Pegang Bukti Kuat, Erick Minta Pejabat Garuda Terlibat Penyelundup Harley Mundur Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Antara/Agus Salim)

Merahputih.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta oknum pejabat yang terlibat penyelundupan suku cadang Harley Davidson dalam pesawat Airbus A330-900 yang baru saja dibeli Garuda Indonesia mundur segera mungkin.

Hal ini sebagai bentuk kekesalan Erick lantaran tak adanya perkembangan baru dalam siapa oknum Garuda yang diduga terlibat.

Baca Juga

Kasus Dugaan Penyelundupan Onderdil Harley Davidson Ditangani Bea dan Cukai

Jika tidak mundur, Erick sendiri yang akan mencopot oknum pejabat itu. Apalagi, saat ini bukti keterlibatan aktivitas ilegal dengan pejabat yang dimaksud sudah cukup kuat.

"Saya rasa bahwa proses praduga tidak bersalah tetap ada. Tapi kalau kita lihat sekarang, bukti-buktinya luar biasa," kata dia kepada wartawan di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Kamis (5/12).

Kini, Erick masih menunggu koordinasi dari pihak Bea Cukai selaku pihak yang menemukan barang-barang selundupan tersebut.

Ilustrasi Harley Davidson (Kabaroto/Kipli)

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sendiri telah melakukan pemeriksaan atas impor komponen motor Harley Davidson bekas dan dua buah Sepeda Brompton yang diduga dilakukan secara ilegal. Komponen motor dan sepeda tersebut dibawa masuk ke Indonesia melalui pesawat Airbus A330-900.

Pesawat tersebut baru dan merupakan pesanan dari Garuda Indonesia. Kasubdit Humas Bea Cukai Deni Surjantoro mengatakan pesawat tersebut mendarat di Garuda Maintenance Facilities (GMF) pada 17 November lalu.

Baca Juga

Komentar Menhub Budi Terkait Polemik Dugaan Penyelundupan Onderdil Harley Davidson

Usai mendarat, pihaknya melakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan tersebut, pihaknya menemukan 18 kotak bawaan penumpang. Dari 18 kotak tersebut, 15 di antaranya berisi suku cadang motor Harley Davidson bekas dalam kondisi terurai. Sementara itu, tiga kotak lainnya berisi sepeda Brompton.

Berdasarkan data manifest, jumlah penumpang pesawat saat mendarat sebanyak 32 orang. Penumpang tersebut terdiri dari 10 orang kru pesawat dan 22 penumpang. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH