Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Diancam Pasal Berlapis Pelaku penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber. ANTARA/HO

MerahPutih.com - AA, tersangka penganiayaan terhadap pendakwah Syekh Ali Jaber terancam dikenakan pasal berlapis.

"Yang bersangkutan dipersangkakan terkait penganiayaan berat dan membawa senjata tajam tanpa hak sesuai pasal 351 ayat 2 dengan ancaman pidana penjara lima tahun dan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun Tahun 1951 dengan ancaman penjara 10 tahun," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Awi Setiyono di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (14/9).

Baca Juga:

Tak Ada Indikasi Serangan Terorisme di Balik Penusukan Syekh Ali Jaber

Awi menegaskan, Polri sangat serius dalam menangani kasus ini.

"Bahwasanya Polri sangat serius dalam menangani kasus ini. Saat ini kasus ditangani oleh Polresta Bandar Lampung," katanya, dikutip Antara.

 Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandarlampung, Senin.(14/9/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)
Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandarlampung, Senin.(14/9/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Polisi telah menahan tersangka AA sejak hari ini sampai dengan 20 hari ke depan. Sejauh ini, penyidik Polresta Bandar Lampung sudah memeriksa delapan saksi dalam kasus tersebut.

Selanjutnya, penyidik akan melakukan visum et repertum terhadap korban dan tersangka.

Korban diketahui mengalami luka tusuk sedalam 4 centimeter dan sudah dilakukan dilakukan tindakan pengobatan dengan memberikan enam jahitan.

"Sementara visum et repertum tersangka untuk dimintakan pemeriksaan secara medis terkait informasi gangguan kejiwaaan ke RSJ Kurungan Nyawa, Lampung," tutur Karo Penmas.

Baca Juga:

DPR Nilai Penusukan Syekh Ali Jaber Berpotensi Jadi Ajang Provokasi

Sebelumnya, pendakwah sekaligus ulama Syekh Ali Jaber ditikam orang tidak dikenal saat sedang mengisi acara wisuda hafidz quran di Masjid Falahudin, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung pada Minggu (13/9) sore.

Polresta Bandar Lampung telah melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Minggu (13/9) malam. (*)

Baca Juga:

Polisi Diminta tak Mudah Simpulkan Penyerang Syeikh Ali Jaber Alami Gangguan Jiwa

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dipolisikan Diduga Sebar Hoaks, Anji: Maksud Baik Malah Dianggap Jelek
Indonesia
Dipolisikan Diduga Sebar Hoaks, Anji: Maksud Baik Malah Dianggap Jelek

Menurut Anji, ia tak bermaksud membuat keonaran dan tak menduga akan mendapat respons yang tak diinginkannya.

Mendagri Tindak Lanjuti Dugaan Pelarangan Natal di Sumatera Barat
Indonesia
Mendagri Tindak Lanjuti Dugaan Pelarangan Natal di Sumatera Barat

Tito Karnavian sudah menghubungi Bupati Dharmasraya untuk memastikan toleransi di wilayahnya tetap dijaga.

Rizky Febian Lapor Polisi atas Kejanggalan Kematian Ibunya
Indonesia
Rizky Febian Lapor Polisi atas Kejanggalan Kematian Ibunya

Rizky Febian melapor ke Polrestabes Bandung terkait dugaan kejanggalan atas kematian mendiang ibunya Lina Jubaidah.

Fadli Zon Sebut RUU Haluan Ideologi Pancasila bentuk Kekacauan Logika Berpikir
Indonesia
Fadli Zon Sebut RUU Haluan Ideologi Pancasila bentuk Kekacauan Logika Berpikir

Pancasila sumber dari segala sumber hukum yang mestinya jadi acuan dalam setiap regulasi atau undang-undang.

Karyawannya Positif COVID-19, 26 Perusahaan Ditutup Sementara
Indonesia
Karyawannya Positif COVID-19, 26 Perusahaan Ditutup Sementara

Sanksi peringatan sudah dikeluarkan hingga dua kali

Pemerintah Disarankan Segera Percepat Penggabungan Asabri-BPJS TK
Indonesia
Penyidik Bakal Periksa Dirut Pembuat Cairan Pembersih Buntut Kebakaran Kejagung
Indonesia
Penyidik Bakal Periksa Dirut Pembuat Cairan Pembersih Buntut Kebakaran Kejagung

Pendalaman pemeriksaan berkaitan status R sebagai tersangka kebakaran gedung Kejagung pada 22 Agustus lalu

Hasil Negatif Corona Bukan Jaminan Seseorang Tidak Terinfeksi COVID-19
Indonesia
Hasil Negatif Corona Bukan Jaminan Seseorang Tidak Terinfeksi COVID-19

Namun, jika dalam dua kali pemeriksaan hasilnya tetap dinyatakan negatif, maka yang bersangkutan sedang tak terinfeksi

KTT Ke-37 ASEAN Hasilkan Komitmen USD10 Juta Buat Penanganan COVID-19
Indonesia
KTT Ke-37 ASEAN Hasilkan Komitmen USD10 Juta Buat Penanganan COVID-19

Sekjen ASEAN Lim Jock Hoi mengungkapkan situasi berat yang dihadapi oleh Asia Tenggara saat pandemi melanda dimana pariwisata turun 71 persen, perdagangan turun 12 persen dan FDI diturun 33 persen.

Ingin Naik Kereta Jarak Jauh? Wajib Tunjukkan 'Surat Bebas COVID-19'
Indonesia
Ingin Naik Kereta Jarak Jauh? Wajib Tunjukkan 'Surat Bebas COVID-19'

Hal ini dikhususkan bagi calon penumpang yang tempat tinggalnya tidak memiliki fasilitas tes PCR atau rapid test