Pegawai BUMN Kembali Bekerja pada 25 Mei, Ini Klarifikasi Erick Thohir Menteri BUMN Erick Thohir saat menyampaikan sambutan dalam peringatan HUT Ke-22 Kementerian BUMN secara virtual. ANTARA/Dokumentasi Kementerian BUMN/pri.

MerahPutih.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengklarifikasi informasi yang beredar di masyarakat terkait kabar rencana kembali berkantornya karyawan BUMN pada tanggal 25 Mei 2020.

"Dalam surat edaran untuk internal BUMN jelas disampaikan bahwa tanggal pasti akan kembali berkantornya mayoritas karyawan BUMN menunggu keputusan umum pemerintah terkait pandemi COVID-19, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan juga libur lebaran sesuai keputusan pemerintah," kata Erick di Jakarta, Selasa (19/5)

Baca Juga

Puluhan Perusahaan Media tidak Bayarkan THR kepada Karyawannya

Ia mengingatkan untuk BUMN yang langsung melayani masyarakat dan tidak bisa dihentikan pelayanannya seperti PLN, telekomunikasi, Pertamina, dan lain-lain tetap bekerja sesuai dengan ketetapan yang berlaku.

Sementara bagi seluruh BUMN untuk kembali aktif berkantor menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat mengenai izin dan protokol aktivitas fisik pada masa pemulihan pandemi COVID-19.

Menteri BUMN Erick Thohir. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aa/pri.
Menteri BUMN Erick Thohir. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aa/pri.

Erick menjelaskan yang dilakukan BUMN pada tanggal 25 Mei adalah rencana tiap unit usaha untuk merampungkan prosedur dan standar operasional perusahaan selama masa pemulihan yang akan disosialisasikan pada karyawan, bukan jadwal masuk kembali ke kantor.

"Namun tentu begitu keputusan itu keluar, kami semua di BUMN harus siap segera. Sebagai bagian persiapan itu tanggal 25 Mei, perusahaan menyampaikan panduan masing-masing kepada seluruh karyawannya," ujarnya dilansir Antara

Menurut dia, pada masa pemulihan yang banyak disebut sebagai The New Normal itu ada tren perubahan sosial, lingkungan, dan bisnis. Pada era New Normal, interaksi fisik akan semakin terbatas.

Sebaliknya, lanjut dia, interaksi digital yang selama masa WFH menjadi opsi utama dalam kegiatan masyarakat, diprediksi akan tetap bertahan.

Baca Juga

Karyawan Bank DKI Kumpulkan Donasi Rp5 Miliar untuk Tangani COVID-19

"Karena itu butuh strategi kontigensi yang menyesuaikan dengan kondisi sosial, ekonomi, budaya, maupun lingkungan," pungkasnya.

Segala opsi ini masih dikaji secara mendalam oleh seluruh pihak. Waktu definitif terkait tahapan pelaksanaan pemulihan pasca COVID-19 di BUMN juga masih menunggu resmi pemerintah. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH