Pekan Menyusui Sedunia, UNICEF Beri Tips Menyusui di Tengah Pandemi COVID-19 WBW diperngati setiap 1 sampai 7 Agustus setiap tahunnya. (Foto:Unsplash Ana Tablas)

PEKAN Menyusui Sedunia atau World Breastfeeding Week (WBW) diperingati setiap tanggal 1-7 Agustus. Tahun ini, perayaan WBW menjadi berbeda karena kampanye WHO dan UNICEF tak semata ingin mendukung ibu menyusui di seluruh dunia, namun memastikan bayi tetap beroleh asupan ideal di masa pandemi COVID-19.

Baca juga: Bunda, Yuk Beri Si Kecil ASI Sampai Usia 2 Tahun

Menurut WHO, kontak ibu dan bayi harus didasarkan pada beberapa pertimbangan. Tidak hanya risiko potensial infeksi COVID-19 pada bayi saja, tetapi juga risiko morbiditas dan mortalitas terkait tidak menyusui dan penggunaan susu formula tidak tepat. Mengutip laman UNICEF, berikut empat tips menyusui di tengah pandemi COVID-19.

1. Tetap menyusui sambil menjaga kebersihan

ASI
Menyusui sambil mempraktikkan 3M. (Foto Unsplash Jonathan Borba)

Sejauh ini, virus belum ditemukan dalam ASI dan semua ibu disarankan untuk terus menyusui sambil mempraktikkan protokol kebersihan. Termasuk 3M, menggunakan masker saat menyusui, mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bayi, serta membersihkan dan mendisinfeksi permukaan secara teratur.

Risiko utama bagi bayi tertular virus dari kontak dengan ibu atau anggota keluarga lain sebagai carier atau terinfeksi. Jika ada anggita keluarga sakit di rumah, berhati-hatilah untuk melindungi bayi dengan mempraktikkan 3M.

Beberapa ibu mungkin memilih untuk memakai masker selama menyusui secara rutin untuk memastikan anak mereka terlindungi.

Jika seorang ibu mencurigai dirinya terinfeksi COVID-19, ia bisa memeras ASI-nya dan memberi makan bayi menggunakan cup feeder atau cangkir bersih.

2. Tetap menyusui jika ibu sakit

ASI
Meski sakit, tetapi harus menyusui. (Foto: Unsplash Kelly Sikkema)

Ibu terjangkit COVID-19 saat sebelum melahirkan dan mulai menyusui, serta terinfeksi saat menyusui, akan menghasilkan faktor umun dalam ASI untuk melindungi bayi.

Selain itu juga dapat meningkatkan respons kekebalan bayi itu sendiri. hal ini berarti terus menyusui adalah cara terbaik untuk melawan virus dan melindungi bayi.

Jika seorang ibu jatuh sakit dengan gejala demam, batuk, atau kesulitan bernafas, ia harus mencari perawatan medis lebih awal dan mengikuti instruksi dari penyedia layanan kesehatan.

Ibu yang cukup sehat untuk menyusui harus terus melakukannya, merawat bayi dengan mempraktikkan 3M, termasuk mengenakan masker setiap kali dekat bayi.

Baca juga: Gara-Gara Seks Produksi ASI Bisa Berkurang?

3. Gunakan cangkir dan sendok

ASI
Bisa menggunakan cup feeder. (Foto: Best Baby Product)

Ketika ibu terlalu sakit untuk menyusui dengan gejala terinfeksi COVID-19, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Ibu masih mungkin mengeluarkan ASI dan meminta anggota keluarga yang tidak terinfeksi untuk memberi makan bayi menggunakan cup feeder atau cangkir dan sendok bersih.

4. Berhati-hati saat memberi susu formula

ASI
Memperhatikan cara ketika memberi susu formula. (Foto: Unsplash Rainier Ridao)

Menyusui merupakan cara terbaik untuk menyediakan makanan ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun, ada beberapa kasus seorang ibu tidak dapat menyusui atau memutuskan untuk tidak menyusui.

Di sisi lain, pemasaran susu formula yang meluas merusak kepercayaan banyak ibu dan mendorong mereka memberi makan bayi menggunakan botol dan susu formula.

Dalam kasus seperti ini, ketika telah diputuskan untuk memberi susu formula, sangat penting bayi untuk diberi makan sesuai instruksi pada kemasan dan perawatan ekstra dengan cara mencuci botol, dot, dan peralatan lainnya. (and)

Baca juga: Masalah yang Biasa Timbul pada Ibu Menyusui


Tags Artikel Ini

Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH