Pedalaman Tambrauw, Surga Burung Cendrawasih di Papua Barat Hutan di Tambrauw. (Foto: instagram.com/kemenpar)

Kekayaan dan keindahan alam Papua tak perlu diragukan lagi. Di sana merupakan tempatnya hutan rimba dengan keragaman flora dan faunanya.

Nah, jika kamu datang ke Papua Barat, jangan lupa jelajahi Hutan Tambrauw yang terkenal indah, kaya, dan magis. Di Hutan Tambrauw kamu bisa dilakukan beragam aktivitas, di antaranya pengamatan aneka burung, khususnya Burung Cendrawasih khas Papua.

Hutan Tambrauw yang masuk Distrik Miyah dan Sausapor. Dua distrik itu memang memiliki fasilitas pengamatan cendrawasih. Dikutip Arah Destinasi, jika beruntung, wisatawan bisa menyaksikan polah burung cendrawasih dan keindahan ekornya.


1. Mengamati Cendrawasih di tengah Hutan Tambrauw

Hutan di Tambrauw. (Foto: instagram.com/kemenpar)
Hutan di Tambrauw. (Foto: instagram.com/kemenpar)

Mengamati burung cenderawasih bakal menjadi pengalaman berharga buat kamu. Para wisatawan yang datang harus menyusuri jalan hutan selama kurang lebih 40 menit, setelah itu dilanjutkan dengan berjalan kaki memasuki Hutan Nonggou di Distrik Sausapor.

Pemandu akan mengajak kamu memasuki jalan setapak yang sudah dibuat warga setempat. Jalan setapak tersebut dibuat dengan menyusun dahan pepohonan, sehingga membentuk undakan alami.
Panjang jalan yang ditempuh kurang lebih 300 meter dengan keadaan jalan menanjak, cukup curam mencapai 45 derajat.

Sementara tempat pengamatan burung cendrawasih di Distrik Miyah bisa ditempuh dengan waktu yang lebih singkat. Dari tempat parkir mobil, kamu hanya mengakses sekitar 100 meter dengan jalan yang cenderung landai.

Sudah tersedia tempat pengintaian yang terbuat dari susunan pohon kering dan daun hijau menyerupai pohon liar untuk mengamati cendrawasih. Di sela-sela daun itulah, kamu bisa bersembunyi di kedalaman Hutan Tambrauw.


2. Akses mudah dari Jakarta

Burung cendrawasih bukan di alam liar. (Foto: Pixabay/Adith01)
Burung cendrawasih bukan di alam liar. (Foto: Pixabay/Adith01)

Akses menuju Hutan Tambrauw tak sulit dengan kemudahan transportasi udara. Dari Jakarta menuju Manokwari, Ibu Kota Provinsi Papua Barat, kamu bisa dicapai dengan pesawat udara dengan lama perjalanan sekitar 4 jam. Setelah itu, dilanjutkan dengan kendaraan menuju berbagai lokasi untuk pengamatan Cendrawasih. Menyewa kendaraan adalah pilihan paling praktis yang bisa kamu pilih.


Jalanan menuju hutan tempat pengamatan Cendrawasih di Distrik Miyah dan Sausapor, cukup jauh dan akan menantang, melewati belokan-belokan tajam dan jalan berbatu. Dibutuhkan persiapan fisik yang baik dan kondisi kendaraan prima.


3. Tips berwisata ke Hutan Tambrauw

Burung cendrawasih. (Foto: Pixabay/joelfotos)
Burung cendrawasih. (Foto: Pixabay/joelfotos)


1. Sebaiknya wisatawan datang pada pagi-pagi buta. Pada saat itu kemungkinan untuk melihat cendrawasih jauh lebih banyak

2. Jagalah ketenangan. Lakukan pengamatan dalam suasana hening. Keramaian akan membuat cendrawasih enggan melintas, apalagi memperagakan keindagannya

3. Berpakaianlah gelap agar membantu penyamaran dengan suasana sekitar hutan. Hitam, cokelat, hijau, sangat disarankan

4. Jangan menggunakan wewangian. Burung cendrawasih sangat peka. Bau yang tidak umum bisa membuat mereka justru menjauh


5. Siapkan kesabaran. Pengamatan dalam suasana diam jelas butuh stamina dan keteguhan hati. Apalagi waktunya bisa panjang dalam hitungan jam


6. Sebenarnya, tak perlu takut merasa jenuh, karena suara burung cendrawasih yang beragam dan indah, serta suara burung dan hewan lainnya menjadi simponi alam yang benar-benar menghibur (*)


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH