Pilkada Serentak
Pelanggaran Protokol Kesehatan di Pilkada Diklaim Sangat Kecil Ilustrasi kerumunan warga di pilkada. (Foto:MP/Ismail)

MerahPutih.com - Persentase pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 oleh calon kepala daerah pada tahapan kampanye tatap muka dikliam sangat kecil. Tercatat hanya sekitar 2,2 persen yang masuk sebagai pelanggaran protokol kesehatan.

Data Badan Pengawas Pemilu yang dirilis pada tanggal 31 Oktober 2020, dari total 13.646 kampanye tatap muka, Bawaslu menemukan 306 pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

"Ini menunjukkan dari persentase relatif kecil dan tahapan kampanye ini masih relatif terkendali," kata Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal Z.A di Jakarta, Selasa (17/11).

Baca Juga:

Benah-Benah Korps Bhayangkara Pasca 'Gempa Lokal' Kepulangan Rizieq

Ia mengklaim, ada kecenderungan penurunan pelanggaran protokol kesehatan di daerah zona risiko tinggi (zona merah) yang melaksanakan Pilkada 2020, sedangkan di daerah yang tidak ada pilkada justru terjadi peningkatan.

"Jadi, daerah yang ada pilkada maupun tidak ada pilkada, ini sangat tergantung pada protokol kesehatan. Manakala aturan yang ada ditepati, ditaati, dan dipatuhi, kami yakin pelaksanaan pilkada bisa berjalan lebih baik lagi," katanya.

Pilkada serentak
Pilkada serentak. (Foto: Antara)

Safrizal kembali mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal setiap tahapan pilkada dan selalu berpedoman pada protokol kesehatan COVID-19. Bahkan, tema debat para paslon memuat materi kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan, dan pengendalian COVID-19.

Kemendagri, tegas ia, terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) setiap tahapan pilkada secara intensif melalui rapat koordinasi yang melibatkan kementerian/lembaga terkait, penyelenggara pemilu, dan daerah yang melaksanakan pilkada beserta jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).

Baca Juga:

Geram Jokowi Berujung Pencopotan Dua Jenderal Polisi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Adik Jaksa Pinangki Terseret Kasus Sang Kakak
Indonesia
Adik Jaksa Pinangki Terseret Kasus Sang Kakak

Ini merupakan pemeriksaan kedua

Nelayan Lihat Benda Jatuh dan Dengar Dua Kali Ledakan di Dekat Pulau Lancang
Indonesia
Nelayan Lihat Benda Jatuh dan Dengar Dua Kali Ledakan di Dekat Pulau Lancang

Mendapat laporan tersebut, beberapa pihak langsung bergerak ke perairan Pulau Lancang

Pemerintah Keluarkan Sikap Atas Kasus Pelarungan WNI Meninggal di Kapal Tiongkok
Indonesia
Pemerintah Keluarkan Sikap Atas Kasus Pelarungan WNI Meninggal di Kapal Tiongkok

KBRI Beijing telah menyampaikan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi mengenai kasus ini

Terdampak Corona, Penjualan Daging Sapi di Yogyakarta Masih Merosot Tajam
Indonesia
Terdampak Corona, Penjualan Daging Sapi di Yogyakarta Masih Merosot Tajam

"Awal-awal corona orang pada nggak gelar hajatan. Yang punya cathering sepi order. Jadi daging nggak laku," kata wanita yang biasa dipanggil Tuti ini

Tekan Virus Corona, Bank DKI Terapkan Pemisahan Lokasi Kerja
Indonesia
Tekan Virus Corona, Bank DKI Terapkan Pemisahan Lokasi Kerja

Bank DKI melakukan penyesuaian sistem kerja internal dengan menerapkan metode pemisahan lokasi kerja (split operation) dan bekerja dari rumah (work from home).

Kabar Gembira, Bayi 4 Bulan Asal Kulonprogo Sembuh dari Corona
Indonesia
Kabar Gembira, Bayi 4 Bulan Asal Kulonprogo Sembuh dari Corona

Sejak dinyatakan positif corona, bayi ini dirawat di RSUD Wates, Kulonprogo.

 Gara-Gara Ucapan Jokowi ini, Puluhan Ribu Buruh Batal Unjuk Rasa
Indonesia
Gara-Gara Ucapan Jokowi ini, Puluhan Ribu Buruh Batal Unjuk Rasa

Keputusan Presiden Jokowi ini yang telah mendengarkan pandangan semua pihak , termasuk masukan dari serikat buruh demi kebaikan seluruh bangsa dan rakyat Indonesia

Sepak Terjang Djoko Tjandra Buka Borok Penegak Hukum
Indonesia
Sepak Terjang Djoko Tjandra Buka Borok Penegak Hukum

Tidak ada negara yang maju tapi tidak tegas dan jelas penegakan hukumnya

Pengacara Djoko Tjandra Minta Perlindungan LPSK
Indonesia
Pengacara Djoko Tjandra Minta Perlindungan LPSK

LPSK memanggil Anita Kolopaking untuk dimintai keterangan

Rahayu Saraswati Sebut 2 Akar Permasalahan Narkoba di Indonesia
Indonesia
Rahayu Saraswati Sebut 2 Akar Permasalahan Narkoba di Indonesia

Pencegahan penyalahgunaan narkoba harus komprehensif dan lintas sektor.