Pejabat China ke Demonstran Hong Kong: Jangan Dikira Kami Tahan Diri Berarti Kami Lemah Polisi membubarkan massa demonstran di Hong Kong yang sudah berlangsung hampir sebulan (Foto: The Atlantic.com)

MerahPutih.Com - Kesabaran pemerintah China menghadapi para pengunjuk rasa di Hong Kong mulai mencapai titik batas. Beijing tampaknya akan bertindak keras terhadap aksi unjuk rasa yang sudah berlangsung hampir sebulan itu.

Seorang pejabat Beijing dalam pernyataan resminya pada Selasa (6/8) mengultimatum para demonstran Hong Hong untuk tidak bermain api dan mengira Beijing menahan diri karena lemah.

Baca Juga: Dampak Perang Dagang AS-China, Komisi XI: Genjot Pasar Ekspor ke Amerika Latin

Pernyataan itu oleh sejumlah analis barat dianggap sebagai teguran paling keras terhadap 'aktor' di belakang aksi-aksi protes di kota tersebut. Kemungkinan para aktor unjuk rasa akan dibawa ke pengadilan.

Pemerintah China mulai bertindak keras terhadap para demonstran
Pejabat China mengingatkan para demonstran untuk tidak bermain api (Foto: hongkong.com)

Sebagaimana diketahui, Hong Kong telah dilanda sejumlah aksi protes selama beberapa pekan, di antaranya menimbulkan kerusuhan. Aksi tersebut mulanya digelar sebagai bentuk penolakan terhadap undang-undang ekstradisi yang sekarang ditangguhkan. Berdasarkan rancangan UU itu, para tersangka dapat diadili di pengadilan-pengadilan di China Daratan.

"Saya ingin peringatkan kepada seluruh penjahat: jangan salah menilai situasi ini dan mengira kami menahan diri karena lemah," kata Kantor Pemerintah Urusan Hong Kong dan Makau dalam sebuah dokumen yang dikeluarkan dalam taklimat di Beijing.

Sekelompok kecil pengunjuk rasa radikal berada di barisan depan unjuk rasa bersama "sejumlah warga yang baik hati yang sudah dibujuk untuk bergabung," demikian dokumen itu yang dikaitkan dengan dua pejabat, Yang Guang dan Xu Luying.

Dikatakan, kekuatan anti-China merupakan "dalang di balik layar" yang telah "secara terbuka dan berani" memprovokasi para demonstran.

"Kami tegaskan kepada kelompok yang sangat kecil atau para kriminal tak bermoral dan kejam dan kekuatan kotor di belakang mereka: mereka yang bermain api akan terbakar nanti," kata kantor itu.

Ribuan massa di Hong Kong turun ke jalan protes undang-undang ekstradisi
Para demonstran di Hong Kong turun ke jalan menolak undang-undang ekstradisi dari Pemerintah China (Foto: hongkong.com)

"Pada akhirnya mereka akan dihukum." tegas otoritas China.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, China dengan cepat memberi label pejabat Amerika Serikat sebagai "dalang" yang memicu kerusuhan di Hong Kong dalam usaha menghambat pembangunan China, tetapi tak ada bukti nyata untuk itu.

Baca Juga: Mahmoud Abbas Puji Sikap Rusia dan China Terkait Palestina

Kelompok pembuat UU AS pada Jumat mendesak pemerintahan Trump untuk menangguhkan penjualan amunisi di masa depan dan peralatan kendali massa kepada kepolisian Hong Kong, yang dituding menggunakan kekuatan berlebihan.

Polisi pada Senin menembakkan gas air mata ke arah para pengunjuk rasa di bekas koloni Inggris itu setelah aksi protes mengganggu transportasi dan pemimpin eksekutif kota yang didukung Beijing itu, Carrie Lam, memperingatkan kesejahteraan kota dapat terganggu.(*)

Baca Juga: Dituding Dukung Represi China Terhadap Minoritas Uighur, Arab Saudi Bela Diri



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH