Pelajar Rusuh yang Diciduk Gegara Tolak UU Ciptaker Dipastikan Bisa Dapat SKCK Sekelompok remaja diamankan jajaran Polres Metro Jakarta Selatan dalam patroli mencegah pergerakan massa aksi penolakan UU Cipta Kerja ke Istana Merdeka, Selasa (13/10/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Merahputih.com - Polda Metro Jaya memastikan tak akan mempersulit penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi pelajar yang sempat ditangkap dalam demo rusuh menolak Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law.

"Kalau SKCK itu tidak ada hubungannya," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis (15/10).

Baca Juga

Polisi Kirim Pendemo yang Reaktif COVID-19 ke Wisma Atlet

Semua pelajar yang pernah ditangkap oleh Polda Metro Jaya dalam demo rusuh kemarin hanya diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Hal ini dibuat saat pelajar dijemput oleh orang tuanya untuk pulang. Tindakan ini dikatakan tak ada sangkut paut dengan pembuatan SKCK.

"Kecuali sudah dipidana, seperti resedivis. Tapi kalau ini jangan dikaitan dengan itu," ucap dia.

Puluhan pelajar terjaring razia unjuk rasa diboyong ke Mapolsek Tambora, Jakarta Barat, Selasa (13/10/2020). (ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Barat)
Puluhan pelajar terjaring razia unjuk rasa diboyong ke Mapolsek Tambora, Jakarta Barat, Selasa (13/10/2020). (ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Barat)

Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan munculnya narasi ancaman pihak Kepolisian dan Pemerintah terkait wacana pemberian catatan buruk atau kriminal di Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi pelajar yang tertangkap melakukan aksi demonstrasi.

Hal itu dikhawatirkan akan menyulitkan anak mendapatkan pekerjaan di masa depan. Apalagi banyak di antara mereka belum sempat unjuk rasa tetapi sudah diamankan oleh pihak kepolisian sebelum tiba di lokasi demo.

Anak-anak tersebut tidak melakukan tindakan pidana, hak mereka mendapatkan SKCK tidak boleh dihambat oleh Kepolisian. Hal itu diungkapkan Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan dalam keterangan persnya, Rabu (14/10).

Baca Juga

Alasan Polisi Tembakan Gas Air Mata ke Mobil Ambulance saat Demo UU Ciptaker

Usia yang masih anak, memang mudah sekali diprovokasi ikut demo oleh kelompoknya sebagai bentuk solidaritas. Mereka kerap tak mengerti bahaya, namun mereka tak memiliki niat jahat untuk berbuat onar, hanya ikut-ikutan, oleh karena itu, mereka seharusnya tidak dicatat telah berbuat kriminal.

"Mereka bahkan diamankan kepolisian sebelum tiba di lokasi demo yang dituju," tulis Retno. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI: Makan Prasmanan Diganti Besek
Indonesia
Pemprov DKI: Makan Prasmanan Diganti Besek

DKI Jakarta tak mengizinkan tamu mencedok hidangan prasmanan sendiri dalam acara resepsi pernikahan masa pandemi COVID-19.

BMKG Minta Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir di Beberapa Daerah
Indonesia
BMKG Minta Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir di Beberapa Daerah

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, di beberapa daerah di Indonesia.

Polisi Tetapkan 6 Orang Tersangka Pembongkaran Makam COVID di Sulsel
Indonesia
Polisi Tetapkan 6 Orang Tersangka Pembongkaran Makam COVID di Sulsel

Enam pelaku yang sudah diamankan Sat Reskrim Polres Parepare, mereka ada yang berperan mencangkul dengan menggali kuburan, dan lainnya turun mengambil jasad korban corona itu setelah dipastikan itu adalah jasad keluarganya.

Belasan Terduga Teroris di Jatim Diduga Kelompok Jemaah Islamiyah
Indonesia
Polri Bagikan 272 Ribu Paket Sembako untuk Warga Terdampak COVID-19
Indonesia
Polri Bagikan 272 Ribu Paket Sembako untuk Warga Terdampak COVID-19

Mabes Polri membagikan 272.662 paket sembako serta alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari 200 ribu masker dan 40 ribu hand sanitizer untuk warga terdampak COVID-19.

Vaksinasi Gelombang 3 Dimulai, Masyarakat Miskin hingga ODGJ Jadi Prioritas
Indonesia
Vaksinasi Gelombang 3 Dimulai, Masyarakat Miskin hingga ODGJ Jadi Prioritas

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan kelompok masyarakat miskin, disabilitas hingga Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masuk dalam prioritas sasaran program vaksinasi nasional gelombang ketiga.

10.000 Garda Nasional Amankan Pelantikan Biden, Dilengkapi Senjata Api
Dunia
10.000 Garda Nasional Amankan Pelantikan Biden, Dilengkapi Senjata Api

Keputusan diambil setelah FBI memperingatkan potensi demo bersenjata saat pelantikan 20 Januari 2020.

Mayoritas Tersangka Penyerangan Polsek Ciracas Berpangkat Tamtama
Indonesia
Mayoritas Tersangka Penyerangan Polsek Ciracas Berpangkat Tamtama

Para tamtama yang bertugas melayani orang proses pembinaannya berjalan kurang maksimal.

Masyarakat Diajak Bergotong Royong Rapatkan Barisan Wujudkan Indonesia Maju
Indonesia
Masyarakat Diajak Bergotong Royong Rapatkan Barisan Wujudkan Indonesia Maju

Kondisi sulit masih akan dihadapi sebagai dampak negatif dari pandemi COVID-19

Dorong Anies Pilih Isnawa Jadi Wali Kota Jaksel, Taufik: Supaya Tidak Nyasar
Indonesia