Pejabat Kemensos Sebut Juliari yang Tentukan Bansos COVID-19 Sembako Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara menjalani sidang pembacaan dakwaan. ANTARA/Desca Lidya Natalia

MerahPutih.com - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara disebut sebagai pihak yang menentukan bantuan sosial (bansos) dalam penanganan COVID-19 berupa sembako.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin saat bersaksi untuk terdakwa Juliari Batubara dalam kasus dugaan suap bansos COVID-19.

Baca Juga:

Dapil Juliari di Jateng Kecipratan Duit Suap Bansos

Mulanya Ketua Majelis Hakim, Muhammad Damis mendalami soal penerapan bansos berupa sembako yang saat ini berujung rasuah. Juliari disebut sebagai penanggung jawab bansos sembako COVID-19.

"Siapa yang menentukan jenis bantuan?," tanya Hakim Damis di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (10/5).

"Bapak menteri sosial (Juliari Peter Batubara)," jawab Pepen.

Mendalami pernyataan Pepen, Hakim Damis menelisik apakah bansos berupa sembako itu ditentukan dalam keputusan rapat atau hanya dari keputusan Juliari.

"Pada waktu itu, apakah menteri sosial sendiri yang menentukan ataukah ditentukan berdasarkan rapat para pimpinan pejabat?," tanya Hakim Damis.

"Diawal bapak (Juliari Peter Batubara) menyampaikan untuk ada bantuan sosial sembako. Kemudian dibahas dirapat," ujar Pepen.

Bekas Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, tiba untuk diperiksa, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/3/2021). ANTARA FOTO/Indrianto E Suwarso
Bekas Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, tiba untuk diperiksa, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/3/2021). ANTARA FOTO/Indrianto E Suwarso

Pepen mengatakan, harus mempertanggung jawabkan bansos berupa sembako itu kepada Juliari. Menurutnya, mekanisme pertanggung jawaban itu berupa laporan.

"Mekanisme pertanggungjawaban saudara itu seperti apa?," kata Hakim Damis.

"Mekanisme pertanggung jawaban berupa laporan," ujar Pepen.

Menurut Pepen, bansos sembako itu berupa beras, minyak goreng, mie instan sarden dan kecap. Dia mengakui, satu paket bansos dianggarkan senilai Rp 300 ribu.

"Nilai satu paket itu Rp 270 ribu, Rp 30 ribunya, Rp 15 ribu untuk transporter dan Rp 15 ribu untuk godie bag," kata Pepen.

Baca Juga:

Penyuap Juliari Ditagih Fee Bansos Sejak COVID-19 Baru Masuk Indonesia

Sebelumnya Juliari didakwa menerima suap sebesar Rp32 miliar dari para pengusaha yang menggarap proyek pengadaan bansos untuk penanganan COVID-19. Uang tersebut diterima Juliari lewat dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos yakni Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Puluhan miliar uang dugaan suap untuk Juliari itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos COVID-19. Di antaranya yakni, PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dituduh Debt Collector, Seorang Pria Diserang Warga hingga Lompat ke Kali Ciliwung
Indonesia
Dituduh Debt Collector, Seorang Pria Diserang Warga hingga Lompat ke Kali Ciliwung

Seorang pria nekat menceburkan dirinya ke Kali Ciliwung, Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Anies Tambah 34 Tempat Isolasi Mandiri Pasien COVID-19, Ini Lokasinya
Indonesia
Anies Tambah 34 Tempat Isolasi Mandiri Pasien COVID-19, Ini Lokasinya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah fasilitas isolasi terkendali bagi pasien COVID-19 tanpa gejala. Dari sebelumnya hanya tiga tempat, kini meningkat menjadi 34 tempat isolasi mandiri.

Skandal Djoko Tjandra, MAKI Serahkan Bukti Istilah "Bapak" dan "King Maker" ke KPK
Indonesia
Skandal Djoko Tjandra, MAKI Serahkan Bukti Istilah "Bapak" dan "King Maker" ke KPK

Boyamin Saiman menyerahkan bukti yang diduga hasil percakapan jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) dengan sejumlah pihak terkait skandal Djoko Tjandra.

PPP Yakin Negara Tak Terlantarkan Pekerja dan Pikirkan Pengusaha
Indonesia
PPP Yakin Negara Tak Terlantarkan Pekerja dan Pikirkan Pengusaha

Penyebab tidak ada kenaikan UMP adalah kondisi perekonomian nasional yang merosot sebagai dampak dari pandemi COVID-19

Sidang Red Notice, Irjen Napoleon Bakal Bacakan Pledoi
Indonesia
Sidang Red Notice, Irjen Napoleon Bakal Bacakan Pledoi

Jenderal bintang dua itu akan membacakan seluruh pembelaan atas tuntutan pidana penjara 3 tahun dalam perkara tersebut.

Cerita Armuji Dapat Restu Megawati Dampingi Eri Cahyadi di Pilkada Surabaya
Indonesia
Cerita Armuji Dapat Restu Megawati Dampingi Eri Cahyadi di Pilkada Surabaya

Saya sendiri tak menyangka kalau saya direkomendasi. Dan, nggak ada firasat atau bahkan bocoran dari manapun. Bahkan, waktu itu saya lagi nyantai berkebun di rumah," ujar Armuji

Jokowi Tunjuk Airlangga Pimpin Sherpa Track G20
Indonesia
Jokowi Tunjuk Airlangga Pimpin Sherpa Track G20

Sherpa Track G20 membahas isu ekonomi non-keuangan seperti energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, anti korupsi, lingkungan, dan perubahan iklim.

Kampung Jokowi Masuk PPKM Level 4 COVID-19, Luhut Kirim 150 Oksigen Konsentrator
Indonesia
Kampung Jokowi Masuk PPKM Level 4 COVID-19, Luhut Kirim 150 Oksigen Konsentrator

"Kami dapat kiriman dari pusat (Luhut) berupa 150 oksigen konsentrator. Pengiriman barang langsung dari Jakarta ke Solo," ujar Ning sapaan akrabnya, Minggu (25/7).

[HOAKS atau FAKTA] Sekumpulan Orang di Bekasi Ditangkap saat Hendak Salat Idul Adha
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Sekumpulan Orang di Bekasi Ditangkap saat Hendak Salat Idul Adha

Beredar di media sosial ungggahan video berdurasi 10 detik dengan klaim penangkapan sekumpulan orang saat hendak melaksanakan salat Idul Adha.

Hari Ini Polisi Garap Hadi Pranoto, Tapi Bukan Terkait Kasus Bareng Anji
Indonesia
Hari Ini Polisi Garap Hadi Pranoto, Tapi Bukan Terkait Kasus Bareng Anji

Hadi diperiksa terkait laporan baliknya terhadap Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas.