Pelajar yang Ikut Demo UU Ciptaker Berasal dari Bogor hingga Subang Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana menyebut, pihaknya telah mengidentifikasi sosok yang memberikan fasilitas terhadap para perusuh demo Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja pada 8 dan 13 Oktober 2020.

"Dari hasil keterangan para pelajar yang terlibat aksi unjuk rasa, mereka dari berbagai daerah, Bogor, Sukabumi, Indramayu, Subang, Cilegon, Bekasi, Tangerang ini berasal dari beberapa wilayah disamping Jakarta ya," ujar Nana di Polda Metro Jaya, Selasa (27/10).

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menambahkan, memang diyakini ada aktor yang memfasilitasi mereka yang datang dari luar Jakarta itu.

Baca Juga

Polisi Tangkap Admin Facebook Grup STM se-Jakarta Hasut Berbuat Anarkis saat Demo UU Ciptaker

Yusri mengklaim kalau pihaknya telah mengantongi identitas aktor tersebut. Namun, hal ini tak bisa diungkap lantaran pihaknya tengah melakukan pengejaran.

"Ada yang mengajak langsung menyiapkan dari daerah-daerah ada truk, bus, kereta api. Ini yang mengajak langsung sudah kita profilling, sudah kita pengejaran. Ini sudah di profiling nama-namanya sudah ada dan akan kita kejar semuanya," katanya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana. Foto: MP/Kanu

Yusri Yunus mengaku, penyidik masih mendalami kemungkinan ada pihak dibalik keberaraan admin STM yang dijadikan untuk menghasut para pelajar untuk melakukan serangkaian anarkis dalam aksi demo penolakan pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

“Total 10 orang diamankan. Di atasnya lagi? Sedang kami kejar. Mungkin ada yang berperan menyuruh orang-orang ini,” kata Yusri.

Namun, hal ini tak bisa diungkap lantaran pihaknya tengah melakukan pengejaran. "Ada yang mengajak langsung menyiapkan dari daerah-daerah ada truk, bus, kereta api. Ini yang mengajak langsung sudah kita profilling, sudah kita pengejaran. Ini sudah di profiling nama-namanya sudah ada dan akan kita kejar semuanya," katanya.

Jumlah tersangka akibat demo rusuh menolak Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law pada 8 dan 13 September 2020 di wilayah hukum Polda Metro Jaya bertambah. Sebelumnya, polisi menyebut total tersangka sebanyak 131 orang.

Baca Juga

Kapolda Metro Angkat Suara saat Jakarta Jadi Marak Begal Sepeda

Jumlah tersebut didapat dari 2.667 orang yang sebelumnya ditangkap. Namun, hanya 142 yang terbukti melakukan tindak pidana. Dari 143 orang tersangka tersebut, sebanyak 67 orang ditahan. Dari 67 orang itu, ada 31 orang yang berstatus pelajar. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wagub DKI Beberkan Program Penanganan Banjir di Jakarta
Indonesia
Wagub DKI Beberkan Program Penanganan Banjir di Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membeberkan sejumlah program dalam mengantisipasi banjir di ibu kota. Salah satunya pengerukan 13 sungai yang ada di Jakarta.

Kemenperin Luluskan 334 CPNS
Indonesia
Kemenperin Luluskan 334 CPNS

Dari total 18.646 pendaftar CPNS Kemenperin, terdapat 334 peserta yang telah dinyatakan lulus sebagai CPNS dari jumlah 359 formasi yang dibuka.

[Hoaks atau Fakta]: Berkumur Dengan Air Garam Redakan COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Berkumur Dengan Air Garam Redakan COVID-19

Setelah dilakukan pencarian fakta, ternyata narasi ini adalah hoaks lama. dan sudah ada dilaman resmi hoax buster covid.go.id.

Tjahjo Instruksikan Kader Geruduk Kantor Polisi, Ketua DPC PDIP Solo: Kejadiannya di Jakarta
Indonesia
Tjahjo Instruksikan Kader Geruduk Kantor Polisi, Ketua DPC PDIP Solo: Kejadiannya di Jakarta

FX Hadi Rudyatmo sebagai tindakan yang tidak diperlukan karena kasus pembakaran bendera tidak terjadi di Kota Bengawan.

Bareskrim Tangkap Penggagas Pasar Muamalah Pakai Dirham dan Dinar
Indonesia
Bareskrim Tangkap Penggagas Pasar Muamalah Pakai Dirham dan Dinar

Polisi menangkap penggagas Pasar Muamalah Zaim Saidi.

Stafsus Jokowi Minta Masyarakat Bijak Sampaikan Informasi Terkait Sriwijaya Air
Indonesia
Stafsus Jokowi Minta Masyarakat Bijak Sampaikan Informasi Terkait Sriwijaya Air

Saat ini tim gabungan terus mencari bukti-bukti lain

Lion Air Buka Suara Terkait Pengurangan Ribuan Karyawannya
Indonesia
Lion Air Buka Suara Terkait Pengurangan Ribuan Karyawannya

Lion Air Group mengumumkan pengurangan 2.600 tenaga kerja Indonesia dan asing (expatriate).

Alasan Korban Penyiksaan Takut Lapor Versi LPSK: Takut dengan Pejabat Publik dan Tak Percaya Proses Hukum
Indonesia
Alasan Korban Penyiksaan Takut Lapor Versi LPSK: Takut dengan Pejabat Publik dan Tak Percaya Proses Hukum

Pada tahun 2019, tercatat ada 11 permohonan, sementara per Juni 2020 tercatat ada 10 permohonan

Polisi Persilakan Masyarakat Jawa Barat Jemput Rizieq di Bandara Soetta
Indonesia
Pemerintah Diminta Tingkatkan Perlindungan Tenaga Medis Tangani COVID-19
Indonesia
Pemerintah Diminta Tingkatkan Perlindungan Tenaga Medis Tangani COVID-19

Oleh karena itu, waktu istirahat bagi para tenaga medis tersebut perlu ditambah