Pegawai KPI Pusat Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Korban Mengadu ke Komnas HAM Ilustrasi pelecehan seksual. - Istimewa

Merahputih.com - Media sosial tengah digegerkan dengan pengakuan seorang berinisial MS yang mengaku menjadi korban dugaan pelecehan di lingkup kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Menurut MS, dugaan bully dan pelecehan ini ia alami selama dua tahun, sepanjang 2012-2014.

"Selama dua tahun saya dibully dan dipaksa untuk membelikan makan bagi rekan kerja senior," ujar MS dalam rilis yang beredar, Rabu (1/9).

BACA JUGA:

4 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Kamu Sukses di Masa Depan

Menurut MS, pelaku secara bersama-sama melakukan intimidasi hingga membuat dirinya tak berdaya. Padahal kedudukan ia dan pelaku setara dan bukan tugasnya untuk melayani rekan kerja.

"Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh," katanya.

Ia menuturkan, pelecehan seksual dan perundungan tersebut mengubah pola mental, menjadikan MS stres dan merasa hina. "Saya trauma berat, tapi mau tak mau harus bertahan demi mencari nafkah," sesalnya.

Rupanya, korban sudah mengadukan peristiwa ini ke Komnas HAM.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, korban mengadu ke Komnas HAM via email sekira agustus-september 2017.

"Dari analisa aduan, korban disarankan untuk melapor ke polisi karena ada indikasi perbuatan pidana," kata Beka.

Komnas HAM akan tangani kasus tersebut apabila MS mengadu lagi ke Komnas HAM terkait perkembangan penanganan kasus yang ada setelah dari kepolisian maupun pihak lain.

"Kami sudah koordinasi dengan komisioner KPI untuk penyelesaian kasus ini," imbuh Beka.

Ketua KPI Agung Suprio mengaku prihatin dan tidak mentoleransi segala bentuk pelecehan seksual, perundungan atau bullying terhadap siapapun dan dalam bentuk apapun.

"Kami melakukan langkah-langkah investigasi internal, dengan meminta penjelasan kepada kedua belah pihak," jelas Agung.

Baca juga:

Studi: 70% Karyawan Cemas Soal Privasi Data Saat WFH

Ia mendukung aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Termasuk memberikan perlindungan, pendampingan hukum dan pemulihan secara psikologi terhadap korban.

"Kami akan menindak tegas pelaku apabila terbukti melakukan tindak kekerasan seksual dan perundungan (bullying) terhadap korban, sesuai hukum yang berlaku," tutup Agung. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Klaim Isoman, Azis Syamsudddin Minta Jadwal Ulang Pemeriksaan KPK
Indonesia
Klaim Isoman, Azis Syamsudddin Minta Jadwal Ulang Pemeriksaan KPK

Diketahui, nama Azis Syamsuddin muncul dalam surat dakwaan mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju

Penjelasan Mensesneg Terkait Posisi Wakil Menteri
Indonesia
Penjelasan Mensesneg Terkait Posisi Wakil Menteri

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menjelaskan bahwa posisi wakil menteri (wamen) akan diisi hanya apabila diperlukan.

Ada Crowd Free Night saat Pergantian Tahun, Pelaku Usaha Harus Tutup Jam 22.00
Indonesia
Ada Crowd Free Night saat Pergantian Tahun, Pelaku Usaha Harus Tutup Jam 22.00

Bila nantinya ada yang melanggar aturan tersebut usai disosialisasi, Satpol PP DKI tak segan-segan memberi tindakan tegas.

Penyebab Anton Medan Meninggal Dunia
Indonesia
Penyebab Anton Medan Meninggal Dunia

Ramdhan Effendi, atau yang biasa disapa Anton Medan meninggal dunia pada Senin (15/3). Mantan perampok dan bandar judi ini wafat di usia 63 tahun.

Polri Pantau Empat Kabupaten di Papua Terkait Ancaman KKB
Indonesia
Polri Pantau Empat Kabupaten di Papua Terkait Ancaman KKB

Polri memberikan atensi khusus kepada empat kabupaten di Papua terkait ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

UGM Terima 3.805 Calon Mahasiswa Jalur CBT-UM, Kedokteran Paling Diminati
Indonesia
UGM Terima 3.805 Calon Mahasiswa Jalur CBT-UM, Kedokteran Paling Diminati

Hasil seleksi jalur Computer Based Test (CBT)-UM UGM tahun 2021 telah dirilis Senin (5/7), pukul 14.00 WIB.

41 Napi Tewas Dalam Kebakaran, Pemerintah Harus Benahi Manajemen Penjara
Indonesia
41 Napi Tewas Dalam Kebakaran, Pemerintah Harus Benahi Manajemen Penjara

Investigasi Menkum HAM Yasonna Laoly harus membuka tabir penyebab kebakaran, jadi bukan sekedar datang meninjau.

Alokasikan Anggaran Pembangunan Perbatasan Harus Dipercepat
Indonesia
Alokasikan Anggaran Pembangunan Perbatasan Harus Dipercepat

Inpres 1/2021 ditetapkan sebagai wujud pemerintah dalam membangun kawasan perbatasan Indonesia yang merupakan beranda terdepan dan etalase bangsa sehingga harus menjadi perhatian utama.

Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Jakpus Lebih dari 80 Persen
Indonesia
Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Jakpus Lebih dari 80 Persen

Harapan besarnya dengan vaksinasi yang menyeluruh pandemi bisa segera berakhir

Serahkan Pesawat CN235-220 Pada Senegal, Prabowo: Kebanggaan Bagi Indonesia
Indonesia
Serahkan Pesawat CN235-220 Pada Senegal, Prabowo: Kebanggaan Bagi Indonesia

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyerahkan pesawat karya PT Dirgantara Indonesia CN235-220 MPA ke Angkatan Udara Republik Senegal di Hanggar Fixed Wing PT DI, Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/3)