Pelarian Buron Kasus Sabu-sabu Paling Dicari di Sukabumi Berakhir Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni (tengah) menunjukan barang bukti kasus sabu-sabu tersangka HS yang digunakan untuk bertransaksi narkoba. (Antara/Aditya Rohman)

MerahPutih.com - Polres Sukabumi Kota berhasil menangkap seorang pengedar sabu-sabu paling dicari setelah menghilang sejak penggerebegan sebuah tempat penyimpanan sabu-sabu jaringan internasional seberat 432,38 kilogram, di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Tersangka berinisial HS setelah pengungkapan kasus jaringan internasional tersebut sempat menghilang diduga berpindah-pindah tempat untuk menghilangkan jejaknya," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni di Sukabumi, Selasa (1/7), dikutip Antara.

Baca Juga:

Dari tangan tersangka, Satuan Narkoba Polres Sukabumi Kota berhasil menyita barang bukti sabu-sabu seberat 245,7 gram dan ini pengungkapan terbesar sepanjang 2020 yang sebelumnya juga pihaknya pernah mengungkap kasus serupa sebanyak sekitar 200 gram sabu-sabu.

Informasi yang dihimpun, penangkapan ini berawal polisi yang terus mengintai keberadaan tersangka sempat kehilangan jejak. Tersangka diduga melarikan diri ke beberapa daerah salah satunya Bandung dan Karawang.

Namun tidak lama dari pelariannya, HS kembali lagi ke wilayah Sukabumi. Setelah mendapatkan informasi tersebut, petugas kembali melakukan pengintaian dan memancingnya untuk keluar dari persembunyiannya untuk melakukan transaksi narkoba.

Tersangka pun akhirnya berhasil ditangkap di wilayah Kecamatan Cibeureum Sukabumi, Kota Sukabumi pada Selasa, (30/06) pukul 13.00 WIB. Dari tangan HS polisi awalnya hanya menemukan sabu-sabu kemasan kecil yang disimpan di balik bajunya.

Baca Juga:

Tidak sampai itu, saja setelah dikembangkan dan melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Polisi kembali menemukan barang bukti sabu-sabu, sehingga totalnya mencapai 245,7 gram.

"Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringannya dan bandar yang menjadi pemasok sabu-sabu kepada tersangka. Seperti diketahui, dalam pemasaran narkoba biasanya berantai," tambahnya.

Sumarni mengatakan akibat ulahnya yang telah merusak generasi penerus bangsa tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) ,UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup hingga hukuman mati. (*)

Baca Juga:

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ahli Hukum Pidana Nilai Penetapan Tersangka Nurhadi Terkesan Dipaksakan
Indonesia
Ahli Hukum Pidana Nilai Penetapan Tersangka Nurhadi Terkesan Dipaksakan

Mudzakir menyesalkan praperadilan yang dilayangkan Nurhadi kalah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Padahal, proses penyidikan yang dilakukan KPK masih belum jelas.

Setiap Orang Berpotensi Jadi Senjata Biologis Lho
Indonesia
Setiap Orang Berpotensi Jadi Senjata Biologis Lho

Mari kita biasakan untuk menjaga diri

PPP Kritisi RUU KKR Agar Tepat Guna
Indonesia
PPP Kritisi RUU KKR Agar Tepat Guna

Dahulu UU KKR dianggap kontroversial lalu dibatalkan keseluruhan isinya oleh MK

Bakal Pulangkan Kombatan ISIS, Menag Dianggap Bermain Api
Indonesia
Bakal Pulangkan Kombatan ISIS, Menag Dianggap Bermain Api

Ada ancaman keamanan nasional (kamnas) ketika wacana itu justru disampaikan secara serampangan tanpa ada perencanaan yang matang.

BPIP Gelar Konser 'Bersatu Lawan Corona'
Indonesia
BPIP Gelar Konser 'Bersatu Lawan Corona'

Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP menjelaskan bahwa konser ini merupakan wujud nyata gotong royong dalam mengatasi virus corona.

'New Normal' KPK Dimulai dari Ringannya Vonis Eks Anak Buah Hasto PDIP
Indonesia
'New Normal' KPK Dimulai dari Ringannya Vonis Eks Anak Buah Hasto PDIP

ICW memang sudah memprediksi bahwa vonisyang melibatkan eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan mantan calon anggota legislatif PDIP Harun Masiku akan sangat rendah

PPP dan PKB Juga Berlabuh ke Gibran
Indonesia
PPP dan PKB Juga Berlabuh ke Gibran

Dengan tambahan dukungan dua partai ini, total Gibran telah mengantongi rekomendasi tujuh parpol. Ketuju parpol tersebut, yakni PDIP, Gerindra, PSI, Golkar, PAN, PPP, dan PKB.

Berkaca dari Kasus Bintaro, LPSK Ajak Korban Perkosaan Berani Melapor
Indonesia
Berkaca dari Kasus Bintaro, LPSK Ajak Korban Perkosaan Berani Melapor

LPSK berharap kasus ini diteruskan hingga ranah pengadilan dan pelaku dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pasien Positif COVID-19 di DKI Capai 440 Orang, 37 Meninggal Dunia
Indonesia
Pasien Positif COVID-19 di DKI Capai 440 Orang, 37 Meninggal Dunia

Data itu tercatat Rabu (25/3) sekitar pukul 12.00 WIB.

Penjual Daging Babi Ditangkap Polresta Bandung, Wakapolresta Surakarta: Kami Belum Dimintai Bantuan
Indonesia
Penjual Daging Babi Ditangkap Polresta Bandung, Wakapolresta Surakarta: Kami Belum Dimintai Bantuan

Iwan juga mengaku belum menerima informasi itu dari Polres Bandung dan hanya dapat kabar dari media.