Pelaku Mutilasi Rinaldi Terancam Hukuman Mati Penyidik Sub Direktorat Reserse Mobile Ditreskrimum Polda Metro Jaya menghadirkan dua tersangka pembunuhan dan mutilasi di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (17/9). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

MerahPutih.com - Pasangan pembunuh dan pemutilasi Rinaldi Harley Wismanu, yaitu Djumadil Al Fajar dan Laeli Atik Supriyatin menguras uang korban hingga Rp97 juta.

Mereka mengurasnya dengan cara menarik uang korban yang ada di tabungannya. Dimana korban mendaptkan pin kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) korban.

Baca Juga

Rinaldi Dijebak Pelaku Sebelum Dibunuh dan Dimutilasi

Ternyata korban menyerahkannya ke tersangka Laeli saat bertemu di Apartemen Mansion Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat tempat korban dihabisi.

"Tersangka ambil harta pakai (kartu) ATM (korban)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, kepada wartawan, Selasa (22/9).

Usut punya usut, ternyata korban bisa sampai menyerahkan pin ATM-nya karena termakan rayuan tersangka Laeli. Tanpa curiga lantas korban memberikannya ke Laeli.

Uang tersebut lantas digunakan mereka untuk membeli sepeda motor hingga emas batangan. Mereka juga memakai uang menyewa rumah yang sedianya dijadikan tempat mengubur jasad korban di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

"(Dengan) Rayuan dari saudara L (kemudian pin ATM Rinaldi berhasil didapatkan)," ujarnya.

Keluarga dan petugas Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, menggotong peti jenazah Rinaldy Harley, korban pembunuhan dan mutilasi untuk diserahkan kepada keluarga, Ahad (20/9/2020). Korban dimakamkan di Sleman, Yogyakarta. (ANTARA/Andi Firdaus).
Keluarga dan petugas Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, menggotong peti jenazah Rinaldy Harley, korban pembunuhan dan mutilasi untuk diserahkan kepada keluarga, Ahad (20/9/2020). Korban dimakamkan di Sleman, Yogyakarta. (ANTARA/Andi Firdaus).

Penyidik telah menyusun berkas pembunuhan dan mutilasi Rinaldi Harley Wismanu dengan tersangka sejoli Djumadil Al Fajar dan Laeli Atik Supriyatin.

"Kedua tersangka masih dilakukan pemeriksaan pendalaman untuk kelengkapan kita berkas perkara," ucap Yusri.

Terhadap keduanya, hingga kini masih dilakukan pemeriksaan kejiwaan guna melengkapi berkas tersebut. Setelah berkas lengkap, penyidik lantas akan melakukan pelimpahan berkas ke Kejaksaan.

Apabila nanti berkas dinyatakan lengkap, maka keduanya beserta barang bukti yang ada akan diserahkan ke Kejaksaan. Setelahnya, kasus pun akan disidangkan.

"Sesuai persangkaan kita pada pasal 340 KUHP kan pembunuhan berencana maksimalnya adalah hukuman mati," katanya.

Baca Juga

Pelaku Mutilasi Manajer Konstruksi di Kalibata City Ternyata Sepasang Kekasih

Polisi menemukan Rinaldi yang jadi korban pembunuhan sadis dengan dimutilasi jadi 11 bagian. Jasad korban ditemukan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 September 2020.

Tak lama, polisi pun menangkap kedua pelaku yakni pasangan kekasih Djumadil dan Laeli. Rinaldi dimutilasi memakai golok dan gergaji. Adapun motifnya lantaran kedua pelaku ingin menguasai harta korban. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Pimpinan KPK Akui Anak Buahnya Sempat Diamankan di Mapolsek Saat Akan OTT
Indonesia
Pimpinan KPK Akui Anak Buahnya Sempat Diamankan di Mapolsek Saat Akan OTT

"Pada saat itu memang ya namanya menggunakan sistem tertutup petugas kami tidak menunjukkan identitas sebagai KPK karena memang silence," kata Ghufron menambahkan.

Konsep Kartu Prakerja Seperti Bagi-bagi Uang ke Perusahaan Digital
Indonesia
Konsep Kartu Prakerja Seperti Bagi-bagi Uang ke Perusahaan Digital

Dana pelatihan bisa langsung diberikan kepada rakyat

Setahun Jokowi-Ma'ruf, PKS: Penegakkan Hukum dan Kondisi Ekonomi Mengkhawatirkan
Indonesia
Setahun Jokowi-Ma'ruf, PKS: Penegakkan Hukum dan Kondisi Ekonomi Mengkhawatirkan

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyoroti masalah penegakkan hukum hingga kondisi perekonomian nasional yang cukup mengkhawatirkan.

Banjir Bantaeng Telan Korban Jiwa
Indonesia
Banjir Bantaeng Telan Korban Jiwa

Sejumlah wilayah dan permukiman warga serta fasilitas umum lainnya terendam banjir.

PSI Kritik PD Pasar Jaya yang Jual Masker 10 Kali Lipat
Indonesia
PSI Kritik PD Pasar Jaya yang Jual Masker 10 Kali Lipat

Sebelum merebaknya virus corona ini harga normal masker yang dijual PD Pasar Jaya hanya sekitar Rp30.000.

Waspadai Penumpang "Ilegal", Seluruh Bagasi Bus yang Keluar Jakarta Bakal Digeledah
Indonesia
Waspadai Penumpang "Ilegal", Seluruh Bagasi Bus yang Keluar Jakarta Bakal Digeledah

Viral di media sosial informasi menyebut banyak warga dari Jakarta dan daerah penyangga sengaja bersembunyi di bagasi bus.

Puluhan Orang Ambil Paksa Jenazah Wanita Positif COVID-19, Polisi Ciduk Provokatornya
Indonesia
Puluhan Orang Ambil Paksa Jenazah Wanita Positif COVID-19, Polisi Ciduk Provokatornya

22.40 WITA tim gugus tugas membawa jenazah ke Pemakaman Macanda untuk dikebumikan

Ribuan Jamaah Umrah Gagal Berangkat Ke Arab Saudi
Foto
Ribuan Jamaah Umrah Gagal Berangkat Ke Arab Saudi

Sebanyak 1.300 jamaah umrah batal berangkat ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi dikarenakan kebijakan Raja Salman tentang penutupan akses kunjungan jamaah umrah asal Indonesia untuk sementara dan dalam waktu yang tidak ditentukan

Kongres Partai Demokrat Dipercepat, Pengamat: Muluskan Jalan AHY Jadi Ketum
Indonesia
Kongres Partai Demokrat Dipercepat, Pengamat: Muluskan Jalan AHY Jadi Ketum

“Dia (AHY) saat ini sudah melakukan safari politik di Indonesia. Ini bagian political branding pencitraan politik AHY jelang Pilpres 2024,” kata Jerry

Vaksin Merah Putih Belum Terdaftar di WHO, Pemerintah Berdalih Masih Pengembangan
Indonesia
Vaksin Merah Putih Belum Terdaftar di WHO, Pemerintah Berdalih Masih Pengembangan

Saat memasuki uji coba klinis pertama, vaksin akan diregistrasi dan terdaftar di WHO