Pelajar Aceh Melawan Maut Demi Sekolah Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

MerahPutih.com - Tidak ada yang dapat menyurutkan semangat anak-anak Aceh untuk menuntut ilmu dan meraih cita-cita. Di sebuah daerah, infrastruktur yang tidak mendukung tak membuat mereka terhenti. Anak-anak dengan berani menyeberangi sungai meski dengan risiko tinggi.

Lembaga Advokasi Rakyat Aceh (LARA) menyatakan ratusan pelajar di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, harus melawan maut untuk sampai ke sekolahnya, karena harus menyeberangi sungai dengan rakit.

"Siswa di Simpang Jernih harus naik getek (rakit penyeberangan) untuk mencapai sekolahnya. Kondisi seperti ini berlangsung lama tanpa adanya perhatian serius pemerintah," ungkap Manager Advokasi dan Kampanye LARA Syahrizal di Peureulak, Selasa (13/3), dilansir Antara.

Menurutnya, kebutuhan jembatan menjadi prioritas utama bagi masyarakat di pelosok Kabupaten Aceh Timur itu. Akan tetapi hingga saat ini impian tersebut masih sebatas mimpi yang terus terwacanakan.

Syahrizal mengaku miris melihat kondisi pelajar di Simpang Jernih yang harus menentang maut dengan menyeberang sungai. Bisa saja, rakit penyeberangan karam dan memakan korban jiwa para pelajar tersebut.

Karenanya, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur maupun Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera membangun jembatan penyeberangan di Simpang Jernih.

"Sudah sangat mendesak kebutuhannya. Jembatan dan jalan menjadi infrastruktur penting bagi masyarakat pedalaman. Kita desak pemerintah bisa segera membangunnya," tutur aktivis muda ini.

Sebelumnya, Anggota DPRK Aceh Timur Mat Rais juga telah menyuarakan pentingnya pembangunan jalan dan jembatan di daerah itu.

"Hasil Musrenbang Kecamatan Simpang Jernih, salah satu poin penting adalah keinginan masyarakat agar dibangun jalan dan jembatan," kata dia.

Selain sebagai akses utama menuju kecamatan perbatasan antara Aceh Timur dan Gayo Lues serta Aceh Tamiang tersebut. Jalan dan jembatan dipandang urgensi untuk meningkatkan pendapatan ekonomi rakyat.

"Bila jalan sudah dibangun, maka jalur transportasi mudah. Harga komoditas pertanian stabil dan mudah di pasarkan. Begitu juga jembatan, selama ini sangat dibutuhkan sebagai penghubung antar desa dengan ibu kota kecamatan, termasuk pelajar yang harus menyeberang menggunakan getek saban harinya," urai Mat Rais.

Sebagai wakil rakyat, dia berjanji akan memperjuangkan pembangunan jalan dan jembatan di Simpang Jernih melalui APBK Aceh Timur maupun APBA tahun 2019. (*)


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH