Pekan Suci Paskah, Umat Hendak Masuk ke Katedral Dibatasi dan Diperiksa Kapolsek Sawah Besar AKP Maulana Mukarom. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Menjelang pekan Hari Suci Paskah pada 2-4 April, Polsek Sawah Besar memberikan imbauan kepada umat yang menjalankan ibadah tatap muka di Gereja Katedral, Pasar Baru, khususnya yang membawa kendaraan.

Kapolsek Sawah Besar AKP Maulana Mukarom meminta agar umat yang membawa kendaraan roda empat dapat parkir di Masjid Istiqlal melalui depan SMPN 4 Jakarta, tepatnya di Jalan Perwira, Jakarta Pusat.

Kemudian, kendaraan dapat parkir di basement Masjid Istiqlal, untuk selanjutnya keluar melalui Pintu Al Fattah yang letaknya berseberangan dengan pintu masuk Katedral.

Baca Juga:

Libur Panjang Paskah, Terjadi Kenaikan Volume Kendaraan Menuju Jabar-Jateng

"Masuk Istiqlal dulu di depan pintu SMP 4 kemudian parkir di basement Istiqlal baru keluar dari Pintu Al Fattah, kemudian masuk ke Pintu IV Gereja Katedral," kata Maulana saat ditemui di Kawasan Gereja Katedral Jakarta, Kamis (1/4).

Seperti diketahui, jalan utama menuju Gereja Katedral dari arah Gambir, maupun arah Lapangan Banteng ditutup karena adanya pembangunan Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral.

Oleh karena itu, pihak kepolisian mengimbau agar umat yang melakukan ibadah baik Kamis Putih, Jumat Agung hingga Paskah, dapat memerhatikan lalu lintas menuju Katedral.

Selain itu, Gereja Katedral juga menerapkan pembatasan ibadah tatap muka. Umat dipastikan telah mendaftar secara daring (online) dan memiliki barcode.

"Skema peserta ibadah Gereja Katedral semua melalui pendaftaran online. Ada registrasi screening barcode. Apabila tidak ada barcode, tidak boleh masuk," kata Maulana.

Pintu IV sebagai pintu masuk utama Katedral, Jakarta Pusat. ANTARA/Mentari Dwi Gayati.
Pintu IV sebagai pintu masuk utama Katedral, Jakarta Pusat. ANTARA/Mentari Dwi Gayati.

Sejauh ini, sebanyak 300 umat telah mendaftarkan diri untuk mengikuti ibadah tatap muka.

Umat juga dapat mengikuti ibadah Misa Paskah melalui dua siaran langsung TV, yakni Kompas TV dan TVRI, serta kanal Youtube Komsos Katedral Jakarta dan Hidup TV.

Sebanyak 150 personel gabungan dari TNI, Polri, Brimob, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diturunkan untuk menjaga keamanan Gereja Katedral, Pasar Baru.

Maulana menjelaskan, pengamanan rangkaian ibadah Paskah di Gereja Katedral, telah dilaksanakan sejak pukul 06.00 WIB pada Kamis pagi, yakni sterilisasi kawasan oleh unit penjinak bom (jibom).

Saat ini, tim unit jibom sudah bersiaga di dalam gedung Gereja Katedral.

Baca Juga:

Perayaan Paskah Jangan Sampai Jadi Kesempatan Melanggar Protokol Kesehatan

Kemudian, apel personel gabungan telah dilakukan pukul 07.30 WIB untuk selanjutnya para personel ditempatkan di pos masing-masing.

Maulana merinci pengamanan akan tersebar di sejumlah titik, antara lain di depan SMP 4 Gambir, tepatnya di Jalan Perwira, kemudian di Pintu masuk IV Jalan Katedral, serta pintu masuk timur di Jalan Lapangan Banteng Utara.

Ada pun dari hasil sterilisasi, petugas menilai keadaan di dalam gereja aman dan kondusif.

"Aman dan lancar ya, tadi pukul 08.00 WIB sudah melaksanakan kegiatan (ibadah) tapi hanya dari pemuka-pemuka gereja yang melaksanakan, nanti pukul 17.00 dan 20.00 melaksanakan misa pertama dan kedua," kata Maulana. (Knu)

Baca Juga:

Polda Metro Jaya Perketat Keamanan Empat Gereja Besar di Jakarta Saat Paskah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Negara G20 Diminta Fokus Berikan Pelatihan Kerja
Indonesia
Negara G20 Diminta Fokus Berikan Pelatihan Kerja

pengembangan kapasitas sumber daya manusia untuk pertumbuhan produktivitas berkelanjutan merupakan komitmen dalam mengembangkan dan meningkatkan kompetensi SDM.

Truk Pertamina Seruduk Sejumlah Pemotor di Cibubur, Korban Berjatuhan
Indonesia
Truk Pertamina Seruduk Sejumlah Pemotor di Cibubur, Korban Berjatuhan

Insiden tersebut melibatkan sebuah truk Pertamina

KPK Berikan Ultimatum bagi Pihak yang Halangi Pengusutan Kasus Dugaan Korupsi Walkot Bekasi
Indonesia
KPK Berikan Ultimatum bagi Pihak yang Halangi Pengusutan Kasus Dugaan Korupsi Walkot Bekasi

"Kami mengingatkan agar tidak ada pihak yang sengaja menghalangi proses penyidikan yang sedang kami lakukan ini," ujar Ali Fikri dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (8/1).

Demokrat Tanggapi Pertemuan Anies dengan 3 Ketum Parpol dan JK
Indonesia
Demokrat Tanggapi Pertemuan Anies dengan 3 Ketum Parpol dan JK

"Apakah ini pertanda atau sinyal koalisi 2024, doakan saja," ujar Herzaky saat dikonfirmasi awak media, Senin (19/9).

Ada 18 Item Masalah Persiapan MotoGP, Hadi Tjahjanto Berkantor di Mandalika
Indonesia
Ada 18 Item Masalah Persiapan MotoGP, Hadi Tjahjanto Berkantor di Mandalika

Sejumlah titik perhatian yang perlu segera mendapat perhatian berdasarkan catatan evaluasi saat pelaksanaan World Superbike (WSBK) Nopember 2021 lalu, antara lain infrastruktur jalan.

Cerita Anies di Antara JK dan 3 Ketum Partai Politik
Indonesia
Cerita Anies di Antara JK dan 3 Ketum Partai Politik

Secara terang-terangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan siap mencalonkan diri menjadi calon presiden (Capres) 2024 mendatang.

Jemaah Haji dan Umrah Sudah Bisa Mencium Ka'bah
Dunia
Jemaah Haji dan Umrah Sudah Bisa Mencium Ka'bah

Sebelumnya, jemaah haji tidak dapat menyentuh Ka'bah karena sekelilingnya dibatasi dengan bangunan setinggi sekitar 130 cm.

Kejagung Sita Aset Seluas 60 Ribu Meter Persegi Milik Tersangka Kasus Asabri
Indonesia
Kejagung Sita Aset Seluas 60 Ribu Meter Persegi Milik Tersangka Kasus Asabri

Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran

Sirkuit Belum Jelas, Fraksi PDIP Masih Ngotot Ajukan Interpelasi Formula E
Indonesia
Sirkuit Belum Jelas, Fraksi PDIP Masih Ngotot Ajukan Interpelasi Formula E

Fraksi PDI Perjuangan dan PSI masih ingin menggunakan interpelasi lantaran gelaran balap mobil berenergi listrik itu masih belum jelas.

Ada 'Ratu Batu Bara' di Kaltim, Politisi Demokrat: Kenapa Tidak Ditangkap?
Indonesia
Ada 'Ratu Batu Bara' di Kaltim, Politisi Demokrat: Kenapa Tidak Ditangkap?

Dugaan skandal penjualan batu bara tersembunyi di Kalimantan Timur (Kaltim) yang dilakukan oleh "Ratu Batu Bara" terkuak. Hal itu diungkap oleh anggota Komisi VII DPR, Muhammad Nasir.