Vaksin COVID-19
Pekerjaan Besar Vaksinasi COVID-19 Vaksin COVID-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma. (Foto: Sekretariat Presiden)..

MerahPutih.com - 1,2 juta vaksin Sinovac asal Tiongkok, pada awal bulan ini telah tiba di Indonesia. Kini, vaksin yang disimpan di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, tengah menunggu izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikasi halal MUI.

Ingin segera lakukan vaksinasi, pemerintah bergerak cepat dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19 secara nasional. Simulasi vaksinasi telah dilakukan di Bekasi dan Bogor, Jawa Barat, akhir November lalu.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi MPH menjelaskan, saat ini sudah ada belasan ribu tenaga kesehatan yang mendapat pelatihan untuk menjadi vaksinator.

Baca Juga:

Pemerintah Finalisasi Daerah Prioritas Vaksinasi COVID-19

Data per 5 Desember 2020 sudah dilakukan pelatihan kepada 12.408 orang yang tersebar pada 21 provinsi. Sementara workshop penyiapan bagi tenaga vaksinator juga telah dilangsungkan kepada 29.635 orang untuk 34 provinsi.

"Artinya semua ya berjalan sesuai rencana . Dan Insya Allah kesiapan-kesiapan itu kita jaga," ujarnya, Senin (15/12).

Ia memaparkan, dari sisi jumlah, dari sisi proporsional semua provinsi akan tercakup. Untuk modul pelatihannya kita adaptasi dalam bentuk virtual. Bahkan, kliam ia, sebagian besar daerah telah siap melaksanakan program vaksinasi COVID-19.

Beberapa diantaranya Kota Bogor, dimana sebelumnya simulasi vaksinasi COVIF-19 telah dilaksanakan di Puskesmas Tanah Sareal yang ditinjau langsung oleh Presiden Joko Widodo. Lalu, Puskesmas Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, juga telah melakukan simulasi yang dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Ia menegaskan, simulasi harus dilakukan untuk mengetahui jika terdapat persoalan, atau sesuatu yang kurang, dapat langsung diperbaiki saat pelaksanaan vaksinasi massal kelak.

"Namanya ini pekerjaan besar, ya," ujarnya.

Kesiapan lain disebutkannya seperti alat pelindung diri (APD) juga sudah disosialisasikan kepada seluruh pelatihan vaksinator. Dan juga penyediaan rantai dingin atau cold chain , logistik pendukung, termasuk APD level 1.

"Jadi rencana itu sudah berjalan dan diikuti dengan penyiapan-penyiapan pembaayaran. Yang sudah diukur dan direncanakan dengan baik," lanjut Oscar.

Sembari pemerintah menyiapkan program vaksinasi, yang tak kalah penting juga ialah bagaimana cara mengkomunikasikan manfaat vaksin bagi masyarakat. Karena sosialisasi yang tepat akan memberi pemahaman yang baik bagi masyarakat.

"Informasi yang benar tentang vaksin harus sampai hingga ke daerah-daerah," katanya. Oscar mengakui ada tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi nasional kelak. Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki tempat-tempat yang memiliki akses tidak mudah.

"Sehingga tenaga kesehatan butuh upaya yang besar untuk menjangkau daerah terpencil. Tantangan lain ialah jaringan cold chain atau rantai dingin. Karena untuk mendistribusikan vaksin harus menggunakan perlakuan khusus," jelasnya.

Uj Klinis Vaksin COVID-19 di Bandung. (Foto: Antara)
Uj Klinis Vaksin COVID-19 di Bandung. (Foto: Antara)

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio menyatakan, pemberian vaksin memang diharapkan untuk menciptakan kekebalan populasi (herd immunity). Paling tidak, untuk mencapai itu, yang harus divaksinasi minimum 70-80 persen.

"Dan diharapkan sisa 20-30 persen dari populasi itu akan terlindungi oleh orang-orang yang sudah divaksinasi," katanya.

Tapi Amin mengingatkan, ketika vaksin ada, itu tidak langsung menyelesaikan pandemi karena virus tidak langsung hilang tetapi virusnya masih hidup di lingkungan sekitar dan tidak musnah.

"Yang pasti sebelum ada vaksin tetap kita harus menjalankan protokol kesehatan 3M nanti sesudah ada vaksin tetap saja 3M tetap dilaksanakan karena memang vaksin ini tidak menggantikan protokol kesehatan sehingga harus berjalan berdampingan," katanya.

Pemerintah sementara ini menetapkan pemberian vaksinasi dengan dua cara yakni gratis dan mandiri alias berbayar. Khuus untuk rakyat, yang mendapatkan vaksinasi gratis adalah mereka yang terdata di Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Ratusan juta lainnya, harus membayar jika ingin divaksinasi.

Indonesia sendiri, tidak seperti negara lain, seperti Singapura atau negara maju Eropa dann Asia Timur seperti Korea dan Jepang, yang menggeratiskan semua warganya buat vaksinasi COVID-19.

Vaksinasi mandiri akan diakomodir oleh Badan Usaha Milik Negara bidang kesehatan PT Bio Farma dan anak usahanya dengan menggandeng swasta. Padahal jika menggeratiskan vaksinasi anggaran yang diperlukan sekitar Rp70 triliun.

"Bisnis vaksin oleh kartel BUMN yang direstui pemerintah adalah praktik biadab!!!," cuit Ekonom Faisal Basri @FaisalBasri, Senin (14/12). (Knu)

Baca Juga:

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Harus Aman

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Metro Klaim Gage Efektif Turunkan Volume Kendaraan
Indonesia
Polda Metro Klaim Gage Efektif Turunkan Volume Kendaraan

"Ini sangat efektif terutama sangat terasa di ruas jalan Sudirman-Thamrin, bisa berkurang sampai 30-40%," tegas Sambodo

KPK: Kekayaan Cakada Petahana Naik Rp2-4 Miliar
Indonesia
KPK: Kekayaan Cakada Petahana Naik Rp2-4 Miliar

KPK mengungkapkan harta kekayaan cakada petahana pada Pilkada 2020 mngalami kenaikan senilai Rp2 miliar hingga Rp4miliar selama menjabat pada periode pertama.

Bamsoet Minta Sri Mulyani Jelaskan Pengelolaan dan Pemanfaatan Utang Luar Negeri
Indonesia
Bamsoet Minta Sri Mulyani Jelaskan Pengelolaan dan Pemanfaatan Utang Luar Negeri

Bamsoet berharap dan terus mengingatkan Menteri Keuangan agar tetap berhati-hati

Komjen Listyo Dikritik karena Temui AHY Jelang Fit and Proper Test
Indonesia
Komjen Listyo Dikritik karena Temui AHY Jelang Fit and Proper Test

Pertemuan calon tunggal Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo dengan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menuai kontroversi.

[HOAKS atau FAKTA]: Pembagian Masker Gratis Mengandung Obat Bius Kembali Marak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembagian Masker Gratis Mengandung Obat Bius Kembali Marak

Kembali beredar sebuah pesan berantai berisi informasi untuk berhati-hati terhadap modus baru kejahatan yang menawarkan masker dari rumah ke rumah.

Pandemi COVID-19 Masih Tinggi, Warga Solo Diimbau Tidak Pulang Kampung Saat Libur Panjang
Indonesia
Pandemi COVID-19 Masih Tinggi, Warga Solo Diimbau Tidak Pulang Kampung Saat Libur Panjang

"Sebagai Wali Kota Solo saya mengimbau pada semua warga yang di perantauan, agar tidak perlu pulang kampung dulu sebelum vaksin COVID-19 ditemukan," ujar Rudy

[HOAKS Atau FAKTA]: Demo 6 Oktober di Gedung DPR/MPR Ricuh
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Demo 6 Oktober di Gedung DPR/MPR Ricuh

Kondisi di depan Gedung DPR/MPR juga normal karena tak ada yang melakukan aksi. Polisi sudah melakukan penyekatan di sejumlah titik untuk mencegah adanya aksi massa.

Transparansi Jadi Kunci Agar Bansos Tidak Kembali Dikorupsi
Indonesia
Transparansi Jadi Kunci Agar Bansos Tidak Kembali Dikorupsi

Berdasarkan rilis BPS, jumlah penduduk miskin akibat pandemi yang menghantam di tahun 2020, mengalami peningkatan menjadi 2,76 juta orang.

Prakiraan Cuaca: Warga DKI Diminta Waspadai Hujan Disertai Petir
Indonesia
Prakiraan Cuaca: Warga DKI Diminta Waspadai Hujan Disertai Petir

BMKG mengingatkan agar warga Jakarta untuk mewaspasai potensi hujan disertai kilat petir pada Kamis, 22 Oktober 2020

Update COVID-19 Rabu (12/8): 130.718 Positif, 85.798 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Rabu (12/8): 130.718 Positif, 85.798 Sembuh

Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan dua kali hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR)