Pelanggar Masker di Probolinggo Dihukum Duduk di Samping Keranda Korban COVID-19 Salah satu pelanggar tak pakai masker saat dihukum di dalam ambulance duduk di samping keranda jenazah Covid-19. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berlakukan aturan bagi yang tak menggunakan masker dihukum menunggu keranda jenazah COVID-19 dalam ambulance dengan durasi 3 menit.

Hal tersebut dilakukan saat razia masker yang digelar petugas gabungan di Pasar Maron, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo sejak, Senin (7/9).

Baca Juga

Menteri KP Edhy Prabowo Positif COVID-19

Koordinator penegakan keamanan dan hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mengatakan, hukuman tersebut mempunyai maksud tersendiri untuk menyadarkan para pelanggar yang tak pakai masker di jalanan.

"Pelanggar kami hukum masuk ke ambulans atau mobil jenazah lalu duduk di samping keranda jenazah COVID-19. Dan, hukuman itu ada filosofi tentunya," tandas Ugas.

Gerakan Pakai Masker tingkatkan kepercayaan wisatawan pada Indonesia. ANTARA/HO-Birkom Kemenparekraf
Gerakan Pakai Masker tingkatkan kepercayaan wisatawan pada Indonesia. ANTARA/HO-Birkom Kemenparekraf

Ia menambahkan, bahwa keteledoran untukntak menggunakan masker itu bisa jadi berujung pada kematian. Dan itu terjadi di semua orang atas oenularan virus Corona.

"Razia masker yang digelar ini merupakan bentuk aktifitas humanis kepada warga agar aturan tersebut diresapi warga bahwa penularan COVID-19 tersebut beresiko tinggi," ucap Ugas.

Tujuan razia masker kepada warga di 325 desa dan 5 Kelurahan serta 24 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo ini sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19 ini.

Baca Juga

Cakada Langgar Protokol Kesehatan, DPR Minta Pemerintah Bertindak Tegas

"Kami berharap dengan sanksi seperti ini jumlah pelanggar akan bisa semakin menurun karena kesadaran yang telah tertanam," pungkas Ugas. (Andika Eldon/Surabaya)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Din Syamsuddin Sebut Kasus Jiwasraya Buah Dari Sistem Politik yang Menyimpang
Indonesia
Din Syamsuddin Sebut Kasus Jiwasraya Buah Dari Sistem Politik yang Menyimpang

"Bahwa kasus ini merupakan buah dari sistem tata kelola dan juga bisa politik dalam kehidupan kebangsaan kita yang menyimpang," kata Din dalam diskusi bertajuk 'Mega Skandal Korupsi Uang Rakyat' di Jakarta

Ratusan PKL Manahan Solo Bersyukur Piala Dunia U-20 Ditunda
Indonesia
Ratusan PKL Manahan Solo Bersyukur Piala Dunia U-20 Ditunda

"Keputusan Pemkot sangat tepat dengan membatalkan relokasi 137 PKL Shelter Manahan Solo," ujar Martinah

Survei Komnas HAM: Masyarakat Ingin Umat Islam yang Masih Beribadah di Masjid Disanksi
Indonesia
Survei Komnas HAM: Masyarakat Ingin Umat Islam yang Masih Beribadah di Masjid Disanksi

99,1 persen memiliki pengetahuan dan menyadari risiko yang dihadapi ketika melaksanakan kegiatan ibadah berjamaah di tempat ibadah

Polisi Minta Keluarga Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Datang ke RS Polri
Indonesia
Polisi Minta Keluarga Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Datang ke RS Polri

Yusri menyebut pihaknya membutuhkan keterangan dari keluarga penumpang

KPK Tangkap Menteri Edhy, Tampar Kredibilitas Prabowo dan Pemerintah
Indonesia
KPK Tangkap Menteri Edhy, Tampar Kredibilitas Prabowo dan Pemerintah

dampak dari penangkapan terhadap menteri KKP tentu bisa menurunkan kepercayaan publik kepada pemerintah.

KPK: Kinerja Tim Pemburu Koruptor Tak Optimal, Jangan Diulangi
Indonesia
KPK: Kinerja Tim Pemburu Koruptor Tak Optimal, Jangan Diulangi

Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango menanggapi wacana pengaktifan kembali tim pemburu koruptor oleh pemerintah.

Paket Bantuan Korban COVID-19 tak Sepadan dengan Retorika Pejabat di TV
Indonesia
Paket Bantuan Korban COVID-19 tak Sepadan dengan Retorika Pejabat di TV

Semua kondisi ini dan tingkah pejabat praktis membuat rakyat frustrasi

Djoko Tjandra Divonis 2,5 Tahun Penjara Atas Kasus Surat Jalan Palsu
Indonesia
Djoko Tjandra Divonis 2,5 Tahun Penjara Atas Kasus Surat Jalan Palsu

Djoko Tjandra dinyatakan terbukti bersalah menyuruh melakukan tindak pidana memalsukan surat secara berlanjut.