Pedagang Pasar Tradisional di Bandung Abai Prokes, Lapak Terancam Ditutup Peninjauan pasar Sederhana, Bandung. (Humas Bandung)

MerahPutih.com - Pedagang pasar tradisional diminta mematuhi peraturan PPKM Darurat, khususunya tentang penerapan protokol kesehatan (Prokes), seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Pedagang yang bandel bisa-bisa dicabut izin jualannya.

Direktur Perumda Pasar Juara Kota Bandung, Hery Hermawan siapkan aturan dan penindakan terkait protokol kesehatan di pasar sebagaimana yang diarahkan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bandung.

Baca Juga

Kronologi Demo Tolak PPKM Ricuh di Bandung

"Tadi Pesan Ketua Satgas pelaksanaan protokol kesehatan harus diperketat. Kalau ada pelanggaran, misalnya pedagang yang bandel dengan kondisi tidak menggunakan masker atau membiarkan kerumunan saat pembeli datang itu bisa dikenakan sanksi," katanya, Kamis (22/7)

Hery mengatakan, sanksi yang diberikan bisa berupa administratif, yakni penarikan Surat Pemakaian Tempat Berjualan (SPTB) sebagai syarat hak pedagang.

"Sanksi lain bisa berupa tindak pidana, terutama terkait PKL di pasar-pasar, termasuk di Pasar Sederhana ini masih banyak PKL," katanya.

"Kalau di luar area bukan kewenangan kita, tetapi setidaknya kalau dia pedagang di dalam yang sudah disediakan tempat. Dia bandel keluar itu bisa dikenakan tindak pidana ringan," katanya.

Peninjauan pasar Sederhana, Bandung. (Humas Bandung)
Pasar Sederhana, Bandung. (Humas Bandung)

Sebelumnya, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bandung, Ema Sumarna meminta para pedagang, pembeli, serta pengelola pasar termasuk Perumda Pasar Juara Kota Bandung di pasar tradisional saling mengingatkan protokol kesehatan.

Karena pasar tradisional termasuk salah satu sektor ekonomi yang dikecualikan atau boleh beroperasi pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Ema mengatakan Kota Bandung saat ini masih masuk zona merah atau risiko tinggi kasus penularan Corona.

"Dari awal, Pasar Tradisional dikecualikan tapi jangan dijadikan privilege atau keistimewaan. Keistimewaannya adalah untuk menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat, tapi harus diimbangi dengan disiplin perilaku kita," katanya, saat meninjau Pasar Sederhana, Jalan Jurang Sukajadi, Kota Bandung.

Oleh karenanya, Ema berharap, para pedagang dan pembeli harus saling menjaga diri.

"Intinya harus saling mengingatkan, petugas juga jangan hanya rutinitas, bila perlu setiap unit berkeliling. Kalau ada pedagang membandel, peringatkan, kalau masih bandel (dengan protokol kesehatan) bisa dicabut izinnya kalau membahayakan," tegasnya.

"Itu ada di Undang Undang Karantina, bahkan bisa masuk ranah pidana," imbuh Ema.

Selain itu, Ema menginstruksikan Perumda Pasar Juara Kota Bandung menyosialisasikan secara masif soal pencegahan Covid-19. Salah satunya dengan woro-woro melaui speaker.

"Ini berlaku untuk semua pasar. Relaksasi ada tapi kita bisa mengubah kalau di lapangan tidak mendukung. Saya minta kesadarannya," pesan Ema. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga

Massa Pemuda Kepung Balai Kota Bandung Tuntut Tolak PPKM Darurat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Aturan Tidak Konsisten, Kasus COVID-19 Makin Melonjak
Indonesia
Aturan Tidak Konsisten, Kasus COVID-19 Makin Melonjak

Pemerintah Provinsi DKI kurang berkomunikasi dengan pemerintah pusat maupun wilayah penyangga dalam penanganan COVID-19. Hal ini terlihat dari kebijakan-kebijakan yang diambil.

12 Rumah Hanyut Akibat Banjir Bandang di Cicurug Sukabumi
Indonesia
12 Rumah Hanyut Akibat Banjir Bandang di Cicurug Sukabumi

"Kerugian akibat bencana banjir bandang ini masih dalam pendataan, jika melihat kondisi rumah dan sejumlah kendaraan yang tersapu derasnya arus banjir mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah," ujar Daeng.

Pintu Keluar Tol Sidoarjo Ditutup, Kendaraan Dialihkan ke Tanggulangin
Indonesia
Pintu Keluar Tol Sidoarjo Ditutup, Kendaraan Dialihkan ke Tanggulangin

Penambahan penyekatan jalan dilakukan di Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di pintu keluar tol Sidoarjo.

Pemkab Gunung Kidul Izinkan Belajar Tatap Muka Pekan ini
Indonesia
Pemkab Gunung Kidul Izinkan Belajar Tatap Muka Pekan ini

Pembelajaran tatap muka diawali pelajar kelas VI SD dan kelas IX SMP

Caketum Kadin Dukung Program Vaksinasi Gotong-Royong
Indonesia
Caketum Kadin Dukung Program Vaksinasi Gotong-Royong

Saat ini 22.736 perusahaan telah mengikuti program vaksinasi gotong-royong

Perayaan Bersama Idul Fitri dan Kenaikan Isa Almasih Bukti Kebinekaan di Indonesia
Indonesia
Perayaan Bersama Idul Fitri dan Kenaikan Isa Almasih Bukti Kebinekaan di Indonesia

Wakil Ketua MPR yang juga Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

KPK Geledah Kantor Bupati Bintan
Indonesia
KPK Geledah Kantor Bupati Bintan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Bupati Bintan dan tiga lokasi lainnya, Senin (1/3).

Penghuni Lapas Anak dan Perempuan di Bandung Dapat KTP Elektronik
Indonesia
Penghuni Lapas Anak dan Perempuan di Bandung Dapat KTP Elektronik

E-KTP diberikan kepada warga binaan yang sedang menjalani pidana baik yang berdomisili di Kota Bandung, maupun tidak.

Alat Pendeteksi COVID-19 Karya Anak Bangsa Mulai Diterapkan Bulan Depan
Indonesia
Alat Pendeteksi COVID-19 Karya Anak Bangsa Mulai Diterapkan Bulan Depan

Menhub sudah meminta Dirjen Perhubungan Darat untuk berkoordinasi dengan para Kadishub di seluruh Indonesia

KA Brantas Kembali Beroperasi, Sambut Libur Agustusan dan Tahun Baru Islam
Indonesia
KA Brantas Kembali Beroperasi, Sambut Libur Agustusan dan Tahun Baru Islam

Perjalanan kedua KA tersebut akan dioperasikan mulai 14-17 Agustus 2020 dan 19-24 Agustus 2020.