Pelanggaran Protokol Kesehatan Hampir 1 Juta Kasus Polres Metro Jakarta Pusat memberikan jaket khusus untuk elemen masyarakat yang bertugas sebagai pengawal protokol kesehatan. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Jumlah masyarakat yang ditindak dalam Operasi Yustisi 2020 yang sudah digelar sejak 14 September 2020 di seluruh Indonesia makin banyak.

“Para petugas telah melakukan penindakan atau memberikan sanksi terhadap masyarakat selama sembilan hari sebanyak 954.217 kali,” kata Kabagpenum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Rabu (23/9).

Baca Juga:

Lima Hari Operasi Yustisi, Polisi Kantongi Rp200 Juta Lebih dari Pelanggar Protokol Kesehatan

Sedangkan sanksi teguran terdiri dari lisan sebanyak 608.141 kali, tertulis sebanyak 153.822 kali. Lalu denda administrasi sebanyak 14.206 kali dengan nilai denda Rp 1.055.778.500.

Pelanggar izin usaha indekos, panti pijat, dan tempat usaha berpotensi mencemari lingkungan menjalani sidang yustisi di RPTRA Kalijodo, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019). (ANTARA/DEVI NINDY)
Pelanggar izin usaha indekos, panti pijat, dan tempat usaha berpotensi mencemari lingkungan menjalani sidang yustisi di RPTRA Kalijodo, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019). (ANTARA/DEVI NINDY)

Ahmad menyebut, terdapat 501 kali penutupan tempat usaha selama operasi yustisi. Tempat tersebut terpaksa ditutup karena melanggar protokol kesehatan.

“Penutupan usaha 510 kali. Selebihnya hukuman kerja sosial, teguran lisan, dan tertulis,” ujar Ahmad.

Baca Juga:

3 Hari Operasi, Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Jatim Capai Rp133 Juta

Operasi yustisi yang dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat dan mematuhi protokol kesehatan tersebut telah berlangsung selama 9 hari sejak 14 September. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, dan akan berakhir pada 21 September 2020. (Knu)

Baca Juga:

Tim Khusus Penindakan Protokol Kesehatan Diturunkan Tertibkan Warga tak Pakai Masker


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH