Peduli Korban Gempa Donggala dan Palu, Siswa SD Kristen Manahan Solo Kirim "Othok-Othok" Para siswa saat mengumpulkan Othok-othok di halaman sekolah. (Merahputih.com/Raditya)

MUSIBAH gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng), mengetuk rasa kemanusian setiap orang mengirimkan bantuan di sana. Selain tim medis, bantuan berupa jasa relawan hingga logistik terus menggalir dari berbagai pihak.

Keprihatinan tersebut juga memantik ratusan siswa SD Kristen Manahan, Solo. Mereka mengumpulkan mainan tradisional othok-othok, Jumat (12/10), untuk dikirim ke Palu dan Donggala.

Harapannya dengan mainan ini sahabat dan saudara kita di sana bisa terhibur, bisa ceria seperti sedia kala," kata Gabriel Winni, seorang siswa kelas V SD Kristen Manahan. Setelah terkumpul, nantinya mainan tersebut akan didistribusikan melalui PMI Kota Solo.

Othok-othok merupakan permainan tradisional dari bambu. Jika diputar-putar atau digoyangkan, akan timbul suara thok, thok, maka disebut othok-othok.

Sebelum dimasukkan ke dalam kardus untuk dikirm, ratusan siswa lantas membunyikan permainan tersebut secara bersama-sama. Meriah. Othok-othok itu mereka beli dari menyisihkan uang saku.

Ratusan siswa SD Kristen Manahan Solo menyumbang permainan tradisional untuk anak anak korban gempa Sulteng.

Sementara itu, Sekretaris PMI Kota Solo Sumartono Hadinoto menilai bantuan othok-othok sangat penting untuk mengembalikan psikis anak-anak. Setidaknya, melalui othok-othok anak-anak korban gempa di sana bisa terhibur.

Berdasarkan data yang terhimpun, bantuan seperti ini tidak hanya untuk Donggala dan Palu. Sebelumnya, pada saat gempa di Lombok sekolah dasar lain di Solo juga mengirimkan sebuah alat permaian tradisional serupa. (WIN)



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH