Pelajar Ikut Demo, BPIP Duga karena Sistem Pendidikan tak Berjalan Baik Puluhan pelajar terjaring razia unjuk rasa diboyong ke Mapolsek Tambora, Jakarta Barat, Selasa (13/10/2020). (ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Barat)

MerahPutih.com - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo menyayangkan terjadinya perbuatan anarkis oleh sejumlah pelajar saat demonstrasi UU Cipta Kerja pekan lalu.

Demo yang mengakibatkan banyak fasilitas publik rusak itu, membuat para pelajar dibekuk oleh polisi. Menurut Benny, keterlibatan para pelajar dalam aksi unjuk rasa hingga terjadinya pengerusakan fasilitas publik adalah buah dari sistem pendidikan yang bermasalah.

"Jika pendidikan mereka terasupi dengan baik, tak akan ada perbuatan yang melanggar adab dan etika meski mereka turut kangsung dalam sebuah demo," jelas Benny kepada MerahPutih.com di Jakarta, Minggu (18/10).

Baca Juga

Demo UU Ciptaker Ricuh, Tersangka Pembakaran Truck Satpol PP Masih Pelajar SMA

Menurutnya, ini salah satu bantuk gagal dalam pendidikan kritis untuk membangun karakter pendidikan, sehingga anak-anak akhinya menjadi objek dari eksploitasi. Anak-anak itu sebetulnya kurang memahami masalah dan realita tapi lebih digerakkan oleh emosi dan solidaritas.

Pria yang akrab disapa Romo Benny menjelaskan, tindakan anarkis adalah pelanggaran terhadap hak publik yang mengakibatkan rasa aman dan damai terancam. Hak ini menurutnya justru berkebalikan dengan perbuatan sejumlah pelajar pada aksi demo.

Pelajar yang terdidik dengan baik, kata Benny, tak akan mungkin berbuat anarkis. Jika hal itu ternyata terjadi, maka masalah yang sesungguhnya terjadi ada pada pendidikan yang mereka dapatkan.

Lebih lanjut ia menerangkan, anak-anak pelajar sangat mudah terprovokasi hingga melakukan vandalisme ketika sebuah peristiwa besar, seperti demonstrasi, memancing emosi mereka.

Meski begitu, Benny mengingatkan aparat kepolisian agar tidak menggunakan cara-cara kekerasan dalam menindak para pelajar.

Peristiwa vandalisme dari aksi unjuk rasa kemarin hingga penangkapan sejumlah pelajar STM dan SMK menurut Benny menjadi pekerjaan besar bagi Menteri Pendidikan untuk berani mengoreksi sistem pendidikan yang ada saat ini.

"Pendidikan seharusnya menghasilkan transformasi sosial yang dapat memperkuat karakter anak-anak dalam mengenal baik dan buruknya suatu perbuatan. Dampak besar pendidikan juga akan menghasilkan tumbuh kembangnya kesadaran umat dalam suatu bangsa," jelasnya.

Fakta yang terjadi adalah di setiap era para penguasa, pendidikan seperti kehilangan makna hakikinya. Pendidikan bukan lagi menjadi alat untuk melakukan transformasi dari kegelapan menuju pencerahan.

Dalam berbagai kebijakan pendidikan itu terselip berbagai macam proyek yang sering hanya berujungpangkal pada uang dan keuntungan penguasa, pemenangan ideologi, dan kepentingan kelompok di atas kelompok yang lain.

"Sampai pencampuradukan antara kepentingan pemenangan agama yang simbolistik dan ketidakjelasan arah visi yang dituju," jelas Benny.

Selanjutnya, Benny menekankan pemerintah harus mencarikan solusi agar anak-anak sekolah mempunyai harapan untuk masa depannya serta energi mereka diarahkan untuk menambah keterampilan, bukan untuk brutalisme.

”Kalau anak-anak itu mampu kreatif dan inovatif serta berpikir kritis maka mereka tidak akan mudah terjebak ke dalam vandalisme itu,” katanya.

Kedepan Benny berharap mereka yang terlibat dalam tindakan vandalisme harus ditangani dengan terapi khusus dalam pembinaan anak-anak.

Salah satu upaya itu, kata Benny, anak-anak pelajar didorong serta diberi peran di publik atas bakat dan minat mereka masing-masing. Seiring dengan itu, bakat dan potensi mereka pun harus tetap dikembangkan.

Baca Juga

UU Cipta Kerja Diklaim Mudahkan Usaha Syariah

Sistem pendidikan yang memerdekakan siswa menurut Benny adalah mampu menjadikan mereka menjadi diri sendiri dengan bergantung pada potensi yang dimiliki.

"Menggali potensi bakat dan minat yang mereka miliki adalah proses pendidikan yang memerdekakan dengan pengakuan kesuksesan, bukan hanya kemampuan akademis semata. Seseorang memiliki makna hidup ketika ia menjadi dirinya sendiri," tutup Benny. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Nurdin Abdullah
Indonesia
KPK Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Nurdin Abdullah

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan yang menjerat Nurdin Abdullah.

Lawan Gibran, Bajo Andalkan Jurkam Penjual Wedangan sampai Tukang Batu
Indonesia
Lawan Gibran, Bajo Andalkan Jurkam Penjual Wedangan sampai Tukang Batu

Bagyo Wahyono dan FX Supardjo (Bajo) mulai percaya diri melakukan kampanye dengan menyiapkan sejumlah tokoh internal.

Malam Tahun Baru, Ancol dan TMII Tutup
Indonesia
Malam Tahun Baru, Ancol dan TMII Tutup

"Kami sepakat bersama semuanya tidak ada kegiatan dari beberapa tempat wisata seperti Ancol dan Taman Mini dan sebagainya," jelas Yusri

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie bakal Diseret ke Pengadilan
Indonesia
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie bakal Diseret ke Pengadilan

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi menegaskan meskipun permohonan rehabilitasi dikabulkan, kasus narkoba yang menjerat ketiga tersangka tersebut tetap akan bergulir di meja persidangan.

17 Juta Ajukan STRP, Anies Ubah Aturan Pengajuan
Indonesia
17 Juta Ajukan STRP, Anies Ubah Aturan Pengajuan

Banyak pekerja yang masuk sektor non esensial mengajukan pendaftaran untuk mendapatkan surat sakti tersebut.

Buruh di Kawasan Industri Pulo Gadung Tolak UU Cipta Kerja dan Mogok Kerja
Indonesia
Buruh di Kawasan Industri Pulo Gadung Tolak UU Cipta Kerja dan Mogok Kerja

Tuntutan buruh adalah Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tanpa syarat, tidak menghilangkan Upah Minimum Sektoral, nilai pesangon tidak berkurang, tidak boleh ada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau karyawan kontrak seumur hidup serta tidak boleh ada "outsourcing" seumur hidup.

1,5 Juta Tenaga Medis Dapat Prioritas Suntik Vaksin COVID-19
Indonesia
1,5 Juta Tenaga Medis Dapat Prioritas Suntik Vaksin COVID-19

Vaksinasi dilakukan dengan dua skema yakni melalui bantuan pemerintah dan vaksin secara mandiri.

Pegawai hingga Hakim Positif Corona, PN Jakarta Utara Ditutup
Indonesia
Pegawai hingga Hakim Positif Corona, PN Jakarta Utara Ditutup

Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil dengan mengacu pada SEMA Nomor 9 tahun 2020 tanggal 7 September 2020.

[Hoaks atau Fakta]: Bertemu Dubes Palestina, Anies dan Karyawan Patungan Dana Bantuan
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Bertemu Dubes Palestina, Anies dan Karyawan Patungan Dana Bantuan

Anies Baswedan berharap agar hubungan antara Indonesia dengan Palestina akan lebih akrab melalui hubungan perdagangan.

Delapan Orang Dijadikan Tersangka Kasus Prostitusi di Apartemen Green Pramuka
Indonesia
Delapan Orang Dijadikan Tersangka Kasus Prostitusi di Apartemen Green Pramuka

Polisi menetapkan delapan tersangka kasus prostitusi di Apartemen Green Pramuka, Jakarta Pusat.