Pegawai Terpapar COVID-19, Kantor Kelurahan Gilingan Solo Lockdown Kantor Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah ditutup selama 7 hari akibat satu pegawai positif, Jumat (18/9). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memutuskan lockdown Kantor Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah selama 7 hari mulai Rabu (16/9). Hal itu dilakukan setelah satu pegawai kelurahan dinyatakan positif COVID-19.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengungkapkan penutupan kantor Kelurahan Gilingan sebagai upaya memutuskan penularan COVID-19 di Solo. Penutupan ini dilakukan selama sepekan ke depan.

Baca Juga

3 Hari Operasi, Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Jatim Capai Rp133 Juta

"Penutupan kantor Kelurahan Gilingan kami lakukan untuk memutuskan mata rantai COVID-19," ujar Rudy sapaan akrabnya, Jumat (18/9).

Dikatakannya, penutupan kantor tersebut sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwali) No.24/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Selama lockdown, kata Rudy, pelayanan offline kantor Kelurahan Gilingan ditiadakan. Pelayanan masyarakat saat ini dialihkan dari rumah. Ia meminta pada pegawai kelurahan untuk bisa melayani masyarakat dengan baik.

"Pelayanan bisa dialihkan di Kantor Kecamatan Banjarsari. Yang kontak erat dengan yang positif harus jalani tes swab dan karantina sampai hasil keluar," katanya.

Kantor Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah ditutup selama 7 hari akibat satu pegawai positif, Jumat (18/9). (MP/Ismail)
Kantor Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah ditutup selama 7 hari akibat satu pegawai positif, Jumat (18/9). (MP/Ismail)

Ia mengatakan kasus di Kelurahan Gilingan merupakan temuan kali pertama di kantor kelurahan Solo. Hasil tracking, pegawai yang positif ini tertular diduga berkontak dengan keluarganya yang positif COVID-19.

"Pegawai kelurahan yang positif tidak tertular saat pelayanan masyarakat. Dugaan sementara berkontak dengan keluarganya yang positif COVID-19," papar dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan ada sembilan rekan kerja sekantor yang telah berkontak di kelurahan itu telah diambil spesimennya untuk diuji swab. Hal tersebut didasari dari hasil tracking.

Baca Juga

3.700 Kamar Hotel Siap Dijadikan Lokasi Isolasi OTG di Kawasan Jakarta

"Hasilnya belum keluar. Kita tetap minta karantina dulu sembilan orang itu sampai hasil tes swab keluar," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH