Pelapor Kasus Dugaan Rasial Guru SMAN 58 Jakarta Mangkir dari Pemeriksaan SMAN 58 Jakarta Timur. Foto: kemendikbud

MerahPutih.com - Pelapor guru di SMAN 58 Ciracas, Jakarta Timur berinisial TS yang diduga menyebar SARA telah dipanggil polisi atas laporan yang dibuatnya. Sayangnya, pelapor belum memenuhi panggilan tersebut.

"Pelapor belum memenuhi permintaan klarifikasi," ujar Wakapolres Metro Jakarta Timur, AKBP Stefanus Tamuntuan kepada wartawan, Jumat (6/11).

Padahal, pemanggilan tersebut dilakukan polisi guna meminta keterangannya atau klarifikasi atas laporan yang dibuat. Atau dengan kata lain, panggilan ini untuk menindaklanjuti laporan.

Baca Juga

PDIP DKI Sayangkan Guru SMAN 58 Hanya Ditegur Terkait Kampanye OSIS Seagama

Sedianya, pemanggilan dilakukan pekan ini. Polisi hendak meminta soal latar belakang atau awal mula kejadian sampai laporan dibuat.

Sebelumnya diberitakan, diduga melakukan perbuatan menyebarkan SARA, guru berinisial TS dilaporkan ke polisi.

Guru agama Islam di SMAN 58 Ciracas, Jakarta Timur, itu diduga mengajak siswanya memilih calon Ketua OSIS berlatar belakang agama.

Di mana laporan masuk ke Polres Metro Jakarta Timur. Terkait hal ini, polisi sendiri membenarkan adanya laporan tersebut. Laporan dibuat pada 2 November 2020 lalu.

"Laporannya tanggal 2 November. Yang melaporkan dari perwakilan murid," kata Stefanus. (Knu)

Baca Juga

Guru SMAN 58 DKI Ajak Pilih Ketua OSIS Seagama, DPRD DKI: Jangan Dipecat

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Perpanjangan PPKM di Solo, Mal Diberi Pelonggaran Tutup Sampai Jam 8 Malam
Indonesia
Perpanjangan PPKM di Solo, Mal Diberi Pelonggaran Tutup Sampai Jam 8 Malam

"PPKM jilid pertama kan pusat perbelanjaan, mal, dan restoran buka pukul 10.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB. PPKM jilid kedua buka pukul 10.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB," kata dia.

Rumah Pribadi dan Dinas Azis Syamsuddin Juga Ikut Digeledah KPK
Indonesia
Rumah Pribadi dan Dinas Azis Syamsuddin Juga Ikut Digeledah KPK

Penggeledahan ini terkait penyidikan kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai, M. Syahrial

Pesepeda Bandel Berpotensi Bakal Ditindak dengan Penyitaan KTP
Indonesia
Pesepeda Bandel Berpotensi Bakal Ditindak dengan Penyitaan KTP

Ditlantas Polda Metro Jaya terus mematangkan dasar penegakan hukum terkait pelanggaran yang dilakukan pengguna sepeda di jalan.

Rumah Sakit Penuh, Politisi Sarankan Pemprov Batasi Pasien Dari Luar Daerah
Indonesia
Rumah Sakit Penuh, Politisi Sarankan Pemprov Batasi Pasien Dari Luar Daerah

Jika pasien dari daerah penyangga ibu kota mengisi ruang perawatan COVID-19 mencapai 30 persen.

Nyanyian Demonstran Berpotensi Tularkan COVID-19
Indonesia
Nyanyian Demonstran Berpotensi Tularkan COVID-19

Jika terinfeksi, mereka dapat menyebarkan virus saat kembali ke komunitasnya

Anak Buah Yasonna Periksa Kelengkapan Berkas Demokrat Kubu Moeldoko
Indonesia
Anak Buah Yasonna Periksa Kelengkapan Berkas Demokrat Kubu Moeldoko

Kemenkumham telah menerima hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang menetapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum.

Tunggu Vaksin Datang, 300 Ribu Pedagang di Jakarta Bakal Divaksin COVID-19
Indonesia
Tunggu Vaksin Datang, 300 Ribu Pedagang di Jakarta Bakal Divaksin COVID-19

Dalam program vaksinasi COVID-19 nasional, pemerintah menargetkan 181,5 juta sasaran vaksin.

Pengamat Intelijen Sebut Isu RUU HIP Dikapitalisasi
Indonesia
Pengamat Intelijen Sebut Isu RUU HIP Dikapitalisasi

"Di sisi lain sudah tampak adanya kapitalisasi isu RUU HIP yang dianggap sebagai kebangkitan komunis," kata Stanislaus

Situasi Kamtibmas Jelang Malam Pergantian Tahun di Jakarta Masih Aman Terkendali
Indonesia
Listyo Jadi Kapolri, Bagaimana Nasib Penegakan Hukum di Bareskrim?
Indonesia
Listyo Jadi Kapolri, Bagaimana Nasib Penegakan Hukum di Bareskrim?

Dewan kepangkatan tingkat tinggi (Wanjakti) nanti akan ada prosesnya