Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo Merasa Tidak Bersalah Henry Taryatmo (41) pelaku pembunuhan satu keluarga jalani rekontruksi di Mapolres Sukoharjo, Kamis (27/8). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Henry Taryatmo (41) pelaku pembunuhan empat orang sekeluarga warga Dukuh Slemben RT 01 /RW 05, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah telah selesai melakukan rekontruksi 51 adegan. Selama melakukan rekontruksi pelaku justru menunjukkan gelegat tidak bersalah.

"Selama proses rekontruksi berlangsung, pelaku tidak merasa bersalah sama sekali. Tidak hanya itu, saat melakukan pembunuhan empat korbannya pelaku dengan santainya mencuci baju dan pakaian penuh darah di kamar mandi rumah korbannya," ujar Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Nanung Nugroho usai rekontruksi, Kamis (27/8).

Baca Juga

Otak Pembunuhan Bos Perkapalan Raup Rp100 Juta dari Hasil Penggelapan

Nanung mengungkapkan, pelaku pembunuhan juga sempat mengambil minum air putih di dalam kulkas milik korbannya karena merasa haus setelah melakukan aksinya. Setelah itu, meninggalkan rumah korbannya dengan mengambil harta benda berupa STNK, BPKB, KTP, sepeda motor Honda Megapro, Toyota Avanza putih berpelat nomor AD 9125 XT.

"Pelaku membuang kunci rumah, pisau dapur, dompet, dan baju di sungai wilayah Boyolali, Jawa Tengah," kata dia.

Henry Taryatmo (41) pelaku pembunuhan satu keluarga jalani rekontruksi di Mapolres Sukoharjo, Kamis (27/8). (MP/Ismail)
Henry Taryatmo (41) pelaku pembunuhan satu keluarga jalani rekontruksi di Mapolres Sukoharjo, Kamis (27/8). (MP/Ismail)

Saat dimintai keterangan polisi, kata dia, pelaku berbelit-belit dan selalu berkilah. Bahkan, sempat melakukan perlawanan sehingga ditembak kakinya dua kali. Pelaku telah merencanakan aksinya 1 jam sebelum kejadian. Hal itu diperkuat datangnya pelaku di rumah korban pada dini hari.

"Uang Rp82 juta hasil penjualan mobil Avanza milik korbannya telah digunakan untuk membayar hutang Rp60 juta. Sisanya untuk keperluan sendiri," katanya.

Ia menambahkan, total satu keluarga ditusuk sebanyak 18 kali oleh pelakunya, dengan perincian Suranto ditusuk 5 kali, Sri Handayani 3 kali, Rafel 3 kali, dan Dinar 7 kali. Saat akan membunuh korban, Suranto terjadi perlawanan sehingga membuat tangan kanan pelaku luka terkena pisau.

"Rekontruksi ini sudah cukup untuk membuktikan pelaku sendirian membunuh empat orang korban. Jika JPU (Jaksa Penuntut Umum) masih membutuhkan rekontruksi tambahan kami siap," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat satu keluarga yang diketahui bernama Suranto (42) dan istrinya Sri Handayani (36), dan kedua anaknya berinisial Rafel (10) dan Dinar (6) di dalam rumah, Jumat (21/8) malam. Satu keluarga warga tersebut tercatat sebagai warga Dukuh Slemben RT 01 RW 05, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Baca Juga

Habisi Bos Perkapalan, Pelaku Gelapkan Uang Perusahaan Lebih dari Sekali

Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan, Henry Taryatmo (41) yang tak lain rekan bisnis rental mobil korban, Sabtu (22/8). Atas perbuatan tersebut pelaku diijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukaman mati.(Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR: Hukuman Berat dan Maksimal Pantas Bagi Terdakwa Jiwasraya
Indonesia
DPR: Hukuman Berat dan Maksimal Pantas Bagi Terdakwa Jiwasraya

Menurutnya, berdasarkan fakta yang muncul dengan total kerugian negara mencapai Rp16,8 triliun, hukuman berat dinilai pantas.

Anak Buah Anies Jelaskan Polemik Pembelian Makam COVID-19 Rp185 Miliar
Indonesia
Anak Buah Anies Jelaskan Polemik Pembelian Makam COVID-19 Rp185 Miliar

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Suzi Marsitawati angkat suara perihal polemik pembelian lahan pemakaman khusus COVID-19 yang mencapai Rp185 miliar.

Menkeu Sri Mulyani Bilang THR ASN, TNI-Polri Dibagikan H-10 Lebaran
Indonesia
Menkeu Sri Mulyani Bilang THR ASN, TNI-Polri Dibagikan H-10 Lebaran

“THR ini akan dibayarkan pada H-10 sampai H-5, karena biasanya ini bertahap,” ucap Sri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/4).

KPK Kawal Pengadaan Vaksin COVID-19
Indonesia
KPK Kawal Pengadaan Vaksin COVID-19

KPK akan mendampingi bagaimana agar kemudian vaksin ini efektif meyembuhkan COVID-19

Robot Damkar Besutan UNEJ Menuju Final KRI 2020
Indonesia
Robot Damkar Besutan UNEJ Menuju Final KRI 2020

Tim robot CDAST akan tampil di final Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020 yang akan digelar November mendatang.

Gibran dan Bajo Berebut 418.283 Pemilih
Indonesia
Gibran dan Bajo Berebut 418.283 Pemilih

Pleno ini dihadiri tim pemenangan kedua paslon, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) serta Bawaslu.

Testing COVID-19 Anjlok, Satgas Akui Karena Pilkada Serentak
Indonesia
Testing COVID-19 Anjlok, Satgas Akui Karena Pilkada Serentak

"Bagi daerah yang belum memenuhi target testing, agar segera meningkatkan angka testing yang targeted," jelas Wiku.

Pengelola Bus Maut yang Tewaskan Puluhan Penumpang di Sumedang Bakal Diperiksa Polisi
Indonesia
Pengelola Bus Maut yang Tewaskan Puluhan Penumpang di Sumedang Bakal Diperiksa Polisi

Sekarang fokus olah TKP, prosesnya bisa dua sampai tga hari

Dinkes DKI Dalami Kasus Vaksinasi COVID-19 Selebgram Helena Lim
Indonesia
Dinkes DKI Dalami Kasus Vaksinasi COVID-19 Selebgram Helena Lim

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta tengah mendalami kasus selebgram Helena Lim yang menerima vaksinasi COVID-19.

Bakal Diperiksa Polisi sebagai Tersangka, Jerinx Jatuh Sakit
Indonesia
Bakal Diperiksa Polisi sebagai Tersangka, Jerinx Jatuh Sakit

Musisi I Gede Aryastina alias Jerinx SID kembali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengancaman terhadap pegiat media sosial, Adam Deni.