Pejabat Kemenpora Lunasi Cicilan Rumah Pakai Uang Suap Dana Hibah KONI Sidang Korupsi KONI. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Adhi Purnomo mengakui menggunakan uang suap dana hibah dari Kemenpora kepada Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) untuk melunasi cicilan rumah.

Hal ini disampaikan Adhi saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan dana hibah dari Kemenpora kepada KONI dengan terdakwa Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI, Johny E Awuy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/4).

Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019). (ANTARA/Sigid Kurniawan)
Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019). (ANTARA/Sigid Kurniawan)

Mulanya, Staf Kemenpora Eko Triyanto yang juga bersaksi dalam sidang kali ini menyatakan dirinya sempat diminta Adhi untuk membantu membelikan mobil. Pernyataan ini terkait ditemukannya uang senilai Rp 230 juta saat Eko, Adhi dan Deputi IV Kemenpora Mulyana terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Uang senilai Rp 230 juta itu awalnya akan diberikan kepada Adhi, namun langkahnya terbentur oleh OTT lembaga antirasuah.

"Memang udah dari bulan September pak Adhi minta bantuan ke saya untuk dibelikan mobil Yaris, yaudah nanti saya kasih tau ke pak Sekjen. Tapi, berikutnya Adhi enggak minta mobil, malah uang saja buat cicilan rumah," kata Eko.

Setelah bertemu dengan Adhi, kata Eko, Adhi malah meminta dirinya untuk melunasi cicilan rumah. Dia tidak jadi meminta untuk dibelikan mobil Toyota Yaris.

"Enggak usah mobil lah, ini ajalah untuk cicilan rumah. Kan sekitar Rp 200 jutaan," kata Eko menirukan ucapan Adhi

Sementara itu, Adhi membantah meminta untuk dibelikan mobil. Dia mengaku mempunyai cicilan rumah tiap bulannya harus dibayar Rp 5 juta.

"Saya enggak minta mobil Yaris pak. Selama ini saya enggak punya mobil, saya ditangkep pun saya pake motor. Hanya ada keinginan aja pak. Sebulan itu kan saya harus cicil rumah Rp 5 juta," ucap Adhi.

Kendati demikian, Adhi tidak menampik jika dia dapat uang dari Eko akan untuk melunasi cicilan rumahnya. "Ya saya buat cicilan rumah pak kalau ada rezeki," jelas Adhi.

Dalam perkara ini Ending selaku Sekretaris Jenderal KONI dan Bendahara Umum KONI Johny E. Awuy didakwa menyuap tiga pejabat di Kemenpora untuk memuluskan pencairan dana hibah untuk KONI.

Ketiga pejabat itu, yakni Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen di Kedeputian IV Kemenpora Adhi Purnomo, dan Staf Deputi IV Eko Triyanta. Suap yang diberikan berupa uang Rp 400 juta, 1 unit mobil Toyota Fortuner VRZ TRD, dan 1 unit ponsel Samsung Galaxy Note 9.

Pemberian itu dilakukan agar Mulyana memuluskan pencairan Proposal Bantuan Dana Hibah kepada Kemenpora RI dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga pada ajang Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018. Dalam proposal itu KONI mengajukan dana Rp 51,52 miliar.

Selain itu, pemberian tersebut juga dilakukan guna memuluskan pencairan usulan kegiatan pendampingan dan pengawasan program SEA Games 2019 tahun anggaran 2018. (Pon)

Baca Juga:Suap Dana Hibah KONI, KPK Periksa Itjen Kemenpora

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH