Pelantun 'Gelas-Gelas Kaca' Siap Jadi Penjamin Olivia Nathania Ilustrasi rekrutmen CPNS. (Antara/Ist)

Merahputih.com - Sosok penjamin Olivia Nathania (Oi) agar tak dilakukan penahan oleh polisi tak main-main. Dia adalah penyanyi senior yang populer pada tahun 1980-an dan pelantun tembang kenangan 'Gelas-Gelas Kaca', Nia Daniaty. Nia tak lain adalah Ibunda Oi.

Surat permohonan penangguhan penahanan terhadap Olivia Nathania telah diserahkan ke penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Kamis (11/11) malam.

Baca Juga

Anak Nia Daniaty Sebut Hanya Tawarkan Les, Bukan Jasa Penerimaan CPNS

"Bahwa Oi tidak akan melarikan diri," ujar kuasa hukum Olivia, Susanti Agustina saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/11).

Susanti kemudian membeberkan sejumlah alasan terkait permohonan penangguhan penahanan tersebut. Salah satunya karena Oi tengah menjalani pengobatan. Oi juga dinilai kooperatif selama menjalani pemeriksaan.

"Ia sedang dalam pengobatan juga ke rumah sakit, ini yang menjadi pertimbangan," jelas Susanti.

Baca Juga

Anak Nia Daniaty Bakal Diperiksa Polisi Terkait Kasus Dugaan Jasa Penerimaan CPNS

Susanti berharap kliennya itu menjadi tahanan kota. Namun kembali lagi, dikabulkan atau tidaknya Oi menjadi tahanan kota berada di tangan penyidik.

"Nanti penyidik yang menentukan," terangnya.

Sementara itu, Polisi tak mempermasalahkan upaya dari Oi mengajukan penangguhan penahanan. Karena, hal itu merupakan hak setiap tersangka.

Baca Juga:

Polisi Pegang Bukti Kasus Dugaan Penipuan CPNS yang Diduga Libatkan Anak dan Menantu Nia Daniaty

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat tak menjelaskan alasan penyidik menahan Olivia Nathania di kasus penipuan CPNS itu.

"Alasannya subjektivitas penyidik," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi wartawan, Kamis (11/11).

Menurut Tubagus Ade, penahanan Olivia dilakukan untuk mencegah anak Nia Daniaty itu menghilangkan barang bukti. Selain itu, penahanan dilakukan untuk meminimalisasi kesempatan bagi Olivia untuk melarikan diri. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Didesak Ulama dan Sejumlah Ormas Islam, Jokowi Cabut Lampiran Perpres Miras
Indonesia
Didesak Ulama dan Sejumlah Ormas Islam, Jokowi Cabut Lampiran Perpres Miras

Presiden Joko Widodo akhirnya mencabut lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang terkait dengan industri minuman keras.

Terawan Bikin Vaksin Nusantara, Komisi VI DPR: Jangan Sampai Profit Oriented
Indonesia
Terawan Bikin Vaksin Nusantara, Komisi VI DPR: Jangan Sampai Profit Oriented

Komisi VI DPR membuka ruang pada seluruh masyarakat baik dalam dunia akademis dan medis untuk berlomba-lomba mengembangkan vaksin COVID-19 mandiri.

Sesuai Arahan AHY, Kader Demokrat Akan Lawan dan Hadapi Kubu Moeldoko
Indonesia
Sesuai Arahan AHY, Kader Demokrat Akan Lawan dan Hadapi Kubu Moeldoko

Tindakan tersebut sebagai tindakan kedisiplinan terhadap kader

Wagub DKI: PPKM Level 2 Strategi Pemerintah Pusat Antisipasi Varian Omicron
Indonesia
Wagub DKI: PPKM Level 2 Strategi Pemerintah Pusat Antisipasi Varian Omicron

Kenaikan level itu terkait turunnya angka tracing (penapisan) anggota aglomerasi di wilayah Jabodetabek.

Janji Sanksi ASN Penerima Bansos, Tjahjo Butuh Risma Setor Dulu Data Lengkap
Indonesia
Janji Sanksi ASN Penerima Bansos, Tjahjo Butuh Risma Setor Dulu Data Lengkap

Menpan RB Tjahjo Kumolo meminta Risma menyetor data lengkap 31.624 PNS yang terindikasi menerima bansos dari pemerintah.

Ratusan Orang Diselamatkan di Perairan Kepulauan Sula
Indonesia
Ratusan Orang Diselamatkan di Perairan Kepulauan Sula

Tim SAR di lapangan menginformasikan sejak Rabu (8/9) sekitar pukul 13.30 WIT, KM Barcelona tiba di LKP dan melaksanakan proses evakuasi terhadap para penumpang.

Pemprov DKI Pertimbangkan Penghentian Swastanisasi Air Rekomendasi KPK
Indonesia
Pemprov DKI Pertimbangkan Penghentian Swastanisasi Air Rekomendasi KPK

Pemprov DKI Jakarta menghormati rekomendasi KPK yang meminta Gubernur Anies Baswedan untuk menghentikan rencana perpanjangan kontrak pengelolaan swastanisasi air.

LBH-HKTI Bantu Pemerintah Jalankan Reforma Agraria Tuai Apresiasi
Indonesia
LBH-HKTI Bantu Pemerintah Jalankan Reforma Agraria Tuai Apresiasi

Tak hanya menggandeng partner strategis, LBH-HKTI juga sudah meluncurkan aplikasi pengaduan.

WNA Bebas Masuk ke Indonesia, DPR Sebut Pemerintah Terkesan Inkosisten
Indonesia
WNA Bebas Masuk ke Indonesia, DPR Sebut Pemerintah Terkesan Inkosisten

Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia mengonfirmasi sebanyak 85 warga Negara Tiongkok dan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) tiba di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.

Sri Mulyani Terus Rumuskan Kebijakan Hadapi Transformasi Digital
Indonesia
Sri Mulyani Terus Rumuskan Kebijakan Hadapi Transformasi Digital

Transformasi digital juga menimbulkan beberapa risiko sehingga harus ditangani seperti perkembangan barang digital di dunia yang menjadi sangat pesat.