Pekerja Trans Papua Dibantai, Panglima TNI, Kapolri dan KSAD Kompak Terbang Bareng Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (MP/Angga Yudha Pratama)

MerahPutih.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa langsung terbang ke Papua pagi ini.

Rombongan akan memantau langsung upaya pengejaran pelaku penembakan puluhan pekerja pembangunan jembatan proyek Trans Papua di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, sekaligus melihat kondisi Papua pasca penembakan.

"Panglima TNI, Kapolri dan KSAD sudah terbang ke Papua melihat kondisi Papua," kata Irjen Mabes TNI Letjen M Herindra usai Membuka Rapat Paripurna TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/12).

Presiden Jokowi bersama KSAD Jenderal Andika Perkasa
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana menyampaikan ucapan selamat kepada Jend. Andika Perkasa usai pelantikannya sebagai KSAD, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/11) pagi. (Foto: AGUNG/Humas)

Sementara itu, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Joshua Sembiring menjelaskan proses evakuasi korban dan pengejaran pelaku pembantaian dilakukan tim gabungan lewat jalur udara dan darat.

Pangdam menambahkan pagi tadi Kodam XVII Cenderawasih mengirim kembali satu kompi dari Yonif 751 VJS Sentani, untuk memperkuat personel gabungan yang sudah dikerahkan ke Nduga.

Sebelumnya tercatat 169 personel gabungan TNI-Polri sudah dikerahkan ke Nduga untuk melakukan proses evakuasi terhadap para korban sekaligus memburu anggota KKSB.

"Prajurit TNI kini sudah berada di Wamena setelah diterbangkan dari Sentani dengan menggunakan pesawat hercules," tegas jenderal bintang dua itu, dilansir Antara. Pangdam sendiri bersama Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin saat ini sudah berada di Wamena.

ilustrasi pengamanan papua
Ilustrasi. (Humas Polda Papua)



Kemarin dilansir Antara, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi menjelaskan telah menyiapkan personel Yonif 756/WMS dan Kodim 1702/Jayawijaya untuk membantu personel TNI-Polri yang melakukan pengejaran terhadap para pelaku pembantaian.

Seperti diketahui, kejadian sadis penembakan puluhan pekerja proyek Trans Papua itu terjadi pada minggu (2/12) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga. Namun, masyarakat baru melaporkan pada Senin (3/12) sekitar pukul 15.30 WIT. (*)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH