Pelantikan Batal, Menteri Pendidikan Brazil Mundur Setelah Menjabat 5 Hari Presiden Brazil Jair Bolsonaro. (ANT/REUTERS/ADRIANO MACHADO)

MerahPutih.com - Menteri Pendidikan Carlos Decotelli yang baru ditunjuk Presiden Brazil Jair Bolsonaro lima hari lalu memutuskan mundur dari jabatannya. Keputusan Decotelli ini sebagai dampak dari polemik terkait masalah ketidakberesan riwayat latar belakang pendidikannya.

Carlos Decotelli yang dikenal publik Brazil sebagai seorang ekonom itu mencantumkan gelar doktor dan pascadoktoral yang tidak selesai. Senin (29/6) lalu waktu setempat, dia mengatakan kepada awak media telah menjelaskan ketidakkonsistenan riwayat akademiknya kepada presiden.

Baca Juga:

Dalam 24 Jam, Brazil Catat Rekor 42.725 Kasus Baru COVID-19

Pejabat Menteri Pendidikan Brazil tersingkat itu sempat dituduh melakukan plagiat dalam tesis gelar master, yang langsung dibantahnya. Sehari kemudian, Decotelli mengumumkan pengunduran dirinya. Bahkan, upacara pelantikan dirinya sebagai Menteri Pendidikan oleh Presiden yang dijadwalkan pada hari yang sama batal.

"Saya tidak bisa menerima penunjukan (jabatan Menteri Pendidikan)," kata Decotelli, saat menyatakan keputusannya mundur dari Kabinet, dikutip dari media lokal Brazil Folha de S.Paulo, Rabu (1/7).

Carlos decotelli Brazil
Eks Menteri Pendidikan Brazil Carlos Decotelli (ANT)

Sebelumnya, Presiden Bolsonaro menyanjung pencapaian akademik Decotelli ketika mengumumkan penunjukkannya pada Kamis (25/6) pekan lalu. Namun, Kantor Presiden sampai saat ini memilih bungkam atas keputusan kontroversial Decotelli.

Untuk diketahu, Carlos Decotelli merupakan pejabat menteri kulit hitam pertama yang ditunjuk untuk kabinet Bolsonaro. Decotelli merupakan profesor di akademi angkatan laut Brazil, relasi militer yang mengantarkannya mendukung kampanye pemilihan Bolsonaro pada 2018 sekaligus membuatnya terlibat dalam tim transisi.

Decotelli menjadi menteri pendidikan ketiga Bolsonaro sejak masa jabatannya dimulai pada Januari tahun lalu. Dikutip Antara, Menteri Pendidikan pertama hanya menjabat selama tiga bulan dan yang kedua Abraham Weintraub bertahan 14 bulan.

Pendukung ideologis konservatif Bolsonaro menganggap menteri pendidikan sebagai kunci untuk upaya mereka memperkuat nila-nilai keluarga Kristen dan memutar balik apa yang mereka sebut pengaruh Marxist dalam pendidikan di Brazil selama bertahun-tahun. (*)

Baca Juga:

Begini Upaya Brazil Lindungi Masyarakat Adat dari Paparan Corona


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH