Pegawai KPK Cabut Permohonan MK, Ini Alasannya Gedung KPK. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Sembilan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi pemohon dalam pengujian undang-undang di Mahkamah Konstitusi (MK) mencabut permohonannya.

Para pegawai KPK yang diwakili sembilan pegawai sebagai pemohon mengajukan uji materi atas Pasal 69 B ayat (1) dan 69C UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK yang mengatur tentang alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Baca Juga

Ketersediaan Tempar Tidur Kosong di RSD Wisma Atlet Diperkirakan Tinggal Hitungan Hari

"Sebanyak sembilan pegawai KPK yang menjadi pemohon dalam pengujian undang-undang di Mahkamah Konstitusi mencabut permohonannya pada 18 Juni 2021," kata perwakilan pegawai, Hotman Tambunan dalam keterangan tertulis, Selasa (22/6).

Hotman menjelaskan alasan pihaknya mencabut permohonan uji materi tersebut. MK telah memberikan payung hukum secara tegas terkait alih status Pegawai KPK menjadi ASN sebagaimana dinyatakan dalam pertimbangan Putusan Nomor 870/PUU-XVII/2019.

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Dalam pertimbangan putusan itu, MK menyatakan adanya ketentuan mekanisme pengalihan status pegawai KPK menjadi pegawai ASN dimaksudkan untuk memberikan jaminan kepastian hukum sesuai dengan kondisi faktual pegawai KPK.

Oleh karena itu, MK perlu menegaskan pengalihan status pegawai KPK menjadi ASN sebagaimana telah ditentukan mekanismenya sesuai dengan maksud adanya Ketentuan Peralihan UU 19/2019 maka dalam pengalihan tersebut tidak boleh merugikan hak pegawai KPK untuk diangkat menjadi ASN dengan alasan apapun.

Baca Juga

Pegawai KPK Pertanyakan Keterlibatan Berbagai Lembaga dalam Keputusan Kepegawaian

Menurut para pegawai, pertimbangan putusan MK tersebut bersifat mengikat untuk semua pihak. "Sehingga, dua alasan tersebut secara tegas dan jelas sudah memberikan pedoman hukum dalam mengalihkan status pegawai KPK menjadi ASN," tutup dia. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Metro Jaya bakal Panggil Pemilik Bengkel yang Jual Knalpot Bising
Indonesia
Polda Metro Jaya bakal Panggil Pemilik Bengkel yang Jual Knalpot Bising

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Sambodo Purnomo Yogo menyebut nantinya pihaknya akan mengundang para pemilik bengkel tersebut untuk memberikan imbauan dan edukasi.

Siklon Tropis Timbulkan Cuaca Ekstrem Sejumlah Wilayah
Indonesia
Siklon Tropis Timbulkan Cuaca Ekstrem Sejumlah Wilayah

Siklon tropis yang dinamakan siklon tropis Seroja ini terbentuk dari bibit siklon tropis yang diprediksi semakin menguat.

Pandemi COVID-19 Tingkatkan Kekerasan pada Perempuan dan Anak
Indonesia
Pandemi COVID-19 Tingkatkan Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Angka kekerasan dalam keluarga di Kota Bandung berpotensi mengalami peningkatan.

Istri Saefullah Minta Warga tidak Kirim Karangan Bunga ke Rumah Duka
Indonesia
Istri Saefullah Minta Warga tidak Kirim Karangan Bunga ke Rumah Duka

"Keluarga berpesan tidak perlu mengirim karangan bunga ke rumah duka," kata Anies

Mendag Cari Formula Biar Harga Cabai Tidak Mudah Bergejolak
Indonesia
Mendag Cari Formula Biar Harga Cabai Tidak Mudah Bergejolak

harga cabai keriting yang tadinya menyentuh harga Rp100.000 per kilogram, hari ini harganya mendekati Rp70.000 per kilogram.

PPP Bakal Pertahankan Pasal Perzinaan di RKUHP
Indonesia
PPP Bakal Pertahankan Pasal Perzinaan di RKUHP

Pihak yang tidak setuju keberadaan pasal perzinaan dan beragumentasi bahwa RKUHP masuk terlalu jauh dalam ruang privat dinilainya, hanya belajar hukum barat, filsafat hukum barat, dan budaya hukum barat.

Klaim Asuransi Rp3 Miliar Dikabulkan Manulife, Nasabah: Terima Kasih Semua
Indonesia
Klaim Asuransi Rp3 Miliar Dikabulkan Manulife, Nasabah: Terima Kasih Semua

Menurut dia, pembayaran klaim ini akan menambah kepercayaan masyarakat Indonesia, hal ini perlu dicontoh oleh asuransi-asuransi lainnya.

Polresta Surakarta Bongkar Prostitusi Online Anak di Bawah Umur
Indonesia
Polresta Surakarta Bongkar Prostitusi Online Anak di Bawah Umur

Polresta Surakarta, Jawa Tengah telah membongkar praktek prostitusi online anak di bawah umur dengan memanfaatkan media sosial (medsos) Facebook.

Salah Kaprah Pemprov DKI Pakai Ganjil Genap 'Rem Darurat' Tangani COVID-19
Indonesia
Salah Kaprah Pemprov DKI Pakai Ganjil Genap 'Rem Darurat' Tangani COVID-19

Anies seharusnya melakukan pengawasan pelaksanaan pembatasan masa transisi dan melaksanakan protokol kesehatan secara baik

264 Kantong Jenazah Penumpang Sriwijaya Air SJ-182 Diterima Tim DVI
Indonesia
264 Kantong Jenazah Penumpang Sriwijaya Air SJ-182 Diterima Tim DVI

Tim DVI Polri telah menerima 264 kantong berisi barang-barang yang diduga milik penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Tim DVI akan memeriksa kepemilikan barang-barang tersebut.