Pelatih Asing Bawa Kutukan di Persib Bandung Pemain Persib Bandung. Foto: @persib

MerahPutih.com - Persib Bandung merayakan hari jadinya ke-85 pada Rabu (14/3). Klub berjuluk Maung Bandung ini merupakan salah satu tim tersukses di Indonesia dengan berbagai raihkan gelar juara.

Tercatat, sejak berdiri pada 14 Maret 1933, Persib menjuarai Perserikatan sebanyak lima kali (1939, 1961, 1986, 1989/1990, 1993/1994), juara Liga Indonesia 1994/1995, dan juara Indonesia Super League (ISL) 2014.

Pemain Persib. Foto: Persib/Instagram

Tetapi, di balik kejayaan Persib ada fakta menarik yang dialami Persib sejak Perserikatan sampai Liga 1 2017. Di mana, Persib memiliki kutukan bernama pelatih asing.

Persib tidak pernah berjaya menjadi juara di bawah arahan pelatih asing. Semua gelar juara yang diraih Persib merupakan arahan dari pelatih lokal.

Dari berbagai sumber dan data RSSSF Indonesia, Persib pernah ditukangi delapan pelatih asing sejak 1982. Namun, semuanya gagal dan bahkan di antaranya mengalami pemecatan

Kegagalan Marek Jonota hingga Daniel Darko

Persib pertama kali menggunakan jasa pelatih asing pada tahun 1982. Saat itu, tim Maung Bandung ditangani Marek Janota. Pelatih asal Polandia itu diambil Tim Maung Bandung, lantaran polesan apiknya di Timnas Indonesia tahun 1979-1980.

Sayang, ia gagal membawa Persib menjadi juara Perserikatan. Namun, ia berhasil mengorbitkan bintang-bintang Persib kala itu, macam Robby Darwis, Iwan Sunarya dan Sobur.

Marek Janota

Ia meninggalkan Persib pada tahun 1985. Posisinya digantikan Nandar Iskandar. Uniknya, Nandar berhasil membawa Persib menjadi juara Perserikatan 1986.

Selanjutnya, pelatih asing kedua Persib adalah Marek Andrejz Sledzianowski. Ia ditunjuk saat Liga Indonesia 2003. Sayang, pelatih asal Polandia itu hanya bertahan hingga pertandingan ke-12, setelah menyatakan mundur.

Sosok yang menggantikan Marek adalah Juan Paez. Ia memiliki misi menyelamatkan Persib dari jurang degradasi. Alhasil, pelatih asal Cile tersebut membawa Tim Pangeran Biru bertahan di Divisi Utama Liga Indonesia 2004. Namun, ia tidak diperpanjang manajemen Persib usai membawa tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu di posisi keenam Liga Indonesia wilayah barat tahun 2004.

Pelatih asing keempat Persib, Arcan Iurie. Persib di tangannya mengalami performa buruk dengan berada di jurang degradasi dan menjalani play-off. Beruntung, Persib tetap berada di Divisi Utama Liga Indonesia 2006, setelah gempa Yogyakarta membuat Badan Liga Indonesia (BLI) tidak memberlakukan sistem promosi-degradasi.

Kiprahnya usai setelah manajemen Persib tidak memperpanjang kontraknya, lantaran gagal membawa Tim Maung Bandung ke babak delapan besar Liga Indonesia 2007.

Kemudian, Daniel Darko Janackovic menjadi pelatih kelima. Kiprahnya di Persib hanya selama dua bulan. Penyebabnya lantaran kiprah buruk Persib di enam laga uji coba. Ia pun dipecat sebelum ISL 2010-2011 mulai.

Kutukan Pelatih Asing Persib Berlanjut Saat Jovo Cuckovic hingga Dejan Antonic

Jovo Cuckovic menjadi pelatih asing keenam Persib. Ia awalnya direkrut sebagai penasehat teknik. Namun, secara perlahan Jovo hilang dari struktur kepelatihan Persib di bawah kendali Daniel Roekito pada ISL 2010.

Jovo Cuckovic

Lalu ada Drago Mamic pada ISL 2011-2012. Kiprahnya di Persib hanya sebentar, hanya sampai putaran pertama. Ia mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Persib.

Terakhir ada Dejan Antonic pada pagelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Ia gagal membawa Persib kepenampilan apik di beberapa laga putaran pertama ISC 2016. Tuntutan Bobotoh yang sangat tinggi, membuatnya dipecat manajemen Persib. Posisinya ketika itu digantikan Djadjang Nurdjaman.

Roberto Carlos Mario Gomez. Foto: Persib/Instagram

Kini, Persib dilatih pelatih asing asal Argentina, Roberto Carlos Mario Gomez. Apakah Mario Gomez bisa menghapus kutukan Persib? Semua hanya bisa terjawab di Liga 1 2018. (*/Bolaskor)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH