Pedagang Minyak Goreng Curah Belum Dapat Sosialisasi Penggunaan PeduliLindungi Minyak goreng curah. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Kebijakan pemerintah pusat melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan NIK KTP untuk pembelian minyak goreng curah belum berjalan maksimal.

Masih ada pedagang minyak goreng (migor) curah yang tidak menggunakan NIK dan PeduliLindungi untuk transaksi pembelian. Salah satunya pengecer migor curah di Pasar Meruya Ilir, Kembangan, Jakarta Barat bernama Wati (52).

Wati mengaku keberatan dengan aturan baru pemerintah soal pembelian minyak goreng curah. Menurutnya, kebijakan tersebut akan menyulitkan masyarakat. Sebab, tidak semua pengunjung mempunyai aplikasi PeduliLindungi dan bahkan banyak dari pembeli yang tak paham menggunakan telepon seluler.

Baca Juga:

Politikus PKS Sarankan Pembelian Minyak Goreng Curah Cukup Pakai KTP

Terlebih untuk Wati, pekerjaannya pasti akan bertambah dengan aturan NIK KTP ini. Karena ia akan mencatat NIK yang tertera di KTP pembeli.

Wati sendiri menjual migor curah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 14.000 per liter.

"Saya mah gak butuh PeduliLindungi, KTP. Butuhnya duit," kata Wati kepada Merahputih.com, Selasa (28/6).

Kendati demikian, wanita berkerudung ini mengaku, hingga detik ini pihak mana pun baik pemerintah dan swasta belum melakukan sosialisasi kepadanya soal penggunaan PeduliLindungi dan NIK sebagai syarat pembelian migor curah.

Diketahui, Senin (27/6) kemarin, pemerintah baru mulai melakukan sosialisasi terkait kebijakan ini selama dua minggu ke depan.

"Belum ada petugas yang datang ke sini melakukan sosialisasi (penggunaan PeduliLindungi dan NIK untuk pembelian minyak goreng curah)," ungkapnya.

Baca Juga:

Puan Ingatkan Potensi Calo Saat Warga Diwajibkan Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi

Wati menuturkan, pihaknya mendapatkan stok minyak goreng curah dari distributor Tangerang, Banten. Untuk satu minggu, dirinya mendapat kiriman sebanyak 4 jerigen minyak goreng curah dengan ukuran 10 liter. "Biasanya sih dapat barang dari Tangerang," ucapnya.

Tak cuma migor curah, Wati juga menjual minyak goreng kemasan sederhana berbagai merek dari Bimoli dan juga SunCo. Untuk minyak goreng kemasan, dijual dengan harga Rp 20 ribu per liter.

"Minyak goreng kemasan seliternya Rp 20 ribu, kalau 2 liter jadi Rp 40 ribu," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah resmi mengubah sistem pembelian minyak goreng curah dengan menggunakan PeduliLindungi, dan NIK KTP bila pembeli tak punya aplikasi tersebut.

Tujuan dari aturan baru itu untuk memberikan kepastian akan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng bagi seluruh lapisan masyarakat.

PeduliLindungi juga berfungsi sebagai alat pemantau dan pengawasan di lapangan untuk memitigasi adanya penyelewengan yang terjadi di berbagai tempat yang dapat menyebabkan terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng.

Lalu, perubahan sistem ini dilakukan untuk membuat tata kelola distribusi minyak goreng curah menjadi lebih akuntabel dan bisa terpantau mulai dari produsen hingga konsumen.

Sebelum diterapkan, pemerintah lebih dulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Masa sosialisasi dimulai Senin (27/6) dan akan berlangsung selama dua minggu.

"Pembelian minyak goreng curah di tingkat konsumen akan dibatasi maksimal 10 kg untuk satu NIK per harinya. Dan dijamin bisa diperoleh dengan harga eceran tertinggi, yakni Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram," kata Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan. (Asp)

Baca Juga:

Mendag Minta Produsen Minyak Goreng Beli Sawit Petani Rp 1.600 per Kg

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jaktim dan Jaksel Diperkirakan Hujan Ringan Minggu (24/10) Siang
Indonesia
Jaktim dan Jaksel Diperkirakan Hujan Ringan Minggu (24/10) Siang

Jakarta Timur dan Jakarta Selatan akan mengalami hujan ringan pada Minggu siang

Inflasi Tinggi Bukti Pelemahan Ekonomi Sudah Terjadi
Indonesia
Inflasi Tinggi Bukti Pelemahan Ekonomi Sudah Terjadi

Tekanan terhadap inflasi dan melemahnya nilai tukar rupiah akan menyebabkan harga bahan baku naik

Setelah 14 Jam, Pemudik Gratis Dengan Kapal Laut Tiba di Semarang
Indonesia
Setelah 14 Jam, Pemudik Gratis Dengan Kapal Laut Tiba di Semarang

Peserta Mudik Aman, Mudik Sehat Bersama BUMN Tahun 2022, memperoleh asuransi secara gratis dari Jasa Raharja Putera.

KPK Kembali Gelar OTT, Kali Ini Menyasar Langkat
Indonesia
KPK Kembali Gelar OTT, Kali Ini Menyasar Langkat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Langkat, Sumatera Utara.

Tarif TransPakuan di Kota Bogor Bakal Lebih Rendah dari TransJakarta
Indonesia
Tarif TransPakuan di Kota Bogor Bakal Lebih Rendah dari TransJakarta

BisKita TransPakuan, masih menjalani uji coba operasional sejak 2 November lalu hingga akhir tahun 2021.

Adu Jotos Kubu Setya Novanto dan Nurhadi, Kalapas: Sudah Diambil Tindakan Tegas
Indonesia
Adu Jotos Kubu Setya Novanto dan Nurhadi, Kalapas: Sudah Diambil Tindakan Tegas

Terpidana megakorupsi e-KTP Setya Novanto dan mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dikabarkan berselisih di Lapas Sukamiskin.

Kapolda Metro Bentuk Program RW Bebas Narkoba
Indonesia
Kapolda Metro Bentuk Program RW Bebas Narkoba

Polda Metro Jaya akan memperbanyak pembentukan program RW Bebas Narkoba di setiap Kampung Tangguh Jaya.

Begini Perbandingan Vaksinasi Indonesia dengan Negara Maju
Indonesia
Begini Perbandingan Vaksinasi Indonesia dengan Negara Maju

Pelaksanaan vaksinasi harian rata-rata di Indonesia mencapai 516.275 dosis per hari pada Juni dan meningkat menjadi 806.990 dosis per hari pada Juli yang kemudian melonjak hingga lebih dari 1 juta dosis per hari pada Agustus.

Bupati Kuansing Sempat 'Hilang' Saat KPK Gelar OTT
Indonesia
Bupati Kuansing Sempat 'Hilang' Saat KPK Gelar OTT

Setelah memastikan telah ada penyerahan uang kepada Andi, beberapa saat kemudian tim KPK berupaya turut pula mengamankan Andi, namun tidak ditemukan sehingga tim KPK melakukan pencarian.

Polda Metro Gelar Vaksinasi di Sentra Kuliner UMKM
Indonesia
Polda Metro Gelar Vaksinasi di Sentra Kuliner UMKM

"Kami mencoba jemput bola melaksanakan vaksinasi di sentra kuliner UMKM," ujar Fadil di Jakarta, Minggu (20/2).