Pedagang Pasar Tradisional Sayangkan Pemerintah Impor Bawang Putih dari Tiongkok Pemerintah memutuskan impor bawang putih dari Tiongkok untuk tekan lonjakan harga komoditas tersebut (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Lonjakan harga bawang putih di sejumlah wilayah belakangan ini memaksa pemerintah membuka kran impor bawang putih dari Tiongkok. Kebijakan tersebut sontak mendapat reaksi dari Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (Ikappi).

Menurut Ketua Umum Ikappi Abdullah Mansuri, keputusan pemerintah mengimpor bawang putih dari Tiongkok menyebabkan harga komoditas tersebut sulit dikendalikan.

Baca Juga:

Dampak Virus Cirona, Impor Bawang Putih Tersendat dan Harganya Tembus Rp55.000

Lebih lanjut, Abdullah menilai impor bawang putih dari China dapat menimbulkan psikologi pasar yang bergejolak karena konsumen khawatir isu virus Corona yang berasal dari negeri Tirai Bambu tersebut dapat menyebar lewat bawang putih.

"Kami Ikappi memprediksi kalau impor berikutnya masih dari Tiongkok, harga sulit ditekan seperti normal. Turun mungkin tetapi sulit sampai Rp30.000 per kilogram," kata Abdullah saat dihubungi di Jakarta, Senin (10/2).

Impor bawang putih dari Tiongkok menyebabkan harga komoditas tersebut sulit dikendalikan
Penjual bawang putih di Pasar Legi Solo, Jawa Tengah, Selasa (4/2).(MP/Ismail)

Abdullah Mansuri berpendapat bahwa penurunan harga bawang putih akan sedikit melambat hingga di kisaran Rp38.000 sampai Rp40.000 per kilogram karena kekhawatiran isu virus corona yang masih kuat di publik.

Sebagai informasi, Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian pada hari Jumat (7/2) telah menerbitkan izin rekomendasi impor produk Hortikultura (RIPH) untuk bawang putih sebesar 103.000 ton dari Tiongkok.

Keputusan membuka impor bawang putih dilakukan karena stok yang kian menipis. Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga bawang putih Nasional hingga Senin (10/2) sudah mencapai Rp55.300/kg.

Oleh karena itu, Ikappi meminta Pemerintah dapat mendatangkan bawang putih selain dari Tiongkok dan tidak bergantung hanya pada satu pasar impor. Hal itu bertujuan jika negara tersebut terkena konflik, psikologi pasar dalam negeri tidak terganggu.

Negara-negara lain, seperti Thailand, Vietnam, dan Laos dapat menjadi alternatif impor bawang putih karena komoditas bawang putih jenis kating yang sesuai dengan konsumen Indonesia.

"Kami merekomendasikan dari Vietnam, Laos, dan sebagainya, negara penghasil bawang putih yang lebih aman dari impor China karena isu terakhir ini menimbulkan psikologi pasar bergejolak," kata Abdullah.

Di sisi lain, Pemerintah telah menetapkan komoditas berbasis tanaman, termasuk bawang putih tidak dikategorikan sebagai media pembawa virus corona. Oleh karena itu, Abdullah meminta agar fakta tersebut harus disampaikan dan disosialisasikan ke publik.

Baca Juga:

Anies Klaim Harga Bahan Pokok di Jakarta Masih Stabil

Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian sebagaimana dilansir Antara mencatat saat ini stok bawang putih dalam negeri yang masih tersisa sebanyak 70.000 ton. Stok tersebut hanya mampu memenuhi kebutuhan sampai Maret mendatang.

"Yang paling penting stok impor sekarang diturunkan ke pasar agar harga ditekan. Kalau stok banyak, saya jamin harga tidak naik. Akan tetapi, kalau harga tinggi dan stok tidak banyak, akan naik terus setiap hari," pungkasnya.(*)

Baca Juga:

Harga Bawang Putih di Pasar Solo Melonjak, Satgas Pangan Bertindak



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH