Pelanggar PSBB DKI Silakan Pilih Sanksi: Bayar Rp1 Juta atau Jadi Pasukan Oranye! Rompi oranye untuk pelanggar PSBB DKI Jakarta. (Ist)

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta melalui Satpol PP akan memberi sanksi berupa hukuman sosial bagi masyarakat yang melanggar aturan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di ibu kota. Sanksi sosial itu berupa membersihkan beberapa fasilitas umum (Fasum) dengan mengenakan rompi warna oranye bila warga melanggar PSBB.

Kepala Satpol PP DKI, Arifin mengatakan, masyarakat yang dikenakan sanksi jika mereka mengendarai motor, mobil dan berjalan kaki ke luar rumah tak mengenakan masker. Aturan itu mengacu dalam Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2020 Tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di DKI Jakarta.

Baca Juga:

PSBB DKI Terancam Gagal Akibat Ambiguitas Regulasi

“Rompi oranye kayak orang korupsi gitu lah. Sudah ditetapkan rompi warna oranye belakangnya tertulis pelanggar PSBB. Kemudian dia nyapu jalan, bersihin taman, bersihin tempat tempat umum," kata Arifin di Jakarta Rabu (13/5).

Menurut Arifin, timnya telah menyediakan rompi dan sapu kepada seluruh petugas penjaga di check point PSBB yang tersebar di wilayah Ibu Kota.

cek poin psbb jakarta
Salah satu check point di Jakarta Pusat (MP/Kanugraha)

Namun, kata dia, bila seorang pelanggar mampu membayar denda, maka mereka diizinkan petugas untuk tidak melakukan pembersihan fasum. Pelanggar hanya diwajibkan membayar denda administrasi dari Rp250 ribu hingga Rp1 juta.

“Kadang ada orang yang enggak mau disuruh kerja sosial. (contohnya) seorang direktur, seorang pekerja merasa punya duit, suruh nyapu di jalanan. 'ah saya bayar denda saja '.Yaudah (diizinkan untuk) bayar denda bayar," tutur Kasatpol PP DKI itu.

Arifin menegaskan, kini sudah bukan lagi waktunya untuk teru melakukan upaya persuasi. Sebab, kesuksesan sebuah PSBB harus dikuti dengan langkah penindakan kepada setiap pelanggar. Hal itu mengingat, PSBB di wilayah Ibu Kota sudah berlangsung lama.

"Kalau teguran lagi, kapan mau insafnya," tutup orang nomor satu di Satpol PP DKI itu. (Asp)

Baca Juga:

Pemprov DKI Pastikan Tak Hentikan Layanan Transportasi Umum Saat PSBB

Penulis : Asropih Asropih
Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Pimpinan KPK Tak Lapor Dewas Soal Penghentian 36 Penyelidikan
Indonesia
Pimpinan KPK Tak Lapor Dewas Soal Penghentian 36 Penyelidikan

Menurut pria yang karib disapa Alex ini, penghentian penyelidikan merupakan kewenangan pimpinan.

Polisi Ungkap Alasan Rizieq Tak Hadiri Sidang Praperadilan
Indonesia
Polisi Ungkap Alasan Rizieq Tak Hadiri Sidang Praperadilan

Penyidik juga masih menunggu satu orang dari pihak terlapor

Libur Akhir Tahun Dipotong, Pengusaha Wisata Tambah Rugi
Indonesia
Libur Akhir Tahun Dipotong, Pengusaha Wisata Tambah Rugi

Libur panjang saat pandemi tidak mampu mengungkit indikator ekonomi namun justru menambah kasus COVID-19.

Penyelenggara Pemilu Diminta Tegakkan Kedisiplinan Protokol Kesehatan saat Pilkada 2020
Indonesia
Penyelenggara Pemilu Diminta Tegakkan Kedisiplinan Protokol Kesehatan saat Pilkada 2020

Pasalnya, Pilkada 2020 dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19.

Waspadai Hujan Disertai Petir di Empat Wilayah DKI
Indonesia
Waspadai Hujan Disertai Petir di Empat Wilayah DKI

"Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jakut, Jakbar, Jaksel, dan Jaktim pada siang, sore, dan dini hari," tulis BMKG

KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Ternak di Kementan
Indonesia
KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Ternak di Kementan

"Ini (PT Sumekar Nurani Madura) adalah perusahaan fiktif yang kami duga dijadikan alat untuk merampok uang negara ratusan miliar," katanya.

17 Ribu Penumpang Test Antigen di Stasiun Senen dan Gambir
Indonesia
17 Ribu Penumpang Test Antigen di Stasiun Senen dan Gambir

PT KAI Daop 1 Jakarta sudah membuka layanan rapid antigen di Stasiun Gambir dan Pasar Senen sejak 21 Desember 2020.

Dokter Reisa Sarankan Orang Beresiko Tinggi COVID-19 Olahraga di Rumah
Indonesia
Dokter Reisa Sarankan Orang Beresiko Tinggi COVID-19 Olahraga di Rumah

Menurut Reisa, olahraga yang berisiko rendah tertular COVID-19 adalah olahraga di rumah secara sendiri atau dengan anggota keluarga dan menggunakan alat olahraga sendiri.

Sanksi Masuk Peti Mati Dihentikan, Pemprov DKI Dinilai tidak Tegas Tegakkan Hukum
Indonesia
Sanksi Masuk Peti Mati Dihentikan, Pemprov DKI Dinilai tidak Tegas Tegakkan Hukum

“Masuk peti mati seakan main-main, kesannya Pemprov tidak tegas dalam menegakkan hukum,” kata Tigor

Stafsus Presiden Aminuddin Ma’ruf Temui Mahasiswa di Istana
Indonesia
Stafsus Presiden Aminuddin Ma’ruf Temui Mahasiswa di Istana

Massa aksi yang terdiri dari elemen mahasiswa mendatangi Istana Negara dalam penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja, Jumat (16/10), sekitar pukul 15.00 WIB.