Peluang Bisnis di Laos Terbuka Lebar, Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia Diminta Siapkan 'Branding' Presiden Jokowi didampingi Mendag dan Seskab mencoba produk sebuah waralaba usai membuka Pameran Waralaba dan UKM Indonesia 2016, di JCC, Jakarta, Jumat (25/11) pagi. (Foto: OJI/Humas)

Merahputih.com - Pasar negara Laos di kawasan Indochina dinilai memiliki peluang besar untuk dimasuki para pengusaha sektor ekonomi kreatif dari Indonesia.

Kepala Fungsi Ekonomi KBRI Laos, Wishnu Krisnamurthi di Vientiane, Laos, minggu (5/6) mengemukakan beberapa bidang yang bisa dimasuki antara lain terkait dengan perfilman, periklanan serta furniture atau perabot.

Dikutip Antara, KBRI juga telah dan akan terus memfasilitasi pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha sektor kreatif agar bisa menangkap peluang bisnis di Laos.

Indonesia mendorong isu pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan perancangan kebijakan yang memihak pelaku usaha mikro di forum ASEAN yang digelar di Luang Prabang, Laos, 2-3 April 2018.

UMKM Bandung. Foto: cibeunyingkidul.bandung.go.id

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (5/4), mengatakan pihaknya dipercaya untuk memimpin dialog bisnis terkait kebijakan pengembangan usaha mikro pada forum ASEAN dalam ajang dialog kebijakan antar-negara anggota ASEAN ke-dua yang digelar di Laos.

"Usaha mikro masih mendominasi sektor usaha di kawasan ASEAN, di mana jenis usaha ini berkontribusi besar dalam perekonomian masyarakat dan penyerapan tenaga kerja," ujar Wayan.

UMKM. Foto: ist

Namun ia menambahkan, sebagian besar usaha mikro belum berstatus sebagai usaha formal. Salah satu tantangan terbesar dalam mengurangi jumlah usaha informal adalah mencari solusi yang paling tepat untuk memfasilitasi transisi formalisasi UMKM dari sektor informal menuju formal.

Terkait sektor ekonomi kreatif, Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Bonifasius Pudjianto menginkan para pelaku usaha sektor kreatif di dalam negeri dapat melakukan "branding" dengan baik sehingga tidak hanya memiliki pasar di dalam negeri tetapi juga luar negeri.

Apalagi, lanjutnya, Bekraf sedang gencar mendorong ekonomi kreatif dapat menjadi kekuatan perekonomian Indonesia pada masa depan sehingga diharapkan produk lokal anak bangsa dan bisa merambah mancanegara. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH