Pelanggan Aborsi Ilegal di Cempaka Putih Mayoritas Hamil di Luar Nikah Ilustrasi aborsi. Getty Images/iStockphoto

MerahPutih.com - Polisi mengungkap alasan seorang wanita mau menggunakan jasa aborsi ilegal di klinik aborsi Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Salah satunya karena para wanita itu hamil di luar nikah.

"Memang rata-rata pelaku yang melakukan penguburan janin pertama adalah mereka hamil di luar nikah, itu rata-rata terbesar hamil di luar nikah," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis (24/9).

Baca Juga

Alumni Kampus di Sumut, Eksekutor Klinik Aborsi Ilegal di Cempaka Putih tak Bersertifikat Dokter

Kemudian, alasan lainnya adalah terkait identitas pasien. Identitas pasien aborsi yang menggunkan jasa aborsi ilegal di sana tidak memerlukan identitas asli atau identitasnya bisa dihilangkan. Seperti diketahui, dalam sehari klinik ini bisa melayani 5-6 orang. Sudah 32 ribu janin digugurkan di sana.

"Biasanya orang yang melakukan aborsi di klinik ilegal ada satu yang buat mereka mau, karena dia punya identitas bisa dihilangkan, tidak sesuai KTP," katanya.

Aborsi
Ilustrasi aborsi

Untuk diketahui, sepuluh orang tersangka dalam kasus ini, yaitu LA (52), DK (30), NA (30), MM (38), YA (51), RA (52), LL (50), ED (28), SM (62), dan RS (25). Mereka berperan mulai dari pemilik, dokter hingga petugas kebersihan klinik tersebut.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 346 dan atau Pasal 348 ayat 1 dan atau Pasal 349 Kitab Undang-undang Hukum Pidana atau KUHP dan atau Pasal 194 juncto Pasal 75 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan atau Pasal 77A.

Baca Juga

Diotaki Dokter Abal-abal, Klinik Aborsi di Cempaka Putih Gugurkan 32 Ribu Janin

Kemudian, juncto Pasal 45A UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Besok Salat Idul Adha di Bogor, Istana: Salatnya Intern
Indonesia
Jokowi Besok Salat Idul Adha di Bogor, Istana: Salatnya Intern

Presiden sudah menyerahkan hewan kurban ke semua provinsi

DPRD dan Pemprov DKI Sepakat Bahas Program 27 Perda Tahun Depan
Indonesia
DPRD dan Pemprov DKI Sepakat Bahas Program 27 Perda Tahun Depan

"Jadi ini baru persetujuan, pengesahannya akan kami sampaikan untuk disetujui dalam rapat paripurna dan resmi jadi Propemperda tahun 2020," ujar Pantas

Enggan Terburu-buru Buka Peribadatan di Gereja, KWI: Kami Tak Mau Jadi Kluster Baru
Indonesia
Enggan Terburu-buru Buka Peribadatan di Gereja, KWI: Kami Tak Mau Jadi Kluster Baru

KWI membina 37 keuskupan yang tersebar di 34 provinsi.

Update Kasus Corona DKI Jumat (25/9): 68.927 Positif, 54.352 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Jumat (25/9): 68.927 Positif, 54.352 Orang Sembuh

Dengan positivity rate 10,9 persen, penambahan kasus positif perhari sebanyak 1.289 jiwa.

Polda Jabar Periksa Tiga Petinggi Sunda Empire
Indonesia
Polda Jabar Periksa Tiga Petinggi Sunda Empire

proses pemeriksaan ini merupakan tahap lanjutan setelah kasus Sunda Empire dinaikkan ke tahap penyidikan.

PDIP Sebut Biaya Formula E Jakarta Kemahalan, JakPro tidak Terima
Indonesia
PDIP Sebut Biaya Formula E Jakarta Kemahalan, JakPro tidak Terima

"Selalu digembar-gemborkan mahal. Dari segi biaya, mahal kalau dibandingkan dengan yang tidak ada biaya," kata Dwi

Reaksi Anies Anggaran DP 0 Persen Dipotong DPRD Rp500 Miliar
Indonesia
Reaksi Anies Anggaran DP 0 Persen Dipotong DPRD Rp500 Miliar

Anies Baswedan tak mau memusingkan terkait pemangkasan anggaran program DP 0 persen sebesar Rp500 miliar.

 Update COVID-19 Solo: 22 Positif Corona, 4 Pasien Meninggal
Indonesia
Update COVID-19 Solo: 22 Positif Corona, 4 Pasien Meninggal

Dimana data pasien terpapar COVID-19 naik menjadi 22 orang atau bertambah empat orang dibandingkan data Selasa (28/4), yakni sebanyak 18 orang.

Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo Positif COVID-19
Indonesia
Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo Positif COVID-19

Purnomo terpapar COVID-19 dalam kondisi sehat atau orang tanpa gejala (OTG).

Amien Rais Dirikan Partai Ummat, Ketua DPD PAN Solo tak Halangi Kader yang Mau Gabung
Indonesia
Amien Rais Dirikan Partai Ummat, Ketua DPD PAN Solo tak Halangi Kader yang Mau Gabung

Tokoh politik senior, Amien Rais telah resmi mengumumkan Partai Ummat sebagai kendaraan politik di Pemilu 2024, Kamis (1/10).