Pelaku Ancam Penggal Jokowi Dihukum Pidana 10 Bulan Suasana persidangan pembacaan vonis Hermawan pria pengancam penggal Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

MerahPutih.com - Hermawan terdakwa kasus makar yang mengancam akan memenggal Presiden Joko Widodo divonis bersalah, namun langsung dibebaskan dari tahanan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Hakim Makmur menyatakan bahwa Hermawan Susanto telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana berusaha menggerakan orang lain atau turut serta melakukan kejahatan mufakat.

Baca Juga:

Sidang Tuntutan Terdakwa Pengancam Penggal Jokowi Ditunda

"Menjatuhkan pidana atas diri terdakwa tersebut berupa pidana penjara selama 10 bulan 5 hari menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa akan seluruhnya dikurangkan dari tindak pidana yang dijatuhkan," kata Makmur dalam pembacaan vonis di PN Jakarta Pusat, Kamis (12/3).

Hermawan langsung bebas usai persidangan putusan vonis itu selesai karena masa penahanan yang telah dijalaninya dinilai Majelis Hakim sudah cukup memberikan efek jera sebagai pelajaran bagi terdakwa agar tidak mengulangi perbuatan yang sama.

Tersangka pengancam penggal Presiden Joko Widodo, Hermawan Susanto (Foto: screenshot youtube.com)
Tersangka pengancam penggal Presiden Joko Widodo, Hermawan Susanto (Foto: screenshot youtube.com)

Hukuman yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim tersebut lebih ringan dari hukuman yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum Permana yang menjerat Hermawan dengan tuntutan lima tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum Permana pernah menuntut Hermawan dengan pasal alternatif kedua dari dakwaannya yaitu pasal 104 jo 110 ayat (2) ke-1 KUHP mengenai makar terhadap Presiden dengan hukuman sebanyak lima tahun kurungan penjara.

Baca Juga:

Berkas Masuk Kejaksaan, HS Pengancam Penggal Jokowi Batal Bebas

Atas putusan tersebut, Hermawan Susanto dan kuasa hukumnya menyatakan menerima. Sedangkan jaksa penuntut umum menyatakan akan mengajukan banding.

Di sidang sebelumnya, jaksa menuntut Hermawan Susanto dihukum 5 tahun kurungan penjara.

Hermawan ditangkap karena diduga melakukan makar dengan mengancam akan memenggal kepala Jokowi. Pernyataan itu disampaikan saat unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu Republik Indonesia, Jakarta Pusat pada Jumat 10 Mei 2019.

Pernyataan akan memenggal Jokowi terekam dalam video dan viral di media sosial. (Knu)

Baca Juga:

Penyebar Video Penggal Kepala Jokowi Divonis Bebas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Arus Balik Berpotensi Picu Gelombang Kedua Penyebaran Corona
Indonesia
Arus Balik Berpotensi Picu Gelombang Kedua Penyebaran Corona

"Karena kita khawatir apabila ada daerah-daerah yang sekarang menjadi kawasan episentrum lantas mereka menuju Jakarta dan mereka juga bawa sebagai carrier, pembawa virus, tentu ini sangat disayangkan," ujarnya

Pemkab Cirebon Buka Suara Terkait Viral OTT 5 Pegawai Disdukcapil
Indonesia
Pemkab Cirebon Buka Suara Terkait Viral OTT 5 Pegawai Disdukcapil

"Kalo informasi perihal itu saya juga dengar. Namun saya langsung koordinasi dengan pak Kadis katanya masih mencari kebenarannya juga," kata Nanan

Ini Alasan Wacana Ganjil Genap untuk Motor Mesti Ditolak
Indonesia
Ini Alasan Wacana Ganjil Genap untuk Motor Mesti Ditolak

Tak hanya di kendaraannya, tapi selama perjalanan akan masalah

Kejagung Klarifikasi Lokasi Kejari Jaksel Jamu Dua Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Kejagung Klarifikasi Lokasi Kejari Jaksel Jamu Dua Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra

Kebetulan pada saat itu makanan yang diberikan dipesan dari kantin yang ada di lingkungan kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan

Warga Cilincing Sempat Rusak Rumah Pompa Bulak Cabe, Ini Gara-garanya!
Indonesia
Warga Cilincing Sempat Rusak Rumah Pompa Bulak Cabe, Ini Gara-garanya!

“Namun air yang datang extreme jumlahnya, sehingga dibutuhkan waktu untuk mengeringkannya,” ujarnya.

Kapolri Tak Pandang Bulu Sikat Anak Buahnya yang Terlibat Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Kapolri Tak Pandang Bulu Sikat Anak Buahnya yang Terlibat Kasus Djoko Tjandra

Kapolri selalu berkomitmen memberikan reward kepada anggota yang berprestasi

Jakarta PSBB Lagi, Daihatsu Batasi Karyawannya Kerja di Kantor
Indonesia
Jakarta PSBB Lagi, Daihatsu Batasi Karyawannya Kerja di Kantor

Sehingga, tiap karyawan Daihatsu bekerja di kantor hanya satu minggu dalam satu bulan selama periode PSBB

DKI Cari Investor Yang Mau Kembangkan Cakung Barat
Indonesia
DKI Cari Investor Yang Mau Kembangkan Cakung Barat

Di kawasan ini akan ada program jalan alternatif untuk mengurangi masalah kemacetan di wilayah Cakung. Selain itu, bakal ada penataan area agar lebih rapihn bersih, hijau dan tertib

Usai Diperiksa, Ketua FPI Minta Polisi Adil Tindak Kerumunan Lainnya
Indonesia
Usai Diperiksa, Ketua FPI Minta Polisi Adil Tindak Kerumunan Lainnya

"Kita minta keadilan di sini, yang lain juga yang berkerumun, termasuk wartawan yang berkerumun sekarang harus diproses juga biar adil ya," ujar Shobri.

 Warga Tiongkok Terpapar Virus Corona Sepulang dari Bali, Pemerintah Lakukan Penyelidikan
Indonesia
Warga Tiongkok Terpapar Virus Corona Sepulang dari Bali, Pemerintah Lakukan Penyelidikan

Ia mengatakan, pemeriksaan itu bakal dilakukan untuk membuktikan apakah warga Tiongkok tersebut benar terjangkit virus corona selama di Bali.