperan penting untuk menurunkan biaya logistik di Indonesia, di mana sebelumnya, kargo-kargo ekspor Indonesia harus dikirimkan terlebih dahulu melalui pelabuhan di negara lain.

"Dengan adanya layanan 'direct call' ini, para eksportir dapat menghemat biaya dan waktu pengiriman barang dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Amerika Serikat," kata Dito.

Kapal berkapasitas sekitar 10.000 TEUs yang melayani rute langsung (direct call) rute Tanjung Priok Jakarta-Los Angeles, Amerika Serikat tersebut dapat meringankan biaya logistik bagi pelaku industri serta mendorong ekspor produk Indonesia. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Adapun produk ekspor yang dibawa kapal tersebut ke Amerika Serikat, antara lain produk alas kaki, garmen, karet dan ban, elektronik, serta produk lainnya. Selain itu, pemerintah juga tengah membidik ekspor langsung dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Rotterdam, Belanda, setelah ekspor langsung menuju Amerika Serikat (AS) telah dilaksanakan.

"Untuk negara lain berikutnya ke Rotterdam. Pintu ekspor kita ke AS itu di Los Angeles, pintu ekspor kita di Eropa itu Rotterdam. Jadi kalau kapal ini bisa langsung dari Jakarta, ini semakin bersaing biayanya," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Airlangga menyampaikan hal itu usai memdampingi Presiden Joko Widodo menghadiri Pelepasan Ekspor dan Peninjauan Infrastrktur Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Menurutnya, jenis produk yang rencananya diekspor ke Eropa antara lain Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya. "Ini tergantung perkembangan produknya sendiri. Komoditasmya harapannya CPO tidak dihambat. Kalau tidak, tentu turunannya CPO," pungkas Airlangga.

Produk lainnya yakni tekstil dan produk tekstil, serta alas kaki yang masih menjadi produk andalan. "Untuk alas kaki ini kita nomor enam di dunia, sehingga potensinya besar untuk diekspor ke sana," tukasnya. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH